Lintas Kota

Sebuah mobil diamuk massa usai diduga tabrak lari pemotor di Kembangan

otor di Kembangan Sebuah mobil diamuk massa usai diduga tabrak lari pemotor di Kembangan, Jakarta Barat, menimbulkan kegaduhan di Jalan Meruya Selatan

Desk Lintas Kota
Published June 22, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Sebuah Mobil Diamuk Massa Usai Diduga Tabrak Lari Pemotor di Kembangan

Sebuah mobil diamuk massa usai diduga tabrak lari pemotor di Kembangan, Jakarta Barat, menimbulkan kegaduhan di Jalan Meruya Selatan, tepatnya di depan kampus Universitas Mercu Buana. Insiden terjadi Senin lalu, saat kendaraan bermotor listrik bernomor polisi B-77-NRI dikemudikan oleh Albert Wibowo melaju dari arah utara ke selatan. Tiba-tiba, mobil tersebut menabrak sepeda motor yang dikendarai oleh Sutiyo, dengan nomor polisi B-6242-VDR, yang sedang berjalan dari arah selatan ke utara. Dugaan tabrak lari yang menimpa Sutiyo memicu reaksi liar dari massa sekitar, yang kemudian mengarah pada amukan terhadap mobil tersebut.

Menurut Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto, korban, Sutiyo, mengalami luka lecet pada bagian tangan dan kaki. Ia segera dibawa ke RSUD Kembangan untuk menerima perawatan medis. “Korban mengalami cedera ringan, namun kondisinya stabil,” jelas Joko. Ia menambahkan bahwa insiden ini menimbulkan kekacauan di sekitar lokasi, dengan massa yang terus mengejar mobil hingga mengalami kerusakan serius, termasuk kaca belakang yang pecah akibat dipukuli dengan benda tumpul.

Pengendara Mobil Terkejut dan Terpojok

Dalam video viral yang beredar di media sosial, terutama di akun Instagram @jakartabarat24jam, terlihat bahwa mobil yang diduga menabrak sepeda motor lalu melarikan diri dari kejar-kejaran massa. Sementara itu, Sutiyo mengalami cedera dan kaget karena mobil tersebut tidak berhenti setelah tabrakan. "Sesampainya di depan kampus, mobil itu langsung berjalan cepat dan menabrak motor yang melaju dari arah berlawanan," ujar Joko, menjelaskan kejadian tersebut. Massa yang terdiri dari warga sekitar langsung menghimpun dan memukuli mobil hingga terpojok.

Menurut informasi yang dihimpun, mobil yang terlibat dalam kejadian ini bergerak cukup cepat, sehingga mengakibatkan korban terjatuh dan terluka. "Korban mengalami luka ringan di bagian kaki dan tangan, tetapi tidak mengalami patah tulang atau cedera serius," tambah Joko. Meski demikian, aksi diamuk massa terhadap mobil tersebut sempat membuat kekacauan di sekitar jalan, dengan sejumlah warga mengumpulkan batu dan benda tumpul untuk menyerang kendaraan tersebut. Situasi ini berlangsung sekitar 10 menit sebelum polisi tiba di lokasi untuk mengamankan kendaraan dan mengidentifikasi pelaku.

Dalam video yang viral, terlihat kejadian tersebut memicu reaksi cepat dari warga sekitar. Massa yang kaget dan marah langsung mengejar mobil, yang terlihat berusaha menghindari penghambatan. Kaca belakang mobil pecah akibat serangan dari warga, sementara bagian lainnya juga mengalami kerusakan akibat pukulan dan penggondongan. "Pengemudi mobil tidak menampakkan diri meski massanya membanjiri lokasi," kata saksi mata yang enggan disebutkan namanya. Aksi ini dianggap sebagai bentuk kekecewaan warga karena merasa tidak adil terhadap korban yang menjadi sasaran tabrak lari.

Penyebab Tabrakan Masih Dikaji

Sebagai informasi tambahan, meskipun aksi diamuk massa terhadap mobil telah berlangsung, polisi masih terus mengejar penyebab tabrakan tersebut. "Kita sedang menginvestigasi apakah ada faktor kesalahan teknis atau manusia yang menyebabkan kejadian ini," jelas Joko. Dia menyebut bahwa petugas masih memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi serta saksi-saksi yang berada di area tersebut. Selain itu, polisi juga mengecek kondisi mobil dan sepeda motor untuk mengetahui tingkat kerusakan serta kemungkinan kecepatan kendaraan saat kejadian.

Insiden ini menjadi sorotan publik karena terjadi di kawasan padat penduduk dan diakui sebagai kejadian yang memicu emosi warga. Banyak warganet mengkritik tindakan pengemudi mobil yang diduga tabrak lari, sementara juga memuji keberanian massa dalam menuntut keadilan. "Jika mobil itu melanggar aturan lalu lintas, warga berhak memberikan sanksi," komentar seorang netizen dalam grup diskusi online. Dengan demikian, sebuah mobil diamuk massa usai diduga tabrak lari bukan hanya sekadar kejadian lalu lintas, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingatkan kesadaran masyarakat terhadap kepatuhan dalam berkendara.

Korban, Sutiyo, yang berusia sekitar 30-an, kini sedang menjalani perawatan di RSUD Kembangan. Meski tidak mengalami cedera parah, kejadian ini memberikan dampak psikologis yang cukup besar, terutama setelah menjadi korban diamuk massa. "Saya merasa takut dan marah, tetapi beruntung tidak terluka parah," ujarnya saat ditemui di rumah sakit. Sementara itu, mobil yang diamuk tersebut sempat ditinggalkan oleh pengemudinya, dan polisi mengatakan sedang memproses laporan untuk mengetahui motif kejadian tersebut.

Leave a Comment