Bisnis

Key Strategy: KAI: Pertumbuhan penumpang di Stasiun Lubuk Pakam capai enam persen

Key Strategy: Pertumbuhan Penumpang Stasiun Lubuk Pakam Capai 6 Persen Key Strategy - PT Kereta Api Indonesia mencatatkan perkembangan positif dalam sektor

Desk Bisnis
Published July 12, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Key Strategy: Pertumbuhan Penumpang Stasiun Lubuk Pakam Capai 6 Persen

Key Strategy – PT Kereta Api Indonesia mencatatkan perkembangan positif dalam sektor transportasi kereta api. Divisi Regional I Sumatera Utara melalui KAI melaporkan tren kenaikan signifikan di Stasiun Lubuk Pakam. Berdasarkan data terbaru, jumlah penumpang kereta api pada relasi Medan–Lubuk Pakam mengalami pertumbuhan sebesar enam persen selama semester pertama tahun 2026. Keterangan ini disampaikan oleh Anwar Yuli Prastyo, Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, saat konferensi pers di Medan pada hari Minggu. Key Strategy ini menjadi fokus utama dalam pengembangan layanan perkeretaapian regional.

Menurut catatan resmi KAI, total penumpang yang memanfaatkan Stasiun Lubuk Pakam sepanjang semester I 2026 mencapai 38.592 orang. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 36.243 orang. Pertumbuhan konsisten ini membuktikan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api. Anwar menekankan bahwa Key Strategy KAI berhasil meningkatkan vitalitas stasiun sebagai pusat mobilitas masyarakat. Masyarakat semakin yakin dengan layanan kereta api yang aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau.

Posisi Strategis di Pusat Pemerintahan

Anwar menjelaskan bahwa Stasiun Lubuk Pakam memiliki posisi strategis dalam roda perekonomian daerah. Lokasinya yang berada di pusat pemerintahan Kabupaten Deli Serdang menjadikan stasiun ini sebagai urat nadi mobilitas utama. Kedekatan dengan Kantor Bupati dan Kantor DPRD Deli Serdang membuat aksesibilitas menjadi sangat penting. Para ASN, pelaku bisnis, dan masyarakat umum sangat bergantung pada layanan kereta api dari stasiun ini.

Di sisi lain, Stasiun Lubuk Pakam juga menyimpan nilai historis yang tinggi dalam perkembangan perkeretaapian Sumatera Utara. Stasiun lama dibangun pada masa kolonial Hindia Belanda oleh perusahaan swasta Deli Spoorweg Maatschappij (DSM). Stasiun ini resmi beroperasi bersamaan dengan peresmian jalur Serdang–Perbaungan pada 7 Februari 1890. Dengan usia 136 tahun, bangunan stasiun lama menjadi salah satu infrastruktur perkeretaapian tertua di wilayah tersebut.

Modernisasi Fasilitas untuk Kenyamanan Penumpang

Merespons kebutuhan zaman, wajah Stasiun Lubuk Pakam telah mengalami transformasi menjadi lebih modern. Pada tahun 2021, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) di bawah Kementerian Perhubungan membangun bangunan baru stasiun. Pembangunan ini menyertakan penambahan fasilitas yang jauh lebih representatif. Infrastruktur baru dilengkapi dengan atap peneduh dan peron tinggi untuk kenyamanan penumpang.

Sebagai hub transportasi yang sibuk, Stasiun Lubuk Pakam melayani frekuensi perjalanan yang tinggi. Setiap harinya, terdapat 14 jadwal perjalanan kereta api yang berhenti di stasiun ini pada hari kerja. Jumlah tersebut meningkat menjadi 16 perjalanan pada akhir pekan dengan beroperasinya KA Sribilah Fakultatif. Berbagai jenis kereta api antarkota dan lokal terjadwal berhenti di stasiun ini, termasuk KA Putri Deli, KA Sribilah Utama, KA Sribilah Fakultatif, serta KA lokal Siantar Ekspres.

“Dari Stasiun Lubuk Pakam, para pelanggan memiliki berbagai pilihan perjalanan dan jadwal untuk melakukan perjalanan ke kota yang akan mereka tuju. Pilihan tersebut juga mencakup dari sisi pelayanan, mulai dari kereta api yang memiliki harga tiket ekonomis hingga yang menawarkan kenyamanan lebih dengan layanan kelas eksekutif,” kata Anwar.

Perpanjangan Rute untuk Konektivitas yang Lebih Baik

Guna mendukung peran strategis stasiun sebagai jembatan mobilitas masyarakat, KAI Bandara selaku anak perusahaan KAI memperkuat konektivitas rute. Langkah ini dilakukan dengan uji coba penambahan empat perjalanan kereta api relasi Medan–Lubuk Pakam pulang pergi mulai 1 Juli 2026. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat yang membutuhkan transportasi cepat dan efisien.

“Sebagai stasiun yang telah berusia lebih dari satu abad dan terletak di jantung pemerintahan Deli Serdang, Stasiun Lubuk Pakam terus didorong untuk menjadi pusat integrasi transportasi yang andal,” katanya.

Pertumbuhan penumpang sebesar enam persen ini menjadi indikator positif bagi pengembangan infrastruktur perkeretaapian di Sumatera Utara. Key Strategy KAI dalam meningkatkan layanan dan konektivitas menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dengan dukungan fasilitas modern dan rute yang diperluas, Stasiun Lubuk Pakam siap menjadi pusat transportasi utama di masa depan.

Leave a Comment