BMT Lombok Timur bangun ekosistem budi daya ikan hulu hingga hilir

11 hours ago  ·  3 min read
By Robert Davis - fukushimask.com
khrisna-edit-1784720295-615906f2d6

BMT Lombok Timur Membangun Rantai Nilai Perikanan Terintegrasi

Fukushimask.com – Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah BMT Tunas Harapan Syantara yang berlokasi di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, telah mengembangkan model bisnis perikanan yang menghubungkan seluruh rantai produksi dari hulu hingga hilir. Melalui siaran pers yang dirilis LPDB Koperasi di Jakarta pada hari Rabu, Ketua Pengurus KSPPS BMT THS, Sarni, menjelaskan bahwa koperasi ini tidak sekadar berfungsi sebagai lembaga pembiayaan konvensional.

Menurut Sarni, pendekatan closed loop ecosystem menjadikan koperasi sebagai jembatan penghubung antar berbagai pelaku usaha dalam satu ekosistem nilai yang saling terintegrasi. Strategi ini dirancang untuk memperkuat posisi para anggota, khususnya mereka yang bergerak di sektor perikanan, sehingga tantangan produksi dan pemasaran tidak lagi dihadapi secara individual.

“Bagi pembudidaya ikan, mereka tidak lagi bingung mencari modal, membeli pakan, ataupun menjual hasil panennya. Semua sudah terhubung dalam satu sistem,” ujar Sarni.

Ekosistem yang telah dibangun saat ini menaungi sekitar 300 pembudidaya ikan dengan dukungan sepuluh pengepul yang membina puluhan anggota. Sebagian dari hasil produksi anggota koperasi juga telah berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan dapur Program Makan Bergizi Gratis atau MBG yang digulirkan pemerintah.

Pertumbuhan dan Dukungan Kelembagaan

Sarni menambahkan bahwa kemitraan strategis dengan LPDB Koperasi telah mempercepat laju pertumbuhan koperasi. Dukungan berupa pembiayaan dan pendampingan kelembagaan menjadi faktor kunci yang meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan koperasi. Hal ini terlihat jelas dari beberapa indikator positif.

Pertumbuhan aset koperasi tercatat melonjak dari sekitar Rp10 miliar menjadi Rp18 miliar. Selain itu, simpanan anggota juga mengalami peningkatan signifikan, serta jaringan usaha yang dibangun bersama anggota semakin meluas ke berbagai sektor. Sejak didirikan pada tahun 2013, BMT THS tidak hanya fokus pada sektor perikanan, tetapi juga mendukung pelaku usaha lain seperti peternak ayam petelur dan pengepul hasil laut.

Skema Pembiayaan yang Fleksibel

Mahrip, salah satu anggota koperasi yang berprofesi sebagai pembudidaya ikan, menyampaikan bahwa pembiayaan dari koperasi sangat membantu menjaga keberlangsungan usahanya. Skema pembayaran yang ditawarkan dapat menyesuaikan diri dengan siklus produksi budidaya ikan yang sedang dijalani.

“Kalau pembudidaya ikan itu yang paling penting modal cepat dan pembayarannya menyesuaikan musim panen. Di BMT THS kami dibantu pembiayaan sesuai kebutuhan usaha. Cicilannya juga mengikuti siklus usaha kami, jadi tidak memberatkan,” ujarnya.

Menurut Mahrip, kehadiran koperasi telah menyelesaikan masalah klasik yang dihadapi pembudidaya, yaitu kesulitan memperoleh modal untuk membeli bibit maupun pakan. Hasil panen juga kini memiliki pasar yang lebih jelas berkat jaringan usaha yang telah dibangun oleh koperasi.

Ekspansi Distribusi Hasil Laut

Murdini, anggota koperasi lainnya yang bekerja sebagai pengepul ikan, memanfaatkan pembiayaan koperasi untuk membeli kendaraan operasional. Kendaraan tersebut digunakan untuk memperluas jangkauan distribusi hasil laut ke berbagai wilayah. Ia pernah mencoba mengajukan pinjaman ke bank, namun prosesnya tidak selalu lancar dan persetujuan tidak dijamin.

“Saya pernah mencoba mengajukan ke bank, tetapi belum tentu bisa disetujui. Di koperasi prosesnya lebih mudah, persyaratannya tidak rumit, dan sangat membantu usaha kami,” katanya.

Murdini menjelaskan bahwa saat ini usahanya memasok berbagai jenis hasil laut seperti ikan tongkol, tuna, cakalang, cumi, hingga sotong ke pasar tradisional di Lombok. Sebagian hasil tangkapan juga disalurkan ke dapur MBG, sementara ikan tuna berkualitas premium disimpan melalui fasilitas cold storage sebelum dipasarkan ke konsumen akhir.

MORE FROM THIS CATEGORY