Yang Dibahas: Price atasi Pineiro untuk pertahankan tiga sabuk juara dunia
Price Pertahankan Tiga Sabuk Juara Dunia Usai Kalahkan Pineiro
Jakarta – Kemenangan Laurence Price di Cardiff
Minggu WIB di Cardiff, Wales, petinju asal Wales, Lauren Price, berhasil mempertahankan gelar ketiganya sebagai juara dunia kelas welter (66,7 kg) dari WBC, WBA, dan IBF setelah mengatasi Stephanie Pineiro Aquino. Kemenangan ini diraih dengan skor 98-92, 98-92, dan 99-91, dengan Price unggul di sebagian besar ronde melalui penilaian juri.
Dari awal pertandingan, Price menunjukkan dominasi tempo, memadukan kecepatan tangan dan pergerakan kaki yang teratur. Ia bermain disiplin, menjaga jarak, dan mengirimkan jab akurat yang membuat Pineiro kesulitan mengembangkan serangan. Meski Pineiro, dengan rekor tak terkalahkan, berusaha menekan dengan serangan mendekat, upayanya sering terhenti oleh pertahanan Price yang rapat.
Pertarungan memasuki ronde tengah, Price semakin menguasai alur pertandingan dengan kombinasi jab dan pukulan lurus kanan. Meski Pineiro mencoba membalas dengan serangan balik, pukulan-pukulan itu tidak cukup memastikan keunggulan. Di ronde keempat, Price mengalami cedera robek di bagian mulut, namun kondisi tersebut tidak menghambat performa sang juara bertahan.
Kemudian, dalam ronde akhir, Price tetap mengontrol jalannya pertandingan. Pineiro, yang membutuhkan keuntungan besar untuk membalikkan skor, terus menyerang, tetapi belum mampu merubah nasib. Setelah sepuluh ronde selesai, ketiga juri sepakat memberikan kemenangan mutlak kepada Price.
“Saya langsung merasakan bibir terkena pukulan keras, sesuatu yang langka terjadi dalam karier profesional saya,” ujar Price setelah pertandingan. Ia menilai pengalaman ini sebagai bagian dari tantangan yang harus dihadapi dalam dunia tinju.
Dengan hasil ini, Price menjaga rekor tak terkalahkannya menjadi 10 kemenangan (dua KO) sekaligus mempertahankan tiga gelar juara dunia. Sementara itu, Pineiro, yang datang ke Cardiff dengan catatan sempurna, kini memiliki rekor 10 kemenangan (tiga KO) dan satu kekalahan setelah tumbang di kali pertama dalam karier profesionalnya.
