Humaniora

Latest Program: Kemdiktisaintek-IRD Prancis perkuat kemitraan riset dan inovasi

Kemitraan Riset dan Inovasi dengan IRD Prancis Latest Program - Jakarta menjadi panggung utama bagi penandatanganan kesepahaman kerja sama riset dan inovasi

Desk Humaniora
Published June 8, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Kemitraan Riset dan Inovasi dengan IRD Prancis

Latest Program – Jakarta menjadi panggung utama bagi penandatanganan kesepahaman kerja sama riset dan inovasi antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta Institut de Recherche pour le Développement (IRD) Prancis. Perjanjian ini dirancang untuk menghadapi berbagai tantangan dalam pembangunan berkelanjutan, dengan fokus pada kolaborasi yang saling menguntungkan. Dalam konteks ini, Fauzan Adziman, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, menegaskan bahwa kegiatan riset internasional berperan penting dalam meningkatkan kualitas penelitian nasional serta memperluas partisipasi Indonesia dalam bidang ilmu pengetahuan global.

“Kerja sama antara Indonesia dan Prancis akan dilanjutkan melalui skema pendanaan bersama, yang memungkinkan kedua negara berkontribusi secara seimbang dalam menghasilkan penelitian berkualitas dan berdampak luas,” ujarnya.

Perkembangan kerja sama antara kedua negara tidak terlepas dari upaya memperkuat kapasitas riset dan inovasi di berbagai sektor. Dalam lima puluh tahun terakhir, hubungan ilmiah telah mencakup lingkungan, kesehatan, keanekaragaman hayati, hingga pertanian berkelanjutan. Selain itu, Fauzan juga menekankan pentingnya solusi nyata yang dapat diimplementasikan oleh masyarakat, menjadikan kemitraan riset sebagai jembatan antara teori dan praktik.

Sementara itu, IRD Prancis, sebagai institusi penelitian internasional, telah menjadi mitra konsisten dalam pendalaman ilmu pengetahuan bersama. Valérie Verdier, Direktur Utama IRD, mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak Indonesia yang telah berperan dalam menjaga keberlanjutan kerja sama selama lima dekade. Menurutnya, hubungan ilmiah yang telah terjalin menjadi fondasi penting untuk memperluas kerja sama penelitian yang memberikan manfaat bersama.

“Kemitraan ini merupakan dasar bagi pengembangan kolaborasi yang lebih luas, baik dalam penelitian maupun inovasi, dan mendorong pertukaran pengetahuan yang bermanfaat bagi kedua negara,” tuturnya.

Latar Belakang Kerja Sama yang Berkembang

Kerja sama ilmiah antara Indonesia dan Prancis telah mengalami pertumbuhan signifikan sejak era awal. Dari awalnya fokus pada penelitian lingkungan, kini hubungan ini mencakup bidang-bidang yang lebih luas, seperti kesehatan masyarakat, keanekaragaman hayati, dan pertanian yang berkelanjutan. Pengembangan ini terbukti menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan lokal dan global, serta memperkaya sumber daya ilmu pengetahuan di kedua negara.

Kemdiktisaintek terus mendorong kolaborasi yang berorientasi pada dampak nyata, sehingga penelitian tidak hanya menjadi aktivitas akademik tetapi juga alat untuk memecahkan masalah nyata. Dalam konteks ini, Fauzan menekankan bahwa kehadiran Prancis dalam penguatan riset Indonesia membawa perspektif baru dalam pengembangan kebijakan dan teknologi. “Indonesia kini dianggap sebagai mitra riset yang setara, bukan hanya tempat untuk menguji ide penelitian,” tambahnya.

“Kerja sama ini memastikan bahwa solusi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, termasuk peningkatan kualitas hidup dan keberlanjutan lingkungan,” jelas Fauzan.

Dalam bidang pendidikan tinggi, kolaborasi ini diharapkan mendorong pertukaran mahasiswa dan peneliti, serta meningkatkan kualifikasi sumber daya manusia. Kemitraan dengan IRD Prancis menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan tinggi dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, inisiatif seperti penelitian bersama dalam bidang keanekaragaman hayati telah membuka peluang untuk mengembangkan program konservasi yang lebih efektif.

Komitmen Bersama untuk Penguatan Kolaborasi

Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, menegaskan bahwa negara Prancis memiliki komitmen kuat untuk melanjutkan kerja sama dengan Indonesia di bidang pendidikan tinggi, penelitian, dan inovasi. Ia menilai bahwa pertukaran pengetahuan dan sumber daya manusia akan memperkuat kemampuan kedua negara dalam menghadapi tantangan yang kompleks, seperti perubahan iklim dan krisis ekonomi.

“Kolaborasi yang semakin erat diharapkan memberikan dampak jangka panjang, baik dalam meningkatkan kualitas pendidikan maupun dalam menghasilkan solusi berbasis sains untuk masalah global,” ujarnya.

Kemitraan ini tidak hanya terbatas pada penelitian tetapi juga mencakup program pendidikan yang dirancang untuk menghasilkan generasi baru ilmuwan dan inovator. Fauzan menambahkan bahwa kerja sama dengan IRD Prancis akan menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan kompetensi nasional. “Dengan pendekatan bersama, kita dapat menghasilkan penelitian yang lebih komprehensif dan relevan dengan isu yang sedang dihadapi masyarakat,” tegasnya.

Peta Jalan Riset Nasional dan Harapan untuk Masa Depan

Dalam upaya memperkuat posisi Indonesia di tingkat global, Kemdiktisaintek bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah menyusun Peta Jalan dan Agenda Riset Nasional. Dokumen ini bertujuan sebagai panduan strategis untuk pengembangan riset di Indonesia, dengan fokus pada prioritas nasional dan solusi yang berdampak signifikan. Fauzan Adziman mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan IRD Prancis akan mempercepat pencapaian tujuan tersebut.

“Melalui perjanjian seperti ini, kami ingin mengakselerasi munculnya solusi yang mampu menangani tantangan utama, sekaligus meningkatkan kredibilitas Indonesia sebagai mitra riset internasional,” kata Fauzan.

Peta Jalan ini juga menyoroti pentingnya pendekatan sistematis dalam pengembangan ilmu pengetahuan, dengan mengintegrasikan kebutuhan masyarakat, sektor pemerintah, dan industri. Fauzan menekankan bahwa kolaborasi dengan negara-negara lain, termasuk Prancis, akan memperkaya perspektif dan metode penelitian yang digunakan. “Ini menjadi langkah penting dalam membangun riset yang lebih inovatif dan terarah,” tambahnya.

Sementara itu, IRD Prancis terus memperkuat peran mereka sebagai mitra strategis dalam penelitian lintas sektor. Valérie Verdier menilai bahwa kerja sama yang telah terjalin selama lima dekade menjadi dasar untuk mendorong penelitian yang lebih terpadu dan berkelanjutan. “Kami yakin bahwa kolaborasi ini akan memberikan kontribusi yang lebih besar, baik bagi Indonesia maupun Prancis,” ujarnya.

Kemitraan antara Kemdiktisaintek dan IRD Prancis tidak hanya memperkuat riset lokal tetapi juga membuka peluang untuk berpartisipasi dalam proyek global yang relevan. Dengan skema pendanaan bersama, penelitian akan lebih terarah, sehingga hasilnya dapat diimplementasikan secara luas. Fauzan menegaskan bahwa pendekatan ini memastikan bahwa keterlibatan kedua negara dalam riset mencerminkan keadilan dan kesetaraan.

Leave a Comment