Kelompok bisnis sebut permintaan cip tetap kuat di tengah situasi geopolitik
Industri Semikonduktor Prediksi Permintaan Tetap Mengalami Pertumbuhan Di Tengah Ketegangan Global
Kelompok bisnis sebut permintaan cip tetap – Kuala Lumpur menjadi pusat perhatian industri semikonduktor pada Selasa (5/5) saat acara SEMICON Southeast Asia 2026 berlangsung. Kelompok bisnis global menegaskan bahwa permintaan akan chip masih stabil dan cenderung meningkat meski situasi geopolitik menciptakan ketidakpastian dalam rantai pasokan. Ketersediaan bahan baku yang terganggu akibat konflik di Timur Tengah dan perubahan kebijakan perdagangan internasional tidak sepenuhnya mengurangi momentum pertumbuhan pasar, menurut laporan yang dibagikan dalam acara tersebut.
Pertumbuhan yang Dinamis Berkat Teknologi AI
Analisis terkini mengungkapkan bahwa penjualan global semikonduktor diproyeksikan mencapai 1 triliun dolar AS pada tahun ini. Angka ini diperkirakan akan melipat ganda menjadi 2 triliun dolar AS pada 2035, terutama karena percepatan adopsi pusat data untuk mendukung kecerdasan buatan. Pusat data menjadi elemen kunci dalam pengembangan teknologi AI, yang memicu kebutuhan akan komponen elektronik kritis seperti chip. Faktor ini membuat industri semikonduktor tetap menjadi salah satu sektor yang dinamis di tengah tantangan ekonomi global.
Ajit Manocha, kepala eksekutif kelompok industri cip global SEMI, memberikan pernyataan penting selama acara SEMICON Southeast Asia 2026. Menurutnya, kekuatan permintaan chip tidak hanya terbatas pada pasar domestik, tetapi juga terus berkembang di berbagai wilayah. “Krisis geopolitik memang memengaruhi pasokan, tetapi dampaknya belum cukup signifikan untuk menghentikan tren pertumbuhan yang sedang berlangsung,” ujarnya dalam wawancara eksklusif. Manocha menekankan bahwa permintaan akan chip tetap tinggi karena kebutuhan akan perangkat digital yang meningkat pesat.
“Meskipun ada ketegangan politik, ekspansi teknologi AI dan kebutuhan akan infrastruktur digital tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan industri semikonduktor tahun ini,” tambah Manocha.
Kelompok bisnis juga menyebutkan bahwa investasi dalam infrastruktur seperti 5G, mobil listrik, dan IoT memberikan kontribusi signifikan terhadap permintaan chip. Kebutuhan akan perangkat keras yang lebih canggih dan efisien membuat produsen semikonduktor terus berusaha memperluas kapasitas produksi. Selain itu, permintaan dari sektor kesehatan dan manufaktur modern juga meningkat, terutama di tengah peningkatan kebutuhan akan otomatisasi dan sistem monitoring yang lebih canggih.
Ketegangan Geopolitik Tidak Mengurangi Momentum
Manocha menilai bahwa situasi geopolitik saat ini, seperti konflik antara negara-negara besar di Timur Tengah, belum secara signifikan mengganggu pertumbuhan industri semikonduktor. “Ketegangan antara negara-negara memiliki dampak jangka pendek, tetapi jangka panjang, industri ini tetap akan bertahan dan berkembang,” jelasnya. Ia menyoroti bahwa permintaan chip terus meningkat karena kebutuhan akan perangkat digital tidak hanya terkait dengan perangkat pribadi, tetapi juga berbagai sistem kritis yang diperlukan dalam ekonomi modern.
Dalam pandangan Manocha, konflik geopolitik mungkin mengakibatkan gangguan sementara pada rantai pasok, tetapi tidak akan menghambat kecepatan pertumbuhan di tahun ini. “Dengan strategi adaptasi yang cepat, produsen bisa mengantisipasi hambatan dan tetap memenuhi kebutuhan pasar,” katanya. Ia menambahkan bahwa perusahaan-perusahaan dalam industri semikonduktor sedang fokus pada diversifikasi sumber daya dan pengembangan teknologi lokal untuk mengurangi risiko ketergantungan pada pasokan internasional.
Kekurangan Bahan Baku Menjadi Ancaman Jangka Panjang
Di sisi lain, Manocha mengingatkan bahwa kekurangan bahan baku, seperti silikon dan gas pembuatan chip, berpotensi memengaruhi pertumbuhan jangka panjang. “Ketidakstabilan pasokan bahan baku bisa mengurangi daya saing industri semikonduktor, terutama jika krisis geopolitik terus berlangsung,” terangnya. Hal ini menyiratkan bahwa meskipun permintaan chip masih kuat, persediaan bahan baku harus dikelola secara optimal agar tidak menghambat proses produksi.
Dalam beberapa bulan terakhir, industri semikonduktor menghadapi tantangan berupa ketergantungan pada pasokan material yang berasal dari negara-negara produsen utama. Situasi ini mendorong perusahaan-perusahaan untuk mencari alternatif pemasok dan meningkatkan efisiensi dalam proses produksi. Namun, kebutuhan akan chip yang terus meningkat juga memaksa produsen untuk mempercepat investasi dalam fasilitas produksi baru.
Analisis ekonomi menunjukkan bahwa permintaan akan semikonduktor akan terus meningkat seiring berkembangnya kebutuhan akan perangkat elektronik yang lebih canggih. Teknologi AI, otomatisasi, dan perangkat IoT menjadi penggerak utama di sektor ini. Meski situasi geopolitik menciptakan ketidakpastian, kebutuhan pasar akan teknologi digital tetap menjadi faktor yang mendominasi pertumbuhan industri semikonduktor.
Di tengah dinamika pasar yang kompleks, industri semikonduktor menunjukkan keberlanjutan dalam menjawab tantangan. Kebutuhan akan chip yang stabil, terutama di sektor layanan digital, menunjukkan bahwa industri ini masih menjadi pilar penting dalam ekonomi global. Manocha menegaskan bahwa meskipun ada hambatan, industri semikonduktor memiliki potensi untuk terus berkembang, selama pemasok dan produsen mampu beradaptasi dengan cepat.
Proyeksi ini memperkuat pandangan bahwa permintaan akan semikonduktor akan tetap tinggi, bahkan dalam situasi ekonomi yang tidak pasti. Dengan adanya peningkatan kebutuhan akan teknologi kecerdasan buatan dan infrastruktur digital, industri semikonduktor diperkirakan akan terus menjadi sektor yang menguntungkan di tengah perubahan global yang cepat. Kelompok bisnis optimis bahwa industri ini mampu menjaga momentumnya, meski harus menghadapi tantangan dalam memenuhi permintaan yang semakin besar.
