Profil 3 pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya yang tewas ditembak

18 hours ago  ·  4 min read
By Patricia Hernandez - fukushimask.com
Kedatangan-jenazah-korban-penembakan-oleh-KKB-di-Kupang-110826-KH-1

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Gugur Saat Menjalankan Penyaluran Bantuan Ternak

Fukushimask.com – Tiga aparatur yang bertugas di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, meninggal dunia dalam serangan bersenjata pada Rabu, 9 September 2026. Mereka sedang menjalankan perjalanan dinas untuk mendistribusikan bantuan ternak dan bibit kepada warga ketika rombongan diserang di Distrik Muliama.

Perjalanan tersebut diarahkan menuju wilayah Kimbim. Namun, kegiatan pelayanan masyarakat itu berakhir tragis setelah rombongan menjadi sasaran penembakan. Tiga korban yang meninggal ialah Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Mehan, dan Wili Mbuik.

Aparat kepolisian masih menangani lokasi kejadian, menelusuri rangkaian peristiwa, serta memburu pihak yang bertanggung jawab. Tiga selongsong peluru ditemukan di area serangan dan menjadi bagian dari barang yang diperiksa dalam penyelidikan.

Aprida Rapi, Kepala Bidang Peternakan

Aprida Rapi merupakan Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Perempuan berusia 49 tahun itu lahir di Makale, Kabupaten Tana Toraja, dan menetap di Wamena saat menjalankan tugas pemerintahan di Jayawijaya.

Dalam pekerjaan sehari-hari, Aprida mengemban tanggung jawab yang berkaitan dengan sektor peternakan. Pada hari penyerangan, ia ikut dalam rombongan yang membawa bantuan untuk masyarakat. Bantuan itu mencakup bibit dan ternak yang direncanakan untuk disalurkan kepada warga.

Kepergiannya menjadi kehilangan bagi lingkungan kerja dan pelayanan pertanian daerah. Tugas yang dijalankannya ketika insiden terjadi merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan dukungan bagi kebutuhan masyarakat di wilayah tujuan.

Alfonsius Albinus Mehan, Dokter Hewan dari Sikka

Korban kedua, Alfonsius Albinus Mehan, berusia 35 tahun. Ia bekerja sebagai dokter hewan di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Alfonsius berasal dari Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Keahlian dokter hewan memiliki peran penting dalam kegiatan yang berhubungan dengan ternak, termasuk pendampingan kesehatan hewan dan keberlangsungan bantuan yang diterima masyarakat. Alfonsius turut terlibat dalam perjalanan dinas untuk kegiatan penyaluran bantuan pangan serta bibit ternak.

Alfonsius terkena tembakan saat serangan berlangsung di Distrik Muliama. Setelah peristiwa tersebut, jenazahnya bersama jenazah Aprida berada di Wamena untuk proses penanganan lebih lanjut.

Peristiwa ini memperlihatkan risiko yang dapat dihadapi pegawai lapangan ketika tugas pelayanan harus dilakukan melalui perjalanan menuju wilayah-wilayah yang membutuhkan pendampingan langsung. Bagi petugas pertanian, distribusi bantuan tidak semata berkaitan dengan pengiriman barang, melainkan juga memastikan program dapat menjangkau penerima.

Wili Mbuik, CPNS yang Baru Mengabdi

Wili Mbuik juga menjadi korban dalam penembakan tersebut. Ia merupakan pegawai Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang bertugas di lingkungan Dinas Pertanian. Wili dikenal sebagai calon pegawai negeri sipil atau CPNS yang baru memulai masa pengabdian di Papua Pegunungan.

Ia berasal dari Nusa Tenggara Timur, dengan asal daerah di Rote Ndao. Dalam perjalanan menuju lokasi penyaluran bantuan, Wili bergabung dengan rekan-rekan dari Dinas Pertanian Jayawijaya. Luka tembak yang dialaminya menyebabkan ia meninggal dunia.

Kepergian Wili menambah duka dalam insiden tersebut. Sebagai aparatur yang baru memulai karier, ia tengah menjalankan tugas pelayanan publik bersama tim yang membawa bantuan bagi masyarakat.

Penyelidikan dan Perhatian terhadap Keamanan Petugas

Penembakan terjadi ketika ketiga pegawai itu menjalankan tugas pemerintahan. Rombongan membawa bantuan berupa bibit dan ternak, yang dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan warga di wilayah sasaran. Kegiatan seperti ini menuntut koordinasi lapangan, perjalanan antardaerah, dan keterlibatan tenaga teknis dari instansi pertanian.

Aparat masih mendalami identitas pelaku serta motif serangan. Dugaan mengarah pada keterlibatan kelompok bersenjata, tetapi penyidikan tetap diperlukan untuk memastikan kronologi secara utuh dan menetapkan pihak yang harus bertanggung jawab.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Aprida, Alfonsius, dan Wili. Ia juga meminta agar keselamatan petugas yang bekerja di daerah rawan memperoleh perhatian serius.

Pengamanan bagi aparatur lapangan menjadi hal penting, terutama ketika program pemerintah membutuhkan kehadiran langsung di lokasi. Perlindungan tersebut relevan agar kegiatan pelayanan, pendampingan, dan distribusi bantuan dapat tetap dijalankan tanpa mengabaikan keselamatan petugas.

Bagi masyarakat Jayawijaya, insiden ini bukan hanya perkara terganggunya perjalanan dinas. Tiga orang kehilangan nyawa saat menjalankan pekerjaan untuk membantu warga melalui sektor pertanian dan peternakan. Proses hukum serta pengungkapan fakta di lapangan diharapkan dapat memberi kejelasan atas serangan yang menewaskan ketiga pegawai tersebut.

Frequently Asked Questions

What is Profil 3 pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya?

Profil 3 pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Profil 3 pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya matter?

Profil 3 pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *