Yatim piatu asal Ciamis lulus tes TNI pakai tiang pull up buatan ayah

2 hours ago  ·  2 min read
By Joseph Wilson - fukushimask.com
khrisna-edit-1784721503-393e3a4548

Kisah Inspiratif Hafid Nur Hidayah: Dari Ciamis Menuju Barisan Prajurit TNI

Fukushimask.com – Perjalanan hidup seorang pemuda yatim piatu dari Kabupaten Ciamis telah menginspirasi banyak kalangan. Hafid Nur Hidayah, yang lahir di Kebumen pada tanggal 30 Desember 2003, berhasil menembus seleksi ketat untuk menjadi prajurit TNI Angkatan Darat. Yang menarik dari kisah ini adalah ia tidak menggunakan fasilitas mahal atau bantuan finansial untuk mempersiapkan diri. Sebaliknya, ia mengandalkan tiang pull up kayu sederhana yang dirakit oleh almarhum ayahnya sendiri.

Kini, pemuda berusia dua puluh satu tahun ini menetap di Dusun Banjar Harja, Desa Kertajaya, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Kehilangan kedua orang tuanya secara berurutan tidak membuatnya menyerah. Justru, duka mendalam tersebut menjadi pendorong kuat baginya untuk berjuang secara mandiri menuju cita-citanya menjadi seorang prajurit.

Janji Suci dan Proses Seleksi yang Berharga

Proses seleksi penerimaan pendidikan militer memang dikenal sangat ketat. Banyak calon prajurit harus mengeluarkan biaya besar untuk persiapan fisik maupun administrasi. Namun, Hafid membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang. Ia berhasil lulus murni, artinya tanpa membayar biaya apapun selama proses pendaftaran hingga kelulusan.

Setelah kesuksesan ini, Hafid menyampaikan rasa syukurnya di Bandung pada hari Selasa. Ia mengungkapkan perasaan puas yang mendalam setelah menunaikan janjinya kepada ayah yang telah tiada.

“Alhamdulillah Pak, saya bisa lulus murni jadi tentara,” ujar Hafid mengutarakan kepuasan batinnya setelah sukses menuntaskan janji suci kepada almarhum ayahnya di Bandung, Selasa.

Tiang Kayu sebagai Saksi Disiplin Harian

Bagi Hafid, tiang pull up buatan ayahnya bukan sekadar alat olahraga. Ia menjadi simbol perjuangan dan kenangan akan sosok ayah yang telah mendidiknya. Setiap hari, pemuda ini melakukan latihan keras menggunakan tiang tersebut. Tanpa bantuan fasilitas kebugaran modern, ia membangun kekuatan fisiknya secara konsisten.

Sebagai anak kedua dari dua bersaudara, Hafid memahami tanggung jawabnya. Ia tidak hanya berjuang untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk menghormati warisan yang ditinggalkan orang tuanya. Latihan yang dilakukannya bersifat sederhana namun penuh disiplin. Tiang kayu itu见证 setiap keringat dan usaha yang ia curahkan selama berbulan-bulan.

Membantah Stigma dan Memberi Harapan Baru

Kisah kelulusan murni Hafid sekaligus menjadi bukti bahwa stigma tentang ketatnya pendaftaran alutsista dan personil TNI dapat diatasi. Status sebagai anak yatim piatu dan keterbatasan ekonomi bukanlah penentu kegagalan. Yang terpenting adalah kejujuran, kerja keras, dan doa yang tulus.

Capaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi taktis bagi generasi muda di Jawa Barat maupun seluruh Indonesia. Setiap anak bangsa, tanpa memandang latar belakang, memiliki hak dan kesempatan setara untuk mengabdikan diri kepada negara sebagai prajurit TNI.

Hafid Nur Hidayah telah membuktikan bahwa semangat dan ketekunan dapat mengalahkan segala rintangan. Kisahnya menjadi pengingat berharga bahwa impian besar dapat diraih dengan usaha nyata, bahkan dari hal-hal sederhana seperti tiang pull up kayu buatan ayah.

MORE FROM THIS CATEGORY