Strategi Penting: Mendagri: Pemerintah tingkatkan pembangunan di wilayah perbatasan

Mendagri: Pemerintah tingkatkan pembangunan di wilayah perbatasan

Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyatakan pemerintah berkomitmen untuk mempercepat pengembangan daerah perbatasan, termasuk wilayah Indonesia-Filipina yang berada di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara (Sulut). Pernyataan ini diucapkan Mendagri saat melakukan inspeksi di Sitaro, yang beberapa hari lalu mengalami bencana banjir.

Dalam keterangan yang diberikan di Jakarta, Sabtu, Tito menjelaskan bahwa program ini diperintahkan oleh Presiden Prabowo Subianto, yang mengarahkan sejumlah menteri untuk bekerja bersama. Salah satunya adalah Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, serta Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti. Kehadiran mereka bertujuan memastikan penanganan rumah rusak akibat bencana alam.

“Program dari Bapak Presiden Prabowo, memerintahkan kepada Pak Ara Sirait (Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman), saya, Kepala BPS, dan semua untuk bekerja, untuk menangani perumahan, dan juga meningkatkan pembangunan di daerah perbatasan,”

Kabupaten Sitaro menjadi salah satu lokasi prioritas dalam pelaksanaan program penanganan rumah tidak layak huni. Mendagri menegaskan bahwa kebijakan ini juga bertujuan mengatasi tingginya angka kemiskinan di wilayah tersebut.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa langkah pemerintah merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat keberadaan wilayah perbatasan. Hal ini melibatkan peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat aspek pertahanan dan nasionalisme.

“(Kebijakan ini sebagai upaya) menjaga daerah perbatasan sebagai buffer zone keamanan, pertahanan, juga untuk keadilan rakyat agar nasionalisme meningkat, negara hadir,”