Jay Idzes Jalani Rehabilitasi usai Mengalami Cedera Quadriceps
Fukushimask.com – Bek tim nasional Indonesia, Jay Idzes, harus memulai masa pemulihan setelah mengalami masalah pada otot paha depan kiri. Cedera tersebut terjadi ketika ia membela Sassuolo dalam pertandingan Liga Italia musim 2026/2027 melawan Juventus di Stadion Mapei, Senin WIB.
Idzes tampil sejak awal laga dalam duel yang berakhir dengan kemenangan Sassuolo 3-2. Namun, ia tidak dapat menuntaskan pertandingan. Pelatih Alberto Aquilani menariknya keluar pada menit ke-81 dan memasukkan Duje Caleta-Car, bek asal Kroasia yang memiliki pengalaman luas di kompetisi Eropa.
Pemeriksaan medis kemudian memastikan bahwa pemain berusia 26 tahun itu mengalami robekan tingkat sedang pada otot quadriceps kaki kirinya. Quadriceps merupakan kelompok otot di bagian depan paha yang berperan besar dalam berlari, menendang, melompat, serta melakukan perubahan arah. Cedera di area ini biasanya membutuhkan pemulihan bertahap agar pemain dapat kembali bergerak maksimal tanpa meningkatkan risiko gangguan berulang.
“Sassuolo Calcio mengumumkan bahwa, menyusul cedera yang dialami dalam pertandingan melawan Juventus pada hari Minggu, 13 September, pemain Jay Idzes telah menjalani pemeriksaan medis yang menunjukkan adanya robekan tingkat sedang pada otot quadriceps kaki kirinya. Bek tersebut telah memulai proses rehabilitasi.”
Proses rehabilitasi menjadi fokus utama Idzes dalam beberapa pekan ke depan. Estimasi absennya berada di kisaran enam hingga delapan pekan, sehingga Sassuolo perlu menyesuaikan pilihan pemain di lini pertahanan selama sang bek menjalani pemulihan.
Dampak bagi Sassuolo
Cedera itu datang ketika Idzes telah mulai membangun menit bermain bersama Sassuolo pada musim 2026/2027. Ia sudah mencatatkan tiga penampilan musim ini. Jika digabungkan dengan catatan sejak musim sebelumnya, jumlah pertandingan Idzes untuk klub tersebut telah mencapai 38 laga.
Kehadiran Idzes memberi pilihan penting di barisan belakang Sassuolo, terutama karena ia mampu bermain sebagai bek tengah dengan ketenangan dalam menghadapi tekanan lawan. Laga melawan Juventus juga memperlihatkan besarnya arti kemenangan 3-2 bagi Sassuolo, meski hasil positif itu dibayangi situasi cedera yang dialami pemain Indonesia tersebut.
Dalam periode pemulihan, target utama bagi Idzes bukan semata-mata kembali secepat mungkin, melainkan memastikan kondisi paha kirinya cukup siap untuk menghadapi tuntutan pertandingan kompetitif. Pemain yang pulih dari cedera otot perlu melewati tahapan latihan fisik, penguatan otot, dan adaptasi intensitas sebelum kembali masuk ke ritme laga.
Absennya Idzes selama beberapa pekan juga berarti ia berpotensi melewatkan sejumlah agenda klub. Sassuolo memiliki alternatif di lini belakang, termasuk Caleta-Car yang menggantikannya pada pertandingan melawan Juventus. Meski demikian, kembalinya Idzes tetap akan menjadi kabar penting bagi tim karena ia telah menjadi bagian dari skuad dalam dua musim terakhir.
Peluang tampil di ASEAN Cup 2026 menipis
Kondisi tersebut turut memengaruhi kemungkinan Idzes membela timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen internasional FIFA untuk Divisi 1 itu berlangsung di Indonesia pada 25 September hingga 5 Oktober.
Indonesia berada di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Tim Garuda dijadwalkan membuka perjalanan mereka dengan menghadapi Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Jumat, 25 September.
Dengan perkiraan masa pemulihan enam sampai delapan pekan, waktu penyelenggaraan turnamen berada sangat dekat dengan awal rehabilitasi Idzes. Situasi ini membuat peluangnya tampil di ajang tersebut semakin kecil. Keputusan mengenai kesiapan seorang pemain yang baru pulih tentu harus mempertimbangkan kondisi fisik, respons tubuh terhadap latihan, serta kebutuhan untuk mencegah cedera kambuh.
Bagi Indonesia, Idzes merupakan salah satu pemain yang telah memiliki pengalaman cukup di level internasional. Sejak menjalani debut saat menghadapi Vietnam pada putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2025, 21 Maret 2024, ia telah mengoleksi 18 penampilan bersama timnas dan menyumbang satu gol.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa Idzes telah menjadi bagian penting dalam perjalanan tim nasional dalam beberapa tahun terakhir. Pengalamannya bermain di Italia juga memberi nilai tersendiri, khususnya dalam pertandingan yang menuntut organisasi pertahanan dan duel fisik yang kuat.
Pemulihan menjadi prioritas
Pada fase ini, perhatian utama tertuju pada kelancaran rehabilitasi sang bek. Cedera quadriceps tingkat sedang memerlukan kehati-hatian karena otot paha depan bekerja hampir dalam setiap gerakan penting pemain sepak bola. Memaksakan kembali bermain sebelum benar-benar siap dapat mengganggu proses pemulihan yang sedang dijalani.
Idzes akan berusaha kembali setelah kondisi fisiknya memungkinkan, baik untuk Sassuolo maupun timnas Indonesia. Sementara itu, perkembangan rehabilitasinya akan menentukan kapan ia dapat kembali berlatih penuh dan melanjutkan kontribusinya di atas lapangan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Jay Idzes alami cedera otot paha?
Jay Idzes alami cedera otot paha is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Jay Idzes alami cedera otot paha matter?
Jay Idzes alami cedera otot paha matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

