Latest Program: BPS dan PLN verifikasi data 90.629 pelanggan listrik di Tanjungpinang

BPS dan PLN Verifikasi Data 90.629 Pelanggan Listrik di Tanjungpinang

Latest Program – Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (ANTARA) – Sebagai bagian dari upaya meningkatkan keandalan data kelistrikan nasional, Badan Pusat Statistik (BPS) dan PT PLN (Persero) melakukan kerja sama dalam program pengumpulan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Program ini bertujuan memvalidasi informasi mengenai 90.629 pelanggan listrik rumah tangga yang ada di Kota Tanjungpinang. Kemitraan antara dua instansi tersebut dilakukan secara sinergis untuk memastikan data yang dihimpun memiliki akurasi tinggi.

Peran BPS dalam Verifikasi Data

Dalam kegiatan ini, BPS bertugas menyediakan dukungan teknis berupa infrastruktur pendataan, termasuk server dan sistem yang digunakan. Selain itu, BPS juga mengawasi proses pengumpulan data melalui sistem monitoring dan evaluasi yang telah dirancang. Humas BPS Kepri, Resa Surya Utama, menjelaskan bahwa lembaganya berperan dalam memberikan asistensi pelatihan tenaga pendata serta memastikan pelaksanaan survei di lapangan berjalan efektif. “Kemitraan ini diharapkan memberikan hasil yang dapat diandalkan guna mendukung kebijakan energi nasional yang lebih tepat sasaran,” tuturnya.

“BPS dan PLN telah bekerja sama dalam kegiatan pemeriksaan lapangan (ground check) pengguna PLN, guna memperkuat validitas data kelistrikan nasional,” kata Humas BPS Kepri Resa Surya Utama di Tanjungpinang, Kepri, Selasa.

Menurut Resa, petugas yang melakukan verifikasi data berasal dari tim meterman PLN. Ia mengimbau masyarakat untuk menerima kedatangan petugas tersebut agar proses pemeriksaan berjalan lancar dan sesuai rencana. “Kami meminta kerja sama masyarakat untuk mendukung kegiatan ini, karena hasil yang akurat sangat penting bagi pengambilan keputusan pemerintah,” tambahnya.

Progres Verifikasi di Wilayah Tanjungpinang

Manajer PLN UP3 Tanjungpinang, Rully Agus Widanarto, mengungkapkan bahwa seluruh pelanggan rumah tangga yang menjadi sasaran verifikasi sejumlah 90.629 unit. Sampai April 2026, tercatat capaian pemeriksaan lapangan sebesar 71,86 persen dari target bulanan. “Dari rencana 12.327 pelanggan yang akan diperiksa, hingga kini sebanyak 8.859 pelanggan telah diverifikasi,” jelas Rully.

BPS juga memberikan peran penting dalam mengawasi kelancaran pemeriksaan. Dalam program ini, lembaga statistik itu menyediakan server dan sistem pendataan, serta melakukan pelatihan untuk memastikan keahlian petugas meterman. Progres validasi data total di Tanjungpinang mencapai 23,60 persen dari target keseluruhan, yang menunjukkan bahwa kegiatan sedang berjalan dengan baik.

Di sisi lain, Rully menambahkan bahwa PLN telah mengirimkan 14 petugas lapangan untuk melakukan pemeriksaan. Setiap petugas memiliki tanggung jawab rata-rata 2.680 pelanggan per bulan. “Dengan kombinasi kekuatan teknis PLN dan infrastruktur BPS, kami yakin data yang diperoleh akan memenuhi standar nasional,” tuturnya.

Kegiatan di Wilayah Bintan Centre

Program DTSEN juga berlangsung di ULP Bintan Centre, yang memiliki jumlah pelanggan rumah tangga sebanyak 53.097 unit. Hingga April 2026, realisasi pemeriksaan lapangan mencapai 4.789 pelanggan atau 27,08 persen dari target bulanan 17.682 unit. Progres total validasi di wilayah tersebut baru mencapai 9,01 persen.

Rully menyebutkan bahwa di Bintan Centre, tim meterman PLN terdiri dari delapan orang dengan beban kerja rata-rata 6.637 pelanggan per petugas. “Dengan penambahan petugas, kami berupaya mempercepat proses validasi untuk mencapai target yang telah ditetapkan,” papar Rully.

“Hingga periode ini, capaian terhadap target total di wilayah tersebut berada pada angka 9,01 persen,” papar Rully.

Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pelanggan selama proses verifikasi, setiap petugas diberi surat tugas resmi dari BPS serta mitra pelaksana. Kegiatan ini juga didukung oleh pemerintah daerah melalui surat edaran Gubernur Kepri yang ditujukan kepada seluruh bupati/wali kota se-Provinsi Kepri. BPS sendiri telah memberikan pemberitahuan kepada setiap kelurahan sebagai bentuk sosialisasi bahwa pemeriksaan lapangan sedang berlangsung di lingkungan masyarakat.

Keberhasilan Sinergi Lintas Instansi

Kerja sama antara BPS dan PLN dianggap sebagai langkah strategis dalam membangun basis data yang kuat. Resa Surya Utama menekankan bahwa sinergi ini bukan hanya tentang pengumpulan informasi, tetapi juga tentang meningkatkan kualitas data yang digunakan dalam pengambilan kebijakan. “Dengan data yang akurat, pemerintah dapat merancang kebijakan energi yang lebih tepat sasaran, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” jelas Resa.

Rully menambahkan bahwa keberhasilan program DTSEN bergantung pada kerja sama yang baik antara PLN dan BPS. “Selain itu, dukungan dari pemerintah daerah sangat penting untuk memastikan proses verifikasi berjalan maksimal,” ujarnya. Kemitraan ini diharapkan dapat menjadi contoh dalam kerja sama lintas instansi untuk keperluan pengumpulan data nasional yang lebih efektif.

Kegiatan pemeriksaan lapangan di Kota Tanjungpinang dan Bintan Centre berlangsung dari bulan Maret hingga Agustus 2026. Proses ini dirancang untuk mencakup seluruh pelanggan listrik rumah tangga, baik yang menggunakan tarif prabayar maupun pascabayar. “Selama periode tersebut, kami akan terus mengoptimalkan pemeriksaan untuk memperoleh data yang komprehensif dan dapat dipercaya,” kata Rully.