Ekonomi kreatif didorong masuk agenda penguatan pembelajaran di kampus

9 hours ago  ·  4 min read
By Linda Martin - fukushimask.com
02a1115e-3e09-4a31-b391-37ae01380ebb-1

Kampus Didorong Perkuat Pembelajaran Ekonomi Kreatif

Fukushimask.com – Perguruan tinggi didorong mengambil peran lebih besar dalam menyiapkan talenta ekonomi kreatif sebagai bagian dari strategi Indonesia menuju negara berpendapatan tinggi. Penguatan tersebut dipandang perlu berjalan beriringan dengan peningkatan penguasaan sains dan teknologi di lingkungan kampus.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menempatkan dua bidang itu sebagai fondasi penting bagi percepatan ekonomi nasional yang sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto. Pengembangan ekonomi kreatif, dalam pandangannya, tidak dapat lagi diperlakukan hanya sebagai sektor tambahan dalam pembangunan.

“Ada dua hal yang bisa menopang lompatan ekonomi, yang pertama adalah penguasaan sains dan teknologi, yang kedua adalah ekonomi kreatif,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Gagasan tersebut menegaskan bahwa inovasi tidak hanya lahir dari laboratorium, riset teknik, atau pengembangan teknologi. Produk budaya, desain, animasi, musik, konten, serta berbagai karya berbasis kreativitas juga memiliki nilai ekonomi ketika didukung kemampuan produksi, teknologi, dan akses pasar yang memadai.

Ekonomi Kreatif dalam Pembelajaran Kewirausahaan

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyiapkan penguatan materi ekonomi kreatif dalam pembelajaran kewirausahaan bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Rencana itu mencakup mahasiswa dari rumpun STEM, yakni sains, teknologi, teknik, dan matematika, maupun bidang non-STEM.

Pendekatan lintas program studi menjadi penting karena karya kreatif kini semakin berkaitan dengan teknologi. Mahasiswa bidang teknologi dapat berkontribusi melalui pengembangan platform, perangkat digital, atau solusi produksi. Pada saat yang sama, mahasiswa dari bidang seni, komunikasi, bisnis, dan sosial dapat mengembangkan gagasan, narasi, desain, serta model usaha yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kita akan memasukkan ekonomi kreatif, ke dalam salah satu kurikulum di kampus-kampus kita,” ucap dia.

Penguatan materi tersebut diharapkan memberi mahasiswa pemahaman bahwa kewirausahaan tidak semata-mata berkaitan dengan mendirikan usaha. Mahasiswa juga perlu melihat bagaimana gagasan kreatif dapat dikembangkan menjadi karya bernilai, dikelola secara profesional, dan dipadukan dengan kemampuan ilmiah maupun teknologi.

Brian, yang juga menjabat Ketua Dewan Kehormatan Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional atau Gekrafs, mengapresiasi kehadiran Gekrafs Kampus. Inisiatif itu telah berkembang di lebih dari 20 perguruan tinggi dan dinilai dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi kreatif secara lebih terarah.

“Jadi ini akan membuat kreativitas adik-adik kita mahasiswa menjadi lebih terarah, jadi lebih berbarengan dengan penguasaan sains dan teknologi,” ujar dia.

Rencana Kompetisi Karya pada 2027

Selain penguatan pembelajaran, Kemdiktisaintek menargetkan penyelenggaraan kompetisi karya ekonomi kreatif dari perguruan tinggi pada 2027. Ajang tersebut membuka peluang bagi karya mahasiswa untuk ditampilkan lebih luas, sekaligus menjadi sarana bagi kampus dalam menunjukkan hasil pengembangan talenta kreatif.

Kompetisi dapat menjadi titik temu antara ide, kemampuan teknis, dan praktik kewirausahaan. Bagi mahasiswa, pengalaman menyiapkan karya untuk dipresentasikan membantu membangun pemahaman tentang proses kreatif yang tidak berhenti pada gagasan awal. Sebuah karya perlu dikembangkan, diuji, dikomunikasikan, dan memiliki arah yang jelas agar dapat memberi manfaat ekonomi.

Brian mencontohkan Pixar dalam industri animasi serta BTS dalam industri musik untuk menggambarkan besarnya potensi nilai yang dapat lahir dari karya kreatif. Contoh tersebut menunjukkan bahwa industri kreatif mampu membangun pengaruh luas ketika kreativitas, kemampuan profesional, teknologi, dan ekosistem pendukung saling menguatkan.

“Jadi, semoga kita akan segera melihat munculnya karya-karya besar anak bangsa karena ekonomi kreatif ini,” tutur Mendiktisaintek Brian Yuliarto.

Bagi kampus, pengembangan ekonomi kreatif juga berarti membuka ruang kolaborasi antarmahasiswa dengan latar keilmuan berbeda. Karya animasi, misalnya, dapat melibatkan kemampuan seni visual, penulisan cerita, musik, pemrograman, dan manajemen produksi. Pola serupa dapat ditemukan dalam pengembangan permainan digital, desain produk, konten kreatif, hingga layanan berbasis teknologi.

Ekosistem Menjadi Penentu

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menekankan bahwa pertumbuhan pelaku dan karya kreatif membutuhkan ekosistem yang kuat. Dukungan tersebut mencakup ketersediaan teknologi dan infrastruktur digital, kolaborasi yang berkelanjutan, remunerasi yang layak, serta akses terhadap pendanaan dan investasi.

Keberadaan ekosistem ini penting agar mahasiswa dan pelaku kreatif tidak hanya mampu menghasilkan karya, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan karya tersebut secara berkelanjutan. Akses digital dapat memperluas jangkauan karya, sementara kolaborasi mempertemukan kreator dengan pihak yang memiliki keahlian, jaringan, atau sumber daya berbeda.

Remunerasi yang adil juga menjadi bagian penting dalam penguatan sektor kreatif. Penghargaan terhadap tenaga, gagasan, dan keahlian kreator akan membantu menciptakan iklim kerja yang sehat. Sementara itu, akses pendanaan dan investasi diperlukan ketika suatu karya memasuki tahap pengembangan yang membutuhkan sumber daya lebih besar.

Integrasi ekonomi kreatif ke dalam agenda pembelajaran kampus pada akhirnya diharapkan memperluas pilihan bagi mahasiswa untuk berkarya dan berwirausaha. Dengan penguasaan sains, teknologi, dan kreativitas yang tumbuh bersama, perguruan tinggi dapat menjadi salah satu ruang penting bagi lahirnya inovasi serta karya anak bangsa.

Frequently Asked Questions

What is Ekonomi kreatif didorong masuk agenda penguatan?

Ekonomi kreatif didorong masuk agenda penguatan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Ekonomi kreatif didorong masuk agenda penguatan matter?

Ekonomi kreatif didorong masuk agenda penguatan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *