Lintas Kota

Puluhan lapak bekas dan rumah warga terbakar di Kalideres Jakbar

Kebakaran Menghancurkan Puluhan Lapak dan Rumah di Kalideres Jakbar Puluhan lapak bekas dan rumah warga - Kebakaran besar melanda sejumlah lapak penjualan

Desk Lintas Kota
Published May 24, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Kebakaran Menghancurkan Puluhan Lapak dan Rumah di Kalideres Jakbar

Puluhan lapak bekas dan rumah warga – Kebakaran besar melanda sejumlah lapak penjualan barang bekas serta rumah warga di Jalan Permata Dalam, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, pada Minggu dini hari. Insiden ini menimbulkan kepanikan di antara penduduk setempat, dengan api yang dengan cepat memakan korban di area yang rentan terbakar. Menurut informasi yang didapat, kobaran api mulai terlihat sekitar pukul 03.30 WIB, saat warga tengah beraktivitas sederhana. Kebakaran ini menimpa puluhan lapak, yang terutama berisi barang-barang bekas, serta sejumlah rumah yang berdekatan.

Sumber Api dan Penyebaran Kebakaran

Kabarnya, api muncul dari lapak pengepul barang bekas yang berada di lokasi tersebut. Saiman, salah satu warga yang mengenal area tersebut, mengatakan bahwa api pertama kali terlihat dari lapak yang dikelola oleh seorang penjual barang bekas. “Api awalnya dari lapak barang bekas, sekitar jam setengah empat pagi. Cepat tadi (api membesar),” ujarnya. Menurut pengakuan Saiman, kobaran api dengan cepat merambat ke bangunan di sekitar, termasuk sejumlah rumah yang berada di bagian belakang area tersebut.

“Ada tadi (rumah-rumah) bagian belakang, tapi enggak tau berapa rumah,” tutur Saiman. Penyebab kebakaran dianggap bersifat sementara, namun kecepatan penyebaran api menyebabkan kerusakan yang luas. Material mudah terbakar di lapak-lapak, seperti kardus, plastik, dan papan, menjadi faktor utama yang mempercepat proses pembakaran. Dalam waktu singkat, api sudah menyentuh sejumlah bangunan tetangga, hingga akhirnya menghancurkan puluhan lapak dan beberapa rumah.

Kondisi di Lokasi Kebakaran

Kebakaran yang terjadi di Jalan Permata Dalam berdampak signifikan terhadap lingkungan sekitar. Lokasi ini dikenal sebagai daerah padat penduduk, dengan banyak lapak yang dipasang di sepanjang jalan. Penduduk sekitar menyebutkan bahwa kebakaran terjadi secara tiba-tiba, membuat warga terkejut dan segera berupaya mengendalikan situasi. Namun, karena api yang merambat cepat, warga hanya bisa mengamati dari jarak jauh sambil menunggu petugas pemadam kebakaran datang.

Pembakaran tersebut juga menimbulkan asap tebal yang mengganggu visibilitas dan menyebabkan kewaspadaan tinggi di lingkungan. Beberapa warga terpaksa mengungsi ke tempat lain sementara menunggu api dipadamkan. Petugas pemadam kebakaran yang dikerahkan mengalami kesulitan dalam mengendalikan api karena bahan-bahan yang mudah terbakar di lokasi. Tidak hanya itu, kondisi cuaca yang kering juga memperparah situasi.

Upaya Pemadaman yang Berlangsung

Untuk mengatasi kebakaran, sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Petugas bekerja keras dengan semangat tinggi guna memadamkan api yang masih berkobar. Namun, proses pemadaman tetap menghadapi tantangan, terutama karena jumlah material mudah terbakar yang melimpah. Saiman menambahkan bahwa api terus melahap berbagai bangunan, hingga akhirnya mengendalikan situasi sekitar pukul 06.00 WIB.

Warga juga memberikan bantuan aktif dengan mengatur lalu lintas dan membantu menutup jalur yang mengarah ke lokasi kebakaran. Sementara itu, para pemadam kebakaran terus bekerja untuk memadamkan api di berbagai titik. Meski sudah berhasil mengendalikan kobaran api, proses pemadaman masih berlangsung hingga saat ini. Beberapa titik api yang tersisa masih harus diperiksa secara rinci untuk memastikan tidak ada penyebaran kembali.

Kerugian dan Penyebab yang Belum Diketahui

Hingga saat ini, pihak kepolisian dan pemadam kebakaran masih menyelidiki penyebab pasti dari kebakaran ini. Belum ada laporan mengenai korban jiwa yang terjadi, meski beberapa warga mengatakan bahwa beberapa orang mengalami luka ringan akibat asap dan panas. Kerugian materiil juga belum bisa dihitung secara pasti, karena jumlah barang yang terbakar serta ukuran rumah yang hancur masih dalam proses pengecekan.

Sementara itu, sejumlah penduduk mengungkapkan bahwa mereka merasa khawatir karena api yang merambat cepat. “Kita sudah takut, karena api bisa merambat ke mana saja,” kata salah satu warga. Penyebab kebakaran bisa berasal dari faktor internal, seperti korsleting listrik atau api dari kompor yang terlupakan, atau faktor eksternal, seperti korek api yang terlempar atau sisa pembakaran yang tak terkendali. Saat ini, penyelidikan sedang berlangsung untuk menemukan sumber api secara akurat.

Dampak dan Persiapan Mendatang

Kebakaran di Kalideres Jakbar menjadi perhatian publik, terutama karena dampaknya terhadap kehidupan warga sekitar. Beberapa lapak yang terbakar menjadi kehilangan pendapatan sehari-hari, sementara rumah warga juga terkena kerusakan yang mengguncang keluarga. Pihak kelurahan dan warga berharap agar penyebab kebakaran segera terungkap, serta langkah pencegahan bisa diterapkan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Selain itu, warga juga meminta pemerintah setempat untuk mengevaluasi keamanan di area tersebut, terutama mengenai penggunaan material yang mudah terbakar di lapak-lapak. Beberapa warga mengatakan bahwa pembangunan lapak yang terlalu rapat menjadi risiko terhadap keselamatan. Dengan begitu, tindakan preventif seperti penggunaan perangkat pemadam yang lengkap atau pengaturan jarak antar lapak bisa menjadi solusi untuk mengurangi risiko kebakaran di masa depan.

Leave a Comment