Ini yang Terjadi: Banjir di Cepu rendam ratusan rumah

Banjir di Cepu Rendam Ratusan Rumah

Kabupaten Blora, Jawa Tengah – Banjir yang dipicu oleh luapan Sungai Ngareng dan Sungai Tamansiswa menyebabkan kerusakan di sejumlah permukiman warga Kecamatan Cepu. Fenomena ini terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut serta daerah hulu sungai selama beberapa jam, demikian dikatakan Agung Triyono, anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora.

“Kedua sungai meluap karena hujan yang berlangsung cukup lama di wilayah Cepu dan daerah hulu,” jelas Agung Triyono.

Menurut laporan, banjir menggenangi sekitar 125 rumah di Kelurahan Cepu dengan kedalaman air 30 hingga 100 centimeter. Di Kelurahan Balun, sebanyak 25 rumah terkena dampak dengan air mencapai 50 hingga 125 centimeter. Kecamatan Karangboyo juga terdampak, dengan genangan air sebesar 50 hingga 100 centimeter yang menghancurkan dua bangunan pendidikan dan satu fasilitas umum.

Permukiman warga di Kelurahan Ngelo sempat tergenang air sekitar 30 hingga 50 centimeter. Di Desa Mulyorejo, genangan air setinggi 20 hingga 30 centimeter menghambat akses jalan provinsi Cepu–Singget. Situasi tersebut berdampak pada kematian seorang warga, Diana Rosita, yang meninggal akibat tersengat listrik saat membersihkan rumah setelah banjir mulai surut.

BPBD Blora langsung melakukan penilaian dan pendataan terhadap korban. Tim juga membantu proses evakuasi serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan selanjutnya. Kebutuhan mendesak bagi warga terdampak meliputi bantuan sembako, alat pembersihan, dan selimut. “Hingga pukul 22.30 WIB, air banjir telah surut dan kondisi wilayah mulai stabil,” tambah Agung Triyono.