Strategi Penting: UMI loloskan 85 judul hibah BIMA Kemendiktisaintek 2026

UMI Dapatkan 85 Judul Hibah BIMA Kemendiktisaintek 2026

Makassar, Sulawesi Selatan – Universitas Muslim Indonesia (UMI) berhasil meraih 85 judul hibah nasional dari Program BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tahun 2026. Rektor UMI, Prof Dr Hambali Thalib, menyampaikan bahwa angka ini menjadi bukti kuat berkembangnya budaya riset dan pengabdian yang berbasis manfaat bagi masyarakat di lingkungan akademik UMI.

“Alhamdulillah, kita bersyukur atas kepercayaan negara kepada UMI. Tidak hanya jumlah hibah yang diperoleh, tetapi juga kualitas ide, integritas akademik, serta komitmen untuk menyampaikan ilmu yang berdampak nyata,” ujarnya.

Dari total 85 judul, 54 di antaranya mendapat pendanaan melalui skema seperti Penelitian On Going Tahun ke-2, Penelitian Pascasarjana, Penelitian Fundamental Reguler, Penelitian Prototype, dan Penelitian Dosen Pemula. Di sektor pengabdian, UMI mencatat 31 proyek yang didanai, termasuk Pemberdayaan Desa Binaan, Kemitraan Masyarakat, serta Program Inovasi Seni Nusantara.

Rektor menambahkan, capaian ini menunjukkan pertumbuhan kuantitas dan kualitas proposal yang diajukan oleh dosen UMI. Tidak hanya volume, tetapi juga relevansi dan daya saing gagasan mereka semakin terlihat kuat di tingkat nasional.

“Kenaikan jumlah proposal yang lolos, terutama dari dosen pemula, menjadi tanda positif bahwa riset di UMI semakin inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya riset tidak hanya berhenti pada laporan, tetapi mampu menghasilkan publikasi berkualitas, inovasi, dan solusi konkret bagi kehidupan masyarakat. “Inilah wajah UMI sebagai kampus yang memiliki reputasi dan juga dampak nyata,” ujar Hambali.

Aparesiasi untuk LP2S dan LPkM UMI

Rektor mengapresiasi peran Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya (LP2S) serta Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) UMI. Kedua lembaga tersebut dinilai sangat berkontribusi dalam mendampingi proses pengajuan hibah secara intensif.