Latest Program: Kemenekraf perkuat seni budaya Sunda lewat AKTIF Musik

Kemenekraf Tingkatkan Keanekaragaman Budaya Sunda Melalui Program AKTIF Musik

Latest Program – Dalam rangka memperkuat warisan seni dan budaya Sunda, Kementerian Ekonomi Kreatif memperkenalkan inisiatif baru berupa program AKTIF Musik, yang bertujuan membantu musisi lokal dalam mengembangkan karya kreatif mereka. Program ini berfokus pada pemberdayaan melalui fasilitasi produksi video musik, yang diharapkan dapat memperluas jangkauan dan meningkatkan daya saing karya dari daerah-daerah di Indonesia. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menjelaskan bahwa AKTIF Musik bukan sekadar aksi promosi, tetapi juga upaya mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif secara berkelanjutan dengan memperkuat pemahaman tentang industri musik profesional serta pengelolaan hak kekayaan intelektual.

Aksi Kolaboratif untuk Meningkatkan Potensi Lokal

Dalam pelaksanaan program ini, Kementerian Ekonomi Kreatif memberikan dukungan penuh kepada dua musisi dari Bandung, Jawa Barat, yaitu Ega Robot Ethnic Percussion dan Ade Astrid. Riefky menekankan bahwa AKTIF Musik dirancang untuk memfasilitasi musisi tingkat ketiga dan keempat, sekaligus memperkuat kemitraan antara seniman lokal dan institusi kreatif. “Program ini memberikan peluang bagi mereka untuk mengakses sumber daya produksi yang lebih baik, serta memahami bagaimana mengoptimalkan karya mereka di pasar digital,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu.

“AKTIF Musik bukan hanya mengangkat karya musisi, tetapi juga membantu mereka mengelola hak intelektual secara lebih mandiri. Dengan demikian, seniman bisa lebih fokus pada kreativitas tanpa khawatir tentang aspek komersial yang kompleks,” kata Riefky.

Proses produksi video musik yang didukung oleh Kementerian Ekonomi Kreatif mencakup berbagai tahap, mulai dari perencanaan hingga penerbitan. Riset yang dilakukan menunjukkan bahwa penggunaan media digital sebagai platform distribusi karya musik lokal kian penting dalam era modern. Dengan mendukung produksi berkualitas, program ini juga bertujuan membangun ekosistem seni yang lebih inklusif dan berdaya tahan.

Pemilihan Lokasi dan Konsep Musik yang Unik

Rangkaian produksi video musik ini dilaksanakan dari tanggal 5 hingga 8 April 2026, dengan lokasi yang menampilkan kekhasan budaya Sunda. Lokasi pilihan meliputi Sanggar Seni Ega Robot, Saung Komando Ciwidey, Saung Gerengseng, serta Tepi Gunung Nature Park. Setiap lokasi dipilih berdasarkan kontribusinya dalam memperkaya ekspresi seni dan membangkitkan minat terhadap warisan budaya lokal. Ega Robot Ethnic Percussion menggarap lagu “Napak Jagat Pasundan,” yang mengusung konsep kolaborasi etnis, sementara Ade Astrid membawakan “Goyang Gerengseng,” yang menggabungkan nuansa musik dangdut khas Sunda dengan elemen modern.

Ega Cahyar Mulyana, vokalis dan pendiri Ega Robot Ethnic Percussion, mengapresiasi dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif. Menurutnya, fasilitasi ini tidak hanya memberikan akses ke teknologi produksi yang canggih, tetapi juga mendorong pengembangan konseptual dan kelembagaan seniman. “Kami merasa lebih siap untuk memasuki pasar internasional karena memahami bahwa keterlibatan dalam industri musik profesional membutuhkan pengetahuan yang lebih luas,” ungkapnya.

Peran AKTIF Musik dalam Pembangunan Ekonomi

Program AKTIF Musik telah berjalan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Aceh, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, dan Maluku. Kini, Jawa Barat menjadi wilayah ke-9 yang terjangkau oleh inisiatif ini, dengan fokus pada Bandung sebagai pusat seni dan budaya Sunda. Riefky menjelaskan bahwa pilihan Bandung tidak hanya karena kota tersebut memiliki potensi musisi yang besar, tetapi juga karena kontribusi kulturalnya dalam menjaga tradisi lokal yang kini terancam oleh pengaruh musik global.

Dalam konteks ekonomi kreatif, AKTIF Musik dilihat sebagai penggerak baru untuk pertumbuhan Jawa Barat. Musisi lokal diharapkan dapat mengambil peran lebih aktif dalam memproduksi karya yang memiliki nilai ekonomi tinggi, sekaligus meningkatkan keterampilan manajemen kekayaan intelektual. “Dengan membangun kesadaran tentang hak IP, para seniman bisa lebih memperkuat eksistensi karya mereka di ranah digital, yang merupakan media utama untuk memperluas akses dan peluang ekonomi,” tambah Riefky.

Proses Produksi dan Tim Kerja

Produksi video musik di bawah program AKTIF Musik melibatkan kerja sama antara Kementerian Ekonomi Kreatif dengan tim profesional dan seniman setempat. Proses ini mencakup penjajakan konsep, pemilihan lokasi, pengambilan gambar, editing, dan penerbitan. “Kami ingin memastikan bahwa video musik ini tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga mampu menjadi representasi yang kuat dari identitas budaya Sunda,” kata salah satu penanggung jawab produksi. Dukungan teknis ini termasuk bantuan dari pengusaha, produser, dan ahli desain grafis yang berpengalaman.

Video musik “Napak Jagat Pasundan” akan dirilis pada 2 Mei 2026, sementara “Goyang Gerengseng” akan menyusul di bulan yang sama. Kedua karya ini dipilih karena mampu menggabungkan tradisi dengan inovasi, sesuai dengan visi AKTIF Musik untuk menciptakan karya yang relevan dengan generasi muda tanpa menghilangkan nilai budaya yang dalam. Selain itu, karya-karya ini juga diharapkan menjadi model bagi musisi lainnya dalam mengembangkan ekonomi kreatif secara mandiri.

Upaya Membangun Industri yang Berkelanjutan

Riefky menegaskan bahwa AKTIF Musik adalah bagian dari upaya jangka panjang untuk menjadikan seni budaya Sunda sebagai pilar ekonomi daerah. “Kami ingin mendorong keberlanjutan industri musik lokal dengan memastikan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk mengelola hak cipta dan memperluas pasar secara bertahap,” ujarnya. Program ini juga bertujuan membangun ekosistem yang mendukung pengembangan keahlian kreatif dan memperkuat ekonomi melalui seni.

Dalam menjalankan program, Kementerian Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan keberhasilan. “Kolaborasi ini penting untuk menciptakan karya yang memiliki daya tarik universal sekaligus menjaga inti budaya Sunda,” kata Riefky. Selain itu, program ini juga memberikan pelatihan tentang manajemen karya seni dan strategi pemasaran digital kepada musisi yang terlibat, sehingga mereka bisa lebih mandiri dalam mengembangkan bisnis kreatif mereka.

Kehadiran AKTIF Musik di Bandung menjadi momentum penting bagi seniman lokal. Dengan memanfaatkan sumber daya dan kemampuan yang ada, mereka bisa meningkatkan kualitas produksi dan memperluas jaringan distribusi. “Kami