Stasiun Bogor Siap Terima Rangkaian KRL SF12 dengan Peron Baru
Latest Program – PT Kereta Api Indonesia (Persero) sedang giat melakukan penguatan kapasitas pada Bogor Line. Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan yang terus meningkat. Salah satu fokus utama adalah pengembangan peron pada jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor. Upaya ini sejalan dengan pembaruan sarana KRL Commuter Line Jabodetabek yang bertujuan mengurangi kepadatan, melancarkan alur penumpang, serta meningkatkan kenyamanan perjalanan, khususnya pada jam-jam sibuk.
Volume Pelanggan yang Tinggi Mendorong Peningkatan Kapasitas
Data menunjukkan bahwa Bogor Line telah melayani sebanyak 78.077.679 pelanggan sepanjang Semester I 2026. Dengan periode pelayanan selama 181 hari, lintas ini melayani rata-rata sekitar 431.368 pelanggan setiap harinya. Angka tersebut mencerminkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap layanan kereta api di kawasan tersebut.
“Ratusan ribu pelanggan mengandalkan Bogor Line setiap hari untuk bekerja, belajar, dan menjalankan berbagai aktivitas. Karena itu, pengembangan layanan disiapkan dengan melihat kebutuhan pelanggan sejak memasuki stasiun, menunggu di peron, naik ke dalam KRL, hingga tiba di tujuan,” ujar Anne Purba.
Sebagai Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menjelaskan bahwa besarnya volume pelanggan menjadikan peningkatan kapasitas sebagai kebutuhan penting. Penguatan layanan diarahkan agar pelanggan memperoleh ruang perjalanan yang lebih memadai, alur yang lebih tertata di peron, serta pelayanan yang semakin andal dalam aktivitas sehari-hari.
Aktivitas Tinggi di Stasiun Bogor
Kebutuhan tersebut terlihat pula dari tingginya aktivitas di Stasiun Bogor. Selama Januari hingga Juni 2026, stasiun ini mencatat 18.451.462 pergerakan pelanggan. Angka tersebut terdiri atas 9.371.057 gate in dan 9.080.405 gate out. Rata-rata aktivitasnya mencapai sekitar 101.942 pergerakan pelanggan per hari.
Untuk merespons tingginya aktivitas tersebut, KAI menyiapkan peron jalur 6, 7, dan 8 agar dapat mendukung pengoperasian rangkaian KRL dengan formasi 12 kereta atau SF12. Sebelumnya, jalur tersebut secara maksimal melayani rangkaian SF10. Pengembangan ini akan memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pengaturan kedatangan dan keberangkatan KRL SF12 di Stasiun Bogor.
Uji Bersama dan Persiapan Operasional
Peron jalur 6, 7, dan 8 telah melalui uji bersama yang melibatkan tim prasarana, sarana, dan operasi. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan jalur, peron, listrik aliran atas, sarana KRL SF12, serta pola operasi sebelum fasilitas digunakan dalam pelayanan pelanggan. Uji bersama tersebut melanjutkan uji beban menggunakan lokomotif pada 29 Juni 2026 dan uji coba operasional KRL pada 1 Juli 2026.
“Uji bersama memastikan sarana, prasarana, dan pola operasi memiliki kesiapan yang selaras. Pemeriksaan dilakukan secara cermat karena keselamatan pelanggan dan keandalan perjalanan menjadi acuan utama sebelum fasilitas digunakan,” kata Anne.
Pengembangan tersebut mencakup perpanjangan jalur dan peron, pekerjaan struktur dan arsitektur, penataan listrik aliran atas, mekanikal dan elektrikal, serta fasilitas pendukung. Kanopi peron atau overcapping juga disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan saat menunggu KRL dalam kondisi panas maupun hujan. Ketika peron jalur 6, 7, dan 8 siap digunakan untuk SF12, kedatangan dan keberangkatan rangkaian dapat diatur lebih fleksibel. Kondisi tersebut diharapkan membantu mendistribusikan pelanggan ke lebih banyak peron, mengurangi konsentrasi pada area tertentu, serta membuat proses naik dan turun berlangsung lebih tertata.
Pembaruan Sarana KRL Jabodetabek
Penguatan prasarana di Stasiun Bogor berjalan seiring dengan pembaruan sarana KRL Commuter Line Jabodetabek. Program pengadaan mencakup 27 rangkaian baru atau 324 kereta, terdiri atas 11 rangkaian produksi CRRC dan 16 rangkaian produksi PT INKA (Persero). Berdasarkan pembaruan internal terakhir, sebanyak 18 dari 27 rangkaian baru atau 216 kereta telah beroperasi, terdiri atas 11 rangkaian produksi CRRC dan 7 rangkaian produksi INKA.
Sembilan rangkaian produksi INKA lainnya melanjutkan tahapan sesuai progres masing-masing sebelum digunakan dalam pelayanan. Penempatan setiap rangkaian disesuaikan dengan kebutuhan operasi pada berbagai lintas pelayanan KRL Jabodetabek. Seluruh 11 rangkaian CRRC telah dioperasikan secara bertahap untuk memperkuat layanan Bogor Line dan Cikarang Line. Sejumlah rangkaian baru tersebut telah memperkuat Bogor Line. Pada Juni 2025, dua rangkaian produksi CRRC mulai melayani lintas tersebut. Selanjutnya, dua rangkaian produksi INKA mulai beroperasi secara reguler di Bogor Line pada Desember 2025 setelah memperoleh sertifikasi keselamatan dan kelaikan.
