Agenda Utama: Humaniora sepekan, skema “war ticket” haji hingga WFH untuk dosen
Humaniora sepekan, skema “war ticket” haji hingga WFH untuk dosen
Dalam satu minggu terakhir, berbagai isu humaniora mendapat perhatian publik, termasuk kebijakan haji dan tuntutan terhadap institusi pendidikan. Berikut rangkuman peristiwa penting yang terjadi:
Kebijakan “war ticket” haji dalam pembahasan
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan tentang skema “war ticket” yang diusulkan dalam penyelenggaraan ibadah haji. Meski saat ini masih dalam tahap kajian, ia menyebutkan kemungkinan penerapannya jika Arab Saudi mengizinkan kuota besar.
“Kalau Saudi membuka kuotanya dalam jumlah banyak, kita akan siapkan dua skema. Pertama adalah antrean biasa, dan yang kedua dinamakan ‘war ticket’ oleh Menteri Irfan Yusuf,” terang Dahnil.
Presiden Prabowo: Biaya haji 2026 turun meski harga avtur naik
Presiden Prabowo Subianto menyatakan tarif haji untuk jamaah Indonesia tahun 2026 tetap berkurang Rp2 juta, meskipun harga avtur meningkat. Hal ini diungkapkan saat rapat kerja di Istana, Jakarta.
“Kita pastikan biaya haji 2026 akan dipangkas sekitar dua juta rupiah, meskipun harga avtur naik,” ujarnya.
Gunung Semeru meletus, awan panas terlihat 2,5 km
Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, meletus dan menghasilkan guguran awan panas hingga 2,5 kilometer ke arah selatan pada Sabtu (12/4) malam. Informasi ini diberikan oleh petugas pengamatan.
“Eruption terjadi pukul 20.47 WIB, dengan kolom letusan mencapai sekitar 1.500 meter di atas puncak atau 5.176 meter di atas permukaan laut,” kata Sigit Rian Alfian.
Benda langit misterius di Lampung diidentifikasi sebagai sampah antariksa
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengonfirmasi objek cahaya yang melintasi Lampung, sebagaimana terekam dalam video viral, adalah sampah antariksa. Profesor Thomas Djamaluddin menjelaskan fenomena tersebut.
“Masyarakat di Lampung dan Banten terkejut melihat benda terang yang bergerak di langit dan pecah menjadi bagian-bagian. Ini merupakan pecahan sampah antariksa,” tambah Thomas.
Mendiktisaintek minta kampus berikan WFH satu hari per minggu
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyarankan universitas di Indonesia mengizinkan dosen dan tenaga pendidik bekerja dari rumah sekali seminggu. Ini diharapkan meningkatkan efisiensi.
“Kami mendorong kampus melakukan evaluasi dan memberikan jatah WFH satu hari dalam sepekan kepada tendik,” jelas Brian.
