Jamaah calon haji Kloter 7 NTB diberangkatkan menuju Arab Saudi

Jamaah Calon Haji Kloter 7 NTB Berangkat ke Arab Saudi

Jamaah calon haji Kloter 7 NTB diberangkatkan – Sebanyak 393 jamaah calon haji yang tergabung dalam Kloter 7 Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) hari ini diberangkatkan menuju Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah haji. Pemberangkatan berlangsung di Masjid Agung Praya, Lombok Tengah, yang dipadati oleh keluarga dan masyarakat setempat yang hadir untuk memberikan doa serta dukungan. Perjalanan ini menandai dimulainya serangkaian ibadah yang menjadi momen spiritual penting bagi para jamaah. Sebagai bagian dari keempat kloter yang dibagi pada tahun 2026, Kloter 7 dianggap sebagai langkah kunci dalam memastikan keberangkatan calon jamaah NTB berjalan lancar.

“Jaga kesehatan dan taati aturan di Tanah Suci agar ibadah dapat dilaksanakan dengan baik,” kata Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa jamaah calon haji harus siap secara fisik dan mental, karena perjalanan ke Arab Saudi dianggap sebagai ujian ketahanan. Nursiah juga menyampaikan pesan kepada para jamaah untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan, terutama dalam mencegah penyebaran penyakit selama masa ibadah.

Proses pemberangkatan jamaah calon haji Kloter 7 NTB tidak hanya melibatkan persiapan logistik, tetapi juga pendampingan oleh pihak terkait. Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah dan Kementerian Haji berupaya memastikan semua jamaah mendapat fasilitas yang memadai. HM Nursiah mengungkapkan bahwa doa dari keluarga dan masyarakat menjadi penghibur penting bagi para jamaah. “Saya titip doa untuk kesejahteraan masyarakat Lombok Tengah,” tambahnya, menyoroti peran pemerintah dalam mengawal keberangkatan haji tahun ini.

Struktur Penyelenggaraan Ibadah Haji NTB Tahun 2026

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Syamsul Hadi, menjelaskan bahwa jumlah jamaah calon haji NTB pada tahun 2026 mencapai 1.174 orang, dibagi dalam empat kloter. Dua kloter di antaranya berangkat secara utuh, sementara dua lainnya berupa kloter campuran. “Kloter 2 sudah berangkat pada 23 April 2026 melalui Bandara Internasional Lombok,” ujarnya. Kloter 7, yang baru saja diberangkatkan, akan melanjutkan perjalanan ke Mekah setelah sebelumnya menginap di Jeddah.

“Kami melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi kesehatan para jamaah sebelum dan selama perjalanan,” kata Syamsul Hadi. Ia menyebutkan bahwa dua jamaah mengalami gangguan kesehatan sebelum hari H, dan satu orang meninggal dunia. Meski ada tantangan, Syamsul menegaskan bahwa tim penyelenggara tetap berupaya memastikan semua jamaah calon haji NTB dapat beribadah tanpa hambatan. “Kloter 7 merupakan bagian dari upaya kita untuk menjaga konsistensi penyelenggaraan haji,” lanjutnya.

Sebagai bagian dari keseluruhan rangkaian haji tahun ini, Kloter 7 NTB menjadi contoh nyata tentang koordinasi yang dilakukan antara pemerintah daerah dan pusat. Syamsul Hadi menyampaikan bahwa sistem kloter bertujuan mengoptimalkan pengelolaan jamaah, sehingga masing-masing kloter dapat mendapat perhatian individual. Dengan pembagian ini, pihak penyelenggara memastikan bahwa jamaah calon haji dari Lombok Tengah memiliki akses yang baik selama perjalanan ke Arab Saudi, termasuk fasilitas transportasi, akomodasi, dan logistik.

Emosi Keluarga dan Masyarakat Saat Pelepasan

Pelepasan Kloter 7 di Masjid Agung Praya menghadirkan suasana yang penuh haru dan kegembiraan. Ratusan keluarga para jamaah hadir untuk memberikan doa dan bantuan sebelum mereka berangkat. Banyak dari mereka menunjukkan rasa bangga dan kecemasan sekaligus. “Saya sangat senang karena suami saya bisa beribadah di Tanah Suci,” ujar salah satu ibu dari jamaah yang diantar. Emosi ini mencerminkan pentingnya haji dalam kehidupan spiritual masyarakat NTB, yang dianggap sebagai momen langka dan bersejarah.

Selain itu, keberangkatan jamaah calon haji Kloter 7 juga menjadi momentum untuk membangun semangat komunitas. Masyarakat Lombok Tengah menganggap para jamaah sebagai representasi kepercayaan dan kepatuhan terhadap agama Islam. Syamsul Hadi menyebutkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap haji tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. “Kehadiran mereka menunjukkan dukungan kuat terhadap program haji yang digagas pemerintah daerah,” tambahnya. Dukungan ini menjadi dorongan bagi kesuksesan seluruh kloter dalam menjalani ibadah haji.

Proses keberangkatan jamaah calon haji Kloter 7 NTB juga melibatkan persiapan yang matang. Pemerintah daerah menggandeng berbagai instansi untuk memastikan semua aspek diatur dengan rapi. Dalam sambutan resmi, Nursiah menegaskan bahwa ibadah haji bukan hanya tentang keberangkatan fisik, tetapi juga semangat spiritual yang terus diperkuat. “Jamaah calon haji Kloter 7 harus membawa semangat yang baik untuk menjalani ibadah dengan tulus,” ujarnya. Harapan ini diiringi doa-doa dari seluruh elemen masyarakat NTB yang memantau setiap langkah jamaah mereka.