Bawa 18 produsen ke FHI 2026, Belarus target kerja sama jangka panjang

7 hours ago  ·  3 min read
By Patricia Hernandez - fukushimask.com
khrisna-edit-1784659087-a2035feb72

Belarus Mengirimkan 18 Produsen ke FHI 2026 untuk Memperkuat Kemitraan dengan Indonesia

Fukushimask.com – Jakarta — Upaya Belarus dalam membangun hubungan ekonomi yang lebih kokoh dengan Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Melalui partisipasi aktif sebanyak 18 produsen produk agrikultur dan pangan asal Belarus, kedua negara ini berharap dapat menciptakan kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka ajang Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, dengan fokus utama pada pendekatan business-to-business antara pelaku usaha dari kedua negara.

Belarus sebagai Eksportir Produk Susu Global

Alexander Yakovchits, yang menjabat sebagai Wakil Menteri Agrikultur dan Pangan Belarus, menyampaikan bahwa negaranya telah lama dikenal sebagai salah satu eksportir utama produk-produk olahan susu di kancah internasional. Produk-produk unggulan Belarus mencakup berbagai jenis mentega dan keju yang telah diekspor ke berbagai negara di seluruh dunia. Dalam pernyataannya saat ditemui di lokasi FHI 2026, Yakovchits mengungkapkan optimisme terhadap respons positif dari para pelaku usaha Indonesia terhadap produk-produk Belarus.

«Kami melihat ada juga ketertarikan dari (para pelaku usaha di) sini (terhadap produk-produk Belarus). Kami berharap untuk bisa bekerja sama dalam rangka kemitraan strategis dan (menjaga) ketahanan pangan,» ujarnya saat ditemui dalam ajang FHI 2026 di Jakarta, Selasa.

Lebih lanjut, Yakovchits menjelaskan bahwa saat ini tercatat 17 perusahaan Belarus telah resmi dinyatakan lulus akreditasi untuk melaksanakan kegiatan ekspor ke Indonesia. Kondisi ini semakin diperkuat dengan ditandatanganinya Free Trade Agreement (FTA) untuk negara-negara Eurasian oleh Indonesia pada bulan Desember tahun lalu. Perjanjian dagang ini membuka peluang baru bagi kedua negara untuk meningkatkan volume perdagangan dan investasi.

«Dan dengan ditandatanganinya FTA (Free Trade Agreement) untuk Eurasian countries oleh Indonesia pada bulan Desember lalu, hal tersebut tentu saja membuat Indonesia dan Belarus memiliki potensi kerja sama yang lebih besar lagi,» ucap Yakovchits.

Potensi Perdagangan Bilateral yang Luas

Dalam kesempatan yang sama, Raman Ramanouski, Duta Besar Belarus untuk Indonesia, menyampaikan harapannya agar kehadiran berbagai produsen dari negaranya dapat memberikan dampak positif terhadap nilai perdagangan bilateral. Produk-produk yang dibawa mencakup keju, kue, cokelat, hingga berbagai jenis minuman yang memiliki potensi pasar besar di Indonesia.

«Kami melihat adanya potensi yang besar dalam pameran ini karena kami dapat bertemu mitra baru dan menghasilkan perjanjian (kerja sama) baru, membentuk kemitraan baru dengan perusahaan Indonesia, dan tentu saja, ini adalah peluang besar untuk meningkatkan perdagangan bilateral kami,» jelas Ramanouski.

Indonesia secara resmi menandatangani perjanjian dagang Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) pada tanggal 21 Desember 2025. Eurasian Economic Union (EAEU) merupakan blok kerja sama ekonomi regional yang beranggotakan lima negara, yaitu Rusia, Kazakhstan, Belarus, Armenia, dan Kirgizstan. Keanggotaan dalam blok ini memberikan keuntungan akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk dari negara-negara anggota.

Tujuh Kerja Sama Prioritas yang Disepakati

Baru-baru ini, Indonesia dan Belarus telah menyepakati tujuh kerja sama prioritas yang mencakup berbagai sektor strategis. Kesepakatan ini dicapai saat Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada tanggal 1-2 Juli lalu. Beberapa kesepakatan tersebut meliputi kerja sama industri antara Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Kementerian Perindustrian Republik Belarus, serta kerja sama bidang kebudayaan antara kementerian kebudayaan kedua negara.

Selain itu, terdapat pula kerja sama antara Otoritas Jasa Keuangan Indonesia dengan Bank Nasional Belarus dalam sektor keuangan. Bidang kesehatan juga menjadi fokus kerja sama antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan Kementerian Kesehatan Republik Belarus. Perjanjian atas kerja sama ilmiah dan teknis antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Republik Indonesia dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Belarus juga telah ditandatangani.

Kerja sama pertukaran laporan intelijen terkait pencucian uang, pendanaan terorisme, dan proliferasi senjata pemusnah massal antara PPATK Republik Indonesia dengan Departemen Pemantauan Keuangan Komite Kontrol Negara Belarus tentang Kerja sama menjadi salah satu poin penting lainnya. Terakhir, kerja sama bidang akreditasi nasional antara Komite Akreditasi Nasional Republik Indonesia dengan Republican Unitary Enterprise Belarusian State Center for Accreditation juga telah disepakati. Keseluruhan inisiatif ini menunjukkan komitmen kuat kedua negara untuk membangun hubungan yang berkelanjutan dan saling menguntungkan di berbagai sektor.

MORE FROM THIS CATEGORY