Gubernur Sulsel kawal program MYP irigasi dukung produksi pertanian

5 hours ago  ·  4 min read
By Linda Martin - fukushimask.com
IMG-20260705-WA0010

Rehabilitasi Irigasi Sulsel Ditargetkan Dorong Intensitas Tanam Petani

Fukushimask.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melanjutkan pengawalan terhadap program rehabilitasi jaringan irigasi melalui skema Multi Years Project (MYP) periode 2025-2027. Program ini diarahkan untuk memperkuat pasokan air ke lahan pertanian, sehingga petani memiliki peluang meningkatkan frekuensi masa tanam dalam satu tahun.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menekankan bahwa perbaikan irigasi memiliki dampak yang lebih luas daripada pembangunan saluran secara fisik. Ketersediaan dan kelancaran distribusi air dinilai menjadi faktor penting bagi petani untuk menjaga produktivitas sawah.

“Kita terus kawal pengerjaannya. Infrastruktur irigasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagaimana air bisa sampai ke lahan-lahan pertanian dan mempercepat akselerasi produksi yang tadinya IP 100 menjadi IP 300,” jelasnya.

Target dari Satu Menjadi Tiga Kali Tanam

Pemulihan saluran irigasi diharapkan dapat membantu lahan yang sebelumnya hanya memiliki Indeks Pertanaman atau IP 100, yaitu satu kali tanam dalam setahun, untuk berkembang hingga IP 300. Dengan tingkat tersebut, lahan berpotensi ditanami tiga kali dalam periode satu tahun apabila kebutuhan air dan kondisi pendukung lainnya terpenuhi.

Bagi kawasan pertanian, fungsi irigasi tidak berhenti pada penyaluran air dari hulu ke sawah. Jaringan yang bekerja dengan baik membantu mengatur ketersediaan air pada masa pengolahan lahan, penanaman, hingga pertumbuhan tanaman. Karena itu, rehabilitasi diarahkan agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh petani di area layanan irigasi.

Program MYP irigasi di Sulawesi Selatan dibagi dalam empat paket pekerjaan dengan nilai kontrak keseluruhan Rp500 miliar. Pelaksanaannya menjadi bagian dari upaya memperbaiki jaringan yang menopang kawasan persawahan di berbagai daerah di provinsi tersebut.

“Alhamdulillah, progres rehabilitasi irigasi terus berjalan. Kita ingin memastikan jaringan irigasi yang menjadi penopang lahan pertanian dapat berfungsi dengan baik, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh petani,” katanya.

Layanan untuk 54.000 Hektare Sawah

Rehabilitasi daerah irigasi yang sedang dikerjakan melayani total sekitar 54.000 hektare lahan sawah di Sulawesi Selatan. Cakupan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pekerjaan tidak hanya berkaitan dengan satu wilayah, melainkan juga berkaitan dengan kesinambungan aktivitas pertanian di sejumlah kabupaten.

Jaringan irigasi yang pulih dapat memberi kepastian yang lebih baik bagi petani dalam menyusun jadwal tanam. Saat air dapat dialirkan hingga ke lahan, proses budidaya tidak semata bergantung pada pola hujan. Kondisi ini juga mendukung percepatan siklus produksi pada area sawah yang sebelumnya memiliki intensitas tanam lebih rendah.

Pemerintah provinsi menempatkan program tersebut sebagai pekerjaan bertahap selama 2025 hingga 2027. Pengawalan proyek diperlukan agar rehabilitasi tidak hanya selesai pada konstruksi, tetapi juga menghasilkan saluran yang dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan pengairan pertanian.

Paket Empat Menjangkau Wilayah Utara Sulsel

Salah satu pekerjaan yang terus menunjukkan kemajuan adalah Paket 4. Paket ini mencakup rehabilitasi daerah irigasi di Kabupaten Enrekang, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara, serta Luwu Timur. Wilayah-wilayah tersebut menjadi bagian dari penguatan layanan irigasi di kawasan utara Sulawesi Selatan.

Anggaran untuk Paket 4 berada di kisaran Rp120 miliar. Pekerjaan tersebut mencakup delapan Daerah Irigasi yang dirancang untuk memperkuat jaringan pengairan pada kawasan pertanian di lima kabupaten itu.

Dua daerah irigasi dalam paket tersebut memiliki cakupan layanan yang jelas. Daerah Irigasi Kuri-Kuri Kasambi di Kabupaten Luwu Utara melayani area sekitar 887 hektare. Sementara itu, Daerah Irigasi Lengkong Pini di Kabupaten Luwu memiliki luas layanan sekitar 728 hektare.

Perbaikan di dua lokasi itu menjadi bagian dari cakupan yang lebih besar dalam Paket 4. Ketika jaringan utama maupun pendukung berfungsi dengan baik, air dapat dialirkan menuju areal persawahan yang menjadi sasaran layanan. Hal ini penting bagi petani yang membutuhkan ketersediaan air secara lebih teratur sepanjang tahapan produksi.

Infrastruktur Air sebagai Penopang Produksi

Program rehabilitasi irigasi menempatkan infrastruktur air sebagai salah satu penopang utama sektor pertanian. Sawah membutuhkan sistem distribusi yang berfungsi agar waktu tanam dapat direncanakan lebih baik dan pemanfaatan lahan dapat ditingkatkan.

Target peningkatan dari IP 100 menuju IP 300 menggambarkan arah yang ingin dicapai melalui pemulihan jaringan tersebut. Artinya, manfaat yang diharapkan bukan sekadar saluran yang telah diperbaiki, melainkan bertambahnya kesempatan budidaya bagi petani dalam satu tahun.

Dengan proyek yang tersebar di sejumlah kabupaten dan melayani puluhan ribu hektare sawah, pelaksanaan MYP irigasi menjadi bagian penting dari dukungan terhadap produksi pertanian Sulawesi Selatan. Pemerintah provinsi akan terus mengawal pekerjaan agar jaringan yang direhabilitasi mampu menjalankan fungsi pengairannya bagi lahan pertanian.

Frequently Asked Questions

What is Gubernur Sulsel kawal program MYP irigasi?

Gubernur Sulsel kawal program MYP irigasi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Gubernur Sulsel kawal program MYP irigasi matter?

Gubernur Sulsel kawal program MYP irigasi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *