Special Plan: Komisi VII: Peningkatan P3DN perkuat daya saing industri nasional

Komisi VII: Peningkatan P3DN perkuat daya saing industri nasional

Special Plan – Dari Jakarta, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga menekankan bahwa peningkatan produk dalam negeri (P3DN) memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing industri nasional serta mendorong kemandirian ekonomi Indonesia. Menurutnya, langkah-langkah untuk mengoptimalkan penggunaan produk lokal tidak hanya menjadi strategi jangka pendek tetapi juga berdampak jangka panjang pada pertumbuhan ekonomi. “Dengan memperkuat P3DN, kita bisa menggerakkan ekosistem industri secara lebih solid,” jelas Lamhot dalam pernyataannya, Rabu.

Dukungan untuk Kebijakan Pemerintah

Lamhot Sinaga menegaskan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah yang mendorong penggunaan produk lokal sebagai langkah strategis. Ia menilai, kementerian, lembaga, serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus memprioritaskan pembelian produk dalam negeri dalam berbagai kegiatan operasional. “Ini adalah cara efektif untuk mendorong produksi nasional, mengurangi ketergantungan pada impor, dan memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional,” tambahnya.

“Peningkatan ini, lanjut Lamhot, akan memperkuat daya saing industri nasional sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin tidak menentu,” ujarnya.

Selain itu, Lamhot juga memaparkan bahwa pembangunan industri nasional tidak bisa terlepas dari penguatan permintaan domestik. Ia menyoroti bahwa adanya kepastian pasar dalam negeri akan memicu investasi di sektor manufaktur, karena investor cenderung lebih nyaman beroperasi di lingkungan yang stabil. “Kehadiran pasar yang kuat membuat perusahaan lebih percaya diri untuk berinvestasi, dan ini berdampak pada ekspansi industri serta penyerapan tenaga kerja,” terang Lamhot.

Peran IKM dalam Peningkatan Ekonomi

Menurut Lamhot, integrasi antara industri besar dan industri kecil menengah (IKM) merupakan kunci untuk menciptakan manfaat ekonomi yang merata. Ia menekankan bahwa kebijakan yang mendukung kolaborasi antar sektor ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. “Dengan menyatukan kekuatan industri besar dan IKM, kita bisa mengurangi risiko ketimpangan distribusi keuntungan serta menciptakan peluang kerja yang lebih luas,” imbuhnya.

Lamhot juga menyampaikan bahwa penguatan industri nasional tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi tetapi juga pada stabilitas sosial. Ia menjelaskan bahwa penyerapan tenaga kerja yang signifikan akan meningkatkan daya beli masyarakat, sehingga berkontribusi pada pertumbuhan konsumsi domestik. “Ini adalah pilar penting dalam menciptakan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan,” katanya.

Ekspor dan Kualitas Produk

Di sisi lain, Lamhot menyoroti bahwa optimalisasi produk lokal juga berpotensi meningkatkan kinerja ekspor nasional. Dengan meningkatnya kualitas dan daya saing produk Indonesia, sektor manufaktur bisa menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi. “Data menunjukkan bahwa industri pengolahan telah menjadi kontributor utama ekspor, dan tren pertumbuhan terus meningkat,” ujarnya.

“Investor akan masuk jika ada kepastian demand. Ketika pasar domestik kuat, industri akan ekspansi, dan itu berarti lebih banyak pabrik, lebih banyak tenaga kerja terserap,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dan DPR RI dapat menjaga momentum kebangkitan industri nasional melalui kebijakan yang konsisten dan berpihak pada produk dalam negeri. “Kita harus memastikan bahwa setiap kebijakan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi tetapi juga menciptakan kedaulatan ekonomi,” jelas Lamhot.

Dalam pernyataannya, Lamhot menekankan bahwa P3DN bukan hanya tentang kebutuhan sehari-hari tetapi juga tentang transformasi industri. Ia menilai, kebijakan yang menekankan penggunaan produk lokal bisa mendorong inovasi, keterampilan, dan keberlanjutan dalam produksi. “P3DN adalah bahan bakar untuk membangun industri yang kuat, dan sektor manufaktur harus menjadi lokomotif utama ekonomi,” katanya.

Menurut Lamhot, langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dan DPR RI memiliki potensi besar untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global. Ia menyampaikan bahwa melalui sinergi antara lembaga pemerintah, legislatif, dan pelaku industri, Indonesia mampu menciptakan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan. “Dengan komitmen bersama, kita bisa memastikan bahwa produk lokal tidak hanya dikenal di dalam negeri tetapi juga menarik minat pasar internasional,” ujarnya.

Di tengah situasi ekonomi yang dinamis, Lamhot menilai bahwa P3DN menjadi solusi yang strategis untuk menghadapi persaingan global. Ia menekankan bahwa kemandirian ekonomi tidak bisa tercapai tanpa dukungan terhadap industri dalam negeri. “Produk lokal adalah aset terpenting yang harus dijaga, karena ini membentuk fondasi untuk pertumbuhan ekonomi yang tangguh,” jelasnya.

Menyusul peningkatan daya saing industri, Lamhot berharap adanya kebijakan yang lebih spesifik untuk menguatkan penggunaan produk dalam negeri dalam berbagai sektor. Ia juga menyarankan peningkatan pemerataan akses ke pasar, serta peningkatan kualitas produk melalui pelatihan dan inovasi. “Jika kita serius mengoptimalkan produk lokal, kita tidak hanya bicara tentang pertumbuhan ekonomi tetapi juga kedaulatan ekonomi yang lebih kuat,” ujarnya.

Dalam konteks nasional, Lamhot menggarisbawahi bahwa peningkatan P3DN akan memperkuat struktur ekonomi yang lebih berimbang. Ia menilai, dengan melibatkan sektor IKM dan industri besar secara harmonis, Indonesia bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. “Ini adalah momentum yang tepat untuk menggerakkan industri dalam negeri menjadi tulang punggung perekonomian,” tegas Lamhot.

Menurutnya, kebijakan yang berorientasi pada P3DN juga bisa memberikan dampak positif pada stabilitas sosial, karena meningkatkan ketersediaan pekerjaan. “Kebutuhan akan tenaga kerja dalam industri lokal akan memberikan solusi untuk masalah pengangguran serta meningkatkan daya beli masyarakat,” pungkas Lamhot. Ia optimistis bahwa dengan komitmen bersama, Indonesia bisa menjadi contoh keberhasilan dalam mengembangkan industri nasional