Isu Penting: Koster minta pembangunan tahap II Turyapada Tower selesai tepat waktu
Koster Optimis Pembangunan Tahap II Turyapada Tower Berjalan Lancar
Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster melakukan inspeksi langsung di lokasi proyek Turyapada Tower, Kabupaten Buleleng, dalam upaya memastikan proses konstruksi tahap kedua berjalan sesuai jadwal. Ia menegaskan bahwa proyek ini harus diselesaikan tepat waktu, namun kualitas tidak boleh dikorbankan. “Ini bukan hanya bangunan biasa, tapi sebuah ikon yang mewakili kemajuan Bali,” ujar Koster, Minggu.
Pengembangan Tahap Awal Telah Selesai
Dalam pemeriksaannya, Koster menyatakan bahwa pengerjaan tahap pertama Turyapada Tower telah mencapai akhir. Bangunan yang memiliki tinggi 115 meter dan letak di ketinggian 1.521 meter di atas permukaan laut ini sudah rampung dan berfungsi sebagai pemancar siaran digital di wilayah Bali Utara, Barat, dan Timur. Proyek juga menandai kerja sama dengan 30 stasiun televisi.
Elemen Pembangunan Tahap II Dibahas
Di fase berikutnya, Koster meninjau beberapa bagian kritis proyek, seperti area komunal, jalur transportasi gondola, dan fasilitas pendukung seperti glamping, ruang pameran, serta museum telekomunikasi. Perhatian khusus diberikan pada desain lingkungan sekitar, termasuk akses ke area parkir dan hubungan antara terminal gondola dengan ruang tunggu wisata.
“Kita harus konsisten menggunakan bahan berkualitas, karena desainnya telah dirancang secara matang. Dengan demikian, menara ini akan menjadi yang terbaik di dunia,” katanya.
Target Pekerjaan Konstruksi
Koster menargetkan seluruh konstruksi tahap II akan selesai pada akhir November 2026, dilanjutkan dengan proses perapian dan persiapan peresmian di bulan Desember tahun yang sama. Ia mengingatkan bahwa spesifikasi teknis proyek tidak boleh turun, termasuk dalam penataan lingkungan yang diharapkan mencapai standar internasional.
Fasilitas Edukasi dan Ekonomi Lokal
Turyapada Tower dirancang sebagai kompleks multifungsi yang menggabungkan teknologi komunikasi dan sektor pariwisata. Selain menjadi pemancar TV digital, internet, serta radio komunitas, kawasan ini juga dikembangkan sebagai destinasi edukasi dengan planetarium, skywalk, jembatan kaca, restoran putar, dan ruang statis. Terdapat pula museum budaya Bali serta laboratorium pendidikan.
Untuk mendorong perekonomian daerah, Koster menyebutkan akan dibangun pusat UMKM dan gedung konferensi yang menargetkan pasar wisata MICE. Area luar menara akan dilengkapi kebun bunga, kebun buah, taman bermain anak, dan wahana outbound seperti flying fox. Parkir seluas sekitar satu hektare serta gondola sepanjang 1,4 kilometer akan memudahkan pengunjung mencapai lokasi utama.
