Airlangga Sebut Data Center Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Key Strategy – Jakarta, Rabu – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pengembangan pusat data (data center) merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melebihi angka 8 persen. Menurutnya, data center berperan sebagai pilar utama dalam mendorong transformasi ekonomi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), yang dilihat sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi masa depan.
Peran Data Center dalam Ekonomi Digital
Airlangga menyampaikan bahwa, tanpa infrastruktur data center yang memadai, pelaksanaan AI tidak akan bisa tercapai. “Kita ingin pertumbuhan ekonomi di atas 8 persen, dan salah satu kuncinya adalah ekonomi digital. Di tengah itu, AI menjadi motor penggerak utama, dan AI akan berkembang baik jika data center diperkuat,” jelasnya dalam acara 1-Dekade IDPRO 2026: Indonesia’s Future through the Development and Strengthening of Digital Talent in Indonesia’s Data-Centre Sector as an ASEAN Hub Centre of Excellence, yang digelar di Jakarta.
“Indonesia lebih siap dibanding negara ASEAN lainnya, oleh karena itu pengembangan talenta digital, data center, dan industri semikonduktor harus terus didorong agar kita tidak tertinggal dalam persaingan ekonomi digital global,” tambah Airlangga.
Dalam kesempatan itu, Airlangga juga mengapresiasi kontribusi IDPRO selama sepuluh tahun terakhir dalam memajukan industri data center nasional. Ia menyatakan bahwa sektor ini telah berubah menjadi faktor kunci bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia, terutama karena meningkatnya permintaan akan infrastruktur digital untuk mendukung berbagai aktivitas ekonomi dan kemajuan teknologi.
Kerja Sama ASEAN dan DEFA
Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah terus meningkatkan kolaborasi digital di tingkat kawasan melalui Digital Economic Framework Agreement (DEFA). Ia menargetkan DEFA akan ditandatangani dalam KTT ASEAN mendatang, sehingga memperkuat kerja sama ekonomi digital antarnegara. Dengan adanya DEFA, ia optimis ekonomi digital ASEAN akan berkembang lebih pesat, sekaligus memberi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai pusat ekonomi digital kawasan.
Menurut Airlangga, data center tidak hanya menjadi tulang punggung ekonomi digital, tetapi juga mendorong keberlanjutan pertumbuhan sektor lainnya. “Dengan infrastruktur data center yang baik, Indonesia bisa mempercepat pemanfaatan teknologi digital, termasuk AI, untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi,” tambahnya.
Potensi Keunggulan Indonesia
Ia menyoroti sejumlah keunggulan Indonesia dalam mengembangkan industri data center, seperti keberadaan lahan yang cukup, biaya energi yang relatif terjangkau, serta dukungan sumber energi domestik yang beragam, seperti geothermal, solar, dan hidro. “Ketersediaan energi yang andal menjadi aset penting untuk mendukung pengembangan pusat data di berbagai wilayah,” katanya.
Dalam rangka menjaga momentum pertumbuhan ini, pemerintah juga memperkuat persiapan infrastruktur pendukung. Airlangga mengungkapkan bahwa selain data center, penguatan sektor semikonduktor nasional juga menjadi fokus utama. Ia menekankan bahwa kolaborasi dengan perusahaan teknologi seperti ARM dari Inggris akan menjadi fondasi bagi pengembangan teknologi masa depan, seperti AI, internet of things (IoT), kendaraan otonom, dan komputasi kuantum.
Program Pelatihan Digital Talent
Dalam upaya membangun ekosistem teknologi yang kuat, pemerintah menargetkan pelatihan bagi 15 ribu talenta muda di bidang semikonduktor dalam tiga tahun ke depan. Airlangga menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia nasional dan menciptakan generasi insinyur digital yang mampu bersaing secara global.
“Kita harus menyiapkan talenta yang berkualitas agar Indonesia bisa menjadi pusat kompetensi di bidang teknologi digital,” katanya. Ia menambahkan bahwa pelatihan ini tidak hanya fokus pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga mencakup pendidikan tentang inovasi dan penerapan teknologi di berbagai sektor ekonomi.
Airlangga juga menyoroti pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital. Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah dan industri akan menjadi kunci sukses dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai ASEAN Hub Centre of Excellence. “Kerja sama ini harus berkelanjutan, karena pertumbuhan ekonomi digital tidak bisa dicapai hanya melalui upaya pemerintah saja,” ujarnya.
Menko Airlangga menambahkan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan sektor data center, termasuk kemudahan akses ke teknologi dan sumber daya manusia yang terampil. “Jika infrastruktur dan sumber daya manusia terus ditingkatkan, Indonesia bisa menjadi negara unggul dalam teknologi digital,” jelasnya.
Dalam konteks global, Airlangga yakin bahwa ekonomi digital akan menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat di masa depan. Ia menyebutkan bahwa keunggulan Indonesia dalam sektor data center dan semikonduktor bisa menjadi jalan untuk memperkuat daya saing di tingkat internasional. “Kita harus memanfaatkan peluang ini dengan baik,” pungkasnya.
Acara 1-Dekade IDPRO 2026 ini juga menjadi platform untuk menggali potensi dan tantangan dalam pengembangan ekonomi digital. Peserta acara menyampaikan berbagai wacana tentang keberlanjutan industri data center, kesiapan sumber daya manusia, serta strategi pemerintah dalam mendorong inovasi teknologi. Airlangga berharap acara ini bisa menjadi batu loncatan bagi penguatan sektor data center dan semikonduktor, sekaligus mempercepat realisasi visi ekonomi digital Indonesia.
Kebutuhan akan data center semakin meningkat seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Airlangga menyatakan bahwa pemerintah akan terus mendorong pembangunan pusat data di berbagai wilayah, terutama daerah dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang besar. “Dengan distribusi yang merata, ekonomi digital bisa lebih cepat menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Airlangga juga menggarisbawahi pentingnya investasi dalam Riset dan Pengembangan (R&D) untuk mengembangkan teknologi digital secara berkelanjutan. Ia menilai bahwa pengembangan AI dan IoT memerlukan pendanaan yang cukup, serta pengembangan sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan dan mengoptimalkan teknologi tersebut.
Dengan demikian, Airlangga memandang bahwa sektor data center dan semikonduktor tidak hanya menjadi bagian dari kebijakan pemerintah, tetapi juga sebagai pendorong utama dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. “Kita harus terus bergerak dan beradaptasi, agar Indonesia bisa menjadi bagian dari ekosistem digital global yang hebat,” tutupnya.
