Dipanggil Prabowo ke Istana, Chatib Basri bantah ditawari jadi Menkeu

2 months ago  ·  4 min read
By Robert Davis - fukushimask.com
1000029162

Dipanggil Prabowo ke Istana, Chatib Basri Bantah Ditetapkan Jadi Menkeu

Key Discussion – Di tengah beredarnya isu kabinet yang akan dirombak, ekonom senior Chatib Basri membantah berita bahwa ia ditawari jabatan Menteri Keuangan (Menkeu) oleh Presiden Prabowo Subianto saat bertemu di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (13/6) sore. Menurut Chatib, pertemuan tersebut hanya fokus pada diskusi mengenai situasi ekonomi nasional, bukan soal penunjukan menteri. “Tidak ada tawaran untuk jadi Menkeu. Kita hanya membahas soal ekonomi, kok,” jelasnya saat diberi kesempatan menjelaskan.

Konfirmasi dari Prasetyo Hadi

Menyusul pernyataan Chatib, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan penegasan bahwa pemerintah tidak memiliki rencana mengganti Menkeu saat ini, Purbaya Yudhi Sadewa. Ia mengatakan, tidak ada perubahan terkait struktur kabinet, meskipun berbagai nama dikaitkan dengan kemungkinan pergantian. “Tidak ada rencana untuk mengganti Menkeu, apalagi sampai sekarang,” tegas Prasetyo, menanggapi rumor yang beredar sejak beberapa hari terakhir.

Sebelumnya, Prabowo memanggil sejumlah tokoh penting, termasuk Chatib Basri dan Budi Gunadi Sadikin, ke Istana Kepresidenan. Pemanggilan ini dilakukan dalam rangka mengevaluasi kinerja kabinet dan mempersiapkan perubahan jika diperlukan. Namun, Chatib membantah bahwa ia diberi tawaran Menkeu, meskipun nama mantan menteri itu sempat mencuat sebagai calon pengganti Purbaya. “Saya hanya hadir dalam forum Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Pak Menkes tidak ikut,” tambahnya.

“Kami ikut perintah Bapak Presiden. Jadi, komitmennya kuat, maju terus. Mundur juga maju kita,”

Sebagai informasi, Purbaya Yudhi Sadewa, Menkeu saat ini, sempat menyatakan tetap mempertahankan jabatannya. Ia mengklaim bahwa pengunduran dirinya tidak diantisipasi, kecuali bila ada arahan khusus dari Presiden. “Saya masih menjalankan tugas dengan baik, dan tidak ada yang mengubah komitmen saya,” ujarnya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026, Jumat (5/6). Menurut Purbaya, isu pergantian Menkeu disebarkan untuk memengaruhi persepsi pasar.

Seiring dengan rumor tersebut, nama Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan, juga muncul sebagai kandidat potensial. Ia dianggap menjadi salah satu tokoh yang bisa diambil alih jabatan Menkeu. Namun, Chatib Basri menegaskan bahwa ia tidak berada dalam forum yang sama dengan Budi Gunadi. “Saya hanya bertemu denganDEN, termasuk Pak Luhut, dan tidak melibatkan Pak Menkes,” jelasnya.

Menurut sumber di lingkaran kabinet, pembahasan soal ekonomi dalam pertemuan tersebut merupakan bagian dari evaluasi kinerja pemerintah. Presiden Prabowo ingin memastikan kebijakan fiskal dan moneter tetap stabil, terutama di tengah tantangan ekonomi yang terus berlangsung. “Kita fokus pada strategi jangka panjang, bukan sekadar isu di media sosial,” kata seorang pejabat yang diutus untuk menjelaskan latar belakang pertemuan.

Pembahasan Ekonomi dan Konsistensi Kebijakan

Chatib Basri, yang pernah menjabat sebagai Menkeu era Susilo Bambang Yudhoyono, menekankan bahwa diskusi di Istana hanya tentang kondisi ekonomi. Ia mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo meminta masukan mengenai langkah-langkah untuk memperkuat perekonomian Indonesia. “Kita membahas potensi pertumbuhan, inflasi, dan investasi. Tidak ada soal penunjukan posisi,” katanya.

Sebagai mantan Menkeu, Chatib memiliki pengalaman dalam mengelola anggaran negara. Ia juga memperkuat bahwa ia tidak mengetahui adanya rencana pergantian. “Saya hanya datang sebagai bagian dari DEN untuk memberikan analisis ekonomi, bukan menjadi calon menteri,” tegasnya. Pernyataan ini bertujuan mengklarifikasi bahwa isu penunjukan Menkeu merupakan spekulasi, bukan keputusan resmi.

Pembahasan ekonomi yang dianggap lebih mendesak dibandingkan perubahan struktur kabinet, menurut sumber terpercaya, merupakan tindakan pencegahan terhadap ketidakstabilan pasar. Purbaya Yudhi Sadewa, yang dianggap memimpin kebijakan fiskal dengan baik, juga mempertahankan sikap optimis. Ia mengatakan bahwa hingga saat ini, ia masih mampu menjalankan tugas sehari-hari dan tidak ada indikasi keputusan untuk mundur.

Di sisi lain, Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah saat ini fokus pada koordinasi antarlembaga untuk memperkuat stabilitas ekonomi. Ia menjelaskan bahwa pertemuan di Istana Kepresidenan tidak hanya untuk mengupas isu Menkeu, tetapi juga untuk memastikan kebijakan ekonomi tetap terpadu. “Koordinasi antardepartemen menjadi prioritas. Kita ingin menjaga konsistensi kebijakan,” ujarnya.

Isu mengenai perombakan kabinet sebelumnya sempat memicu kegundahan di kalangan investor. Banyak analis menyebut bahwa spekulasi soal Menkeu bisa memengaruhi kepercayaan pasar. Namun, Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penjelasan bahwa ia tetap melanjutkan tugasnya. “Saya yakin kebijakan fiskal yang saya lakukan bisa berdampak positif, bahkan jika tidak ada perubahan,” imbuhnya.

Kesiapan Fasilitas Ekonomi

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga mengajak seluruh pihak untuk berdiskusi mengenai upaya meningkatkan efisiensi pengelolaan perekonomian. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga ekonomi dalam mencapai tujuan pembangunan. “Kita tidak ingin ada kekosongan dalam pemerintahan ekonomi. Semua lembaga harus bekerja sama,” kata Prabowo.

Chatib Basri menyatakan bahwa ia bersama DEN akan terus memberikan masukan ke Presiden. “Tujuan kami adalah mendukung kebijakan yang mampu menghadapi tantangan global,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan, tetapi pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah yang tepat. “Kita harus tetap waspada, tapi juga optimis,” tutur ekonom yang kini fokus pada konsultasi dengan pemerintah.

Kemungkinan pergantian Menkeu juga menjadi perhatian publik karena posisi tersebut memegang peran penting dalam kebijakan moneter dan fiskal. Meski Purbaya menetapkan dirinya sebagai Menkeu, ia tetap terbuka untuk pertimbangan jika ada kebutuhan. “Jika diperlukan, saya siap mengambil alih tugas yang lebih besar,” ujarn

MORE FROM THIS CATEGORY