Pemkot: Penerima manfaat MBG 3B di Mataram capai 24.867 jiwa

15 hours ago  ·  4 min read
By Joseph Wilson - fukushimask.com

Program Makan Bergizi Gratis Mataram Tembus 24.864 Penerima di Kategori 3B

Fukushimask.com – Pemkot – Kota Mataram, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat, kini mencatat cakupan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada segmen paling rentan — ibu hamil, ibu menyusui, dan balita — sebanyak 24.864 jiwa. Angka tersebut mencerminkan skala distribusi yang menyentuh seluruh wilayah administratif kota sekaligus menandai fase operasional penuh dari salah satu intervensi gizi terbesar yang pernah dijalankan di tingkat daerah.

Rincian Cakupan per Kelompok Sasaran

Dari total penerima tersebut, distribusi per kelompok menunjukkan komposisi berikut: 1.681 ibu hamil, 5.495 ibu menyusui, dan 17.686 anak balita. Proporsi terbesar jelas jatuh pada kelompok balita, yang secara demografis merupakan segmen paling luas sekaligus paling rentan terhadap defisiensi gizi kronis. Seluruh penerima tersebar di enam kecamatan yang membentuk wilayah Kota Mataram, sehingga tidak ada satu pun distrik administratif yang tertinggal dari jangkauan program.

Infrastruktur Dapur dan Sertifikasi Sanitasi

Untuk melayani volume penerima sebesar itu, pemerintah kota mengoperasikan 65 dapur MBG yang tersebar di berbagai titik. Setiap dapur telah memperoleh SLHS — Sertifikat Layak Hygiene Sanitasi — yang menjadi prasyarat mutlak sebelum dapur boleh memproduksi dan mendistribusikan makanan. Sertifikasi ini memastikan bahwa proses pengolahan, penyimpanan, hingga pengantaran memenuhi standar kebersihan pangan yang ditetapkan otoritas kesehatan, sehingga risiko kontaminasi mikroba atau pencemaran fisik dapat ditekan seminimal mungkin.

“Sasaran 3B tersebut tersebar di enam kecamatan se-Kota Mataram dengan 65 dapur MBG yang beroperasi dan telah mengantongi SLHS,” ujar H Lalu Martawang, Ketua Satuan Tugas MBG Kota Mataram, saat menyampaikan keterangan di Mataram pada Sabtu.

Posisi Strategis: Investasi Jangka Panjang, Bukan Sekadar Bantuan Pangan

Martawang, yang juga merangkap jabatan sebagai Asisten I Sekretariat Daerah Kota Mataram, menegaskan bahwa pelaksanaan MBG tidak boleh diperlakukan sebagai agenda rutin birokrasi. Dalam kerangka berpikir pemerintah kota, program ini merupakan investasi struktural jangka panjang yang bertujuan membentuk generasi penerus dengan fondasi kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas yang kuat. Implikasinya, kualitas pengawasan menjadi variabel penentu keberhasilan, bukan sekadar formalitas administratif.

Pemerintah Kota Mataram bersama pemangku kepentingan terkait — termasuk dinas kesehatan, dinas pendidikan, dan lembaga pengawas pangan — menjalankan mekanisme pengawasan berlapis. Mekanisme ini mencakup pemeriksaan berkala terhadap dapur, pemantauan distribusi harian, serta evaluasi berkala terhadap status gizi penerima. Kolaborasi lintas sektor dipandang sebagai tulang punggung agar target pelaksanaan program tetap berada dalam koridor ketentuan yang berlaku, baik untuk segmen 3B maupun untuk anak sekolah yang menjadi sasaran lain dari MBG.

“Kami tentu tidak ingin mempertaruhkan masa depan dan nyawa anak-anak kita, karena itu pelaksanaan harus dilakukan dengan pengawasan yang ketat,” tegas Martawang.

Dampak terhadap Angka Stunting: Tren Penurunan yang Terukur

Di sisi kesehatan masyarakat, intervensi MBG bagi kelompok 3B diposisikan sebagai salah satu instrumen utama dalam strategi penurunan prevalensi stunting di Mataram. Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr H Emirald Isfihan, menjelaskan bahwa data terkini menunjukkan prevalensi stunting di kota tersebut telah turun menjadi 5,3 persen, setara dengan sekitar 1.000 balita. Angka ini merupakan perbaikan dari posisi Desember 2025 yang tercatat sebesar 5,84 persen atau sekitar 1.200 balita.

Penurunan sekitar 0,54 poin persentase dalam rentang waktu singkat mengindikasikan bahwa kombinasi intervensi gizi, edukasi kesehatan ibu, dan pemantauan tumbuh-kembang anak mulai menghasilkan efek yang terukur. Meskipun demikian, capaian tersebut belum berarti ancaman stunting telah tereliminasi; sekitar seribu balita masih memerlukan intervensi lanjutan agar tidak mengalami hambatan pertumbuhan permanen yang berdampak pada kapasitas kognitif dan produktivitas mereka di masa depan.

“Melalui MBG, bersama kita wujudkan Mataram sehat, bergizi, dan bebas stunting,” kata Emirald Isfihan.

Implikasi dan Arah Kebijakan ke Depan

Skala distribusi 24.864 penerima yang telah berjalan secara operasional menempatkan Mataram sebagai salah satu kota dengan cakupan MBG kategori 3B yang paling komprehensif di tingkat daerah. Keberhasilan mempertahankan kualitas layanan pada volume sebesar ini — dengan 65 dapur bersertifikat dan enam kecamatan yang terlayani — akan menjadi tolok ukur bagi keberlanjutan program di tahun-tahun berikutnya.

Bagi masyarakat Mataram, kehadiran program ini berarti bahwa ibu hamil dan menyusui memperoleh asupan gizi tambahan tanpa beban biaya, sementara balita mendapatkan asupan protein dan mikronutrien yang selama ini menjadi faktor pembatas dalam pola makan rumah tangga berpenghasilan rendah. Dalam jangka panjang, jika tren penurunan stunting terus berlanjut dan kualitas pengawasan tetap terjaga, Mataram berpeluang menjadi model implementasi MBG tingkat kota yang dapat direplikasi di wilayah lain di NTB maupun di luar provinsi tersebut.

Yang menjadi penentu selanjutnya bukan lagi ketersediaan anggaran atau infrastruktur dapur, melainkan konsistensi pengawasan mutu pangan, ketepatan sasaran distribusi, serta kemampuan pemerintah kota membaca sinyal dini apabila ada kelompok penerima yang belum terjangkau secara merata. Dengan fondasi yang telah terbangun, tantangan terbesar kini bergeser dari fase pembangunan menuju fase pemeliharaan kualitas dan akuntabilitas layanan.

Frequently Asked Questions

What is Pemkot?

Pemkot is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pemkot matter?

Pemkot matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category