Bisnis

Key Strategy: Akses desa terbuka, Pemprov Banten catat tren ekonomi positif

Akses Desa Terbuka, Pemprov Banten Catat Tren Ekonomi Positif Key Strategy - Provinsi Banten berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan

Desk Bisnis
Published June 13, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Akses Desa Terbuka, Pemprov Banten Catat Tren Ekonomi Positif

Key Strategy – Provinsi Banten berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan keberlanjutan positif, berkat upaya pembangunan infrastruktur yang fokus pada peningkatan akses ke daerah terpencil. Gubernur Banten, Andra Soni, mengungkapkan bahwa program pembangunan jalan desa telah menjadi pilar utama dalam memperkuat konektivitas antarwilayah, sehingga mendorong dinamika ekonomi yang lebih inklusif. Dalam wawancara di Serang, Sabtu, ia menekankan bahwa keterbukaan akses desa tidak hanya memudahkan pergerakan warga, tetapi juga menjadi strategi pemerintah daerah untuk menyeimbangkan pertumbuhan antarregional.

Kebijakan pembangunan jalan desa, yang diberi nama “Bang Andra,” diluncurkan sebagai respons terhadap tantangan mobilitas yang sering terjadi di pedesaan. Dengan anggaran yang signifikan, program ini bertujuan untuk memperbaiki infrastruktur dasar yang selama ini menjadi penghalang bagi perekonomian lokal. Dalam tahun 2025, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten telah menyelesaikan pembangunan 62 ruas jalan dan satu jembatan, dengan total panjang 71 kilometer menggunakan dana sebesar Rp184 miliar. Tahun 2026 melanjutkan upaya tersebut dengan alokasi anggaran Rp164 miliar untuk menangani 33 ruas jalan desa sepanjang 46,71 kilometer, yang tersebar di enam kabupaten dan kota.

Strategi Pemerintah Daerah dan Kolaborasi Lokal

Kepala DPUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan, menjelaskan bahwa seleksi lokasi jalan-jalan yang dikerjakan berdasarkan usulan langsung dari pemerintah desa dan kelurahan. Proses ini melalui survei kelayakan untuk memastikan proyek paling memprioritaskan kebutuhan masyarakat. “Jalan yang dibangun harus selaras dengan aktivitas vital warga, seperti akses ke sekolah, pusat layanan kesehatan, pasar, dan sektor pertanian,” tuturnya dalam pernyataan resmi. Dengan membangun jaringan jalan yang efektif, pemerintah daerah mengharapkan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh peningkatan kualitas logistik.

“Kebijakan ini selaras dengan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan dari desa untuk mewujudkan pemerataan ekonomi,” ujar Gubernur Andra Soni. Ia menambahkan bahwa akses desa yang lebih baik merupakan langkah krusial untuk menghubungkan wilayah terpencil dengan pusat ekonomi, sehingga mengurangi ketergantungan pada Dana Desa yang terbatas.

Ketersediaan infrastruktur yang mulus di pedesaan tidak hanya memudahkan mobilitas, tetapi juga memicu berbagai dampak ekonomi. Berdasarkan catatan statistik, pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan pertama tahun 2026 mencapai 5,64 persen secara tahunan (year-on-year), yang menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Angka ini mencerminkan kontribusi peningkatan akses ke sektor primer seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan.

Hasil dari akses jalan baru juga terlihat dalam peningkatan produksi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Dengan logistik yang lebih lancar, petani mampu meningkatkan kapasitas produksi, yang berdampak pada peningkatan 17,88 persen pada sektor tersebut. Selain itu, akses yang lebih baik juga mendorong peningkatan daya beli masyarakat desa. Indeks Nilai Tukar Petani (NTP) Banten pada akhir 2025 berhasil menembus level 111,81 persen, sementara Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) mencapai 117,43 persen, menunjukkan peningkatan kemampuan usaha petani.

Kelancaran Distribusi dan Peningkatan Kesejahteraan

Kebijakan pembangunan jalan desa juga memperkuat distribusi hasil tani, sehingga mengurangi biaya logistik dan meningkatkan nilai jual produk pertanian. Dengan akses yang lebih mudah, petani dapat menjangkau pasar yang lebih luas, baik di tingkat lokal maupun regional. Keberhasilan ini terbukti dalam perbaikan kualitas hidup masyarakat pedesaan, yang sebelumnya terbatas oleh isolasi geografis.

Menurut Arlan Marzan, proyek jalan desa telah menjadi jembatan vital bagi pertumbuhan ekonomi. “Kami memastikan bahwa setiap ruas jalan yang dikerjakan tepat sasaran dan berkontribusi pada pengembangan ekonomi wilayah,” kata ia. Proses pengerjaan jalan dilakukan secara bertahap, dengan prioritas diberikan kepada daerah yang paling membutuhkan. Dengan ini, pemerintah daerah mengupayakan pemerataan pembangunan yang lebih adil.

Dampak positif dari proyek ini juga terlihat dalam meningkatkan investasi. Ketersediaan infrastruktur yang memadai menarik perusahaan lokal dan nasional untuk berinvestasi di sektor pertanian, kehutanan, serta industri pendukung. Selain itu, pengembangan jaringan jalan memungkinkan akses yang lebih mudah ke sumber daya alam dan fasilitas umum, sehingga mendorong peningkatan kesejahteraan. Gubernur Soni mengingatkan bahwa pembangunan daerah memerlukan kerja sama dari semua pihak, termasuk masyarakat, kelurahan, dan desa.

Program “Bang Andra” diharapkan menjadi contoh sukses dalam transformasi ekonomi pedesaan. Dengan memperbaiki akses, masyarakat desa tidak hanya dapat memperluas usaha mereka, tetapi juga mendorong kerja sama lintas sektor. Gubernur Soni menekankan bahwa proyek ini adalah bagian dari visi membangun Banten yang berkelanjutan, dengan fokus pada keterpaduan antara infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat. “Jalan yang terbangun hari ini harus menjadi penghubung untuk tumbuhnya ekonomi, meningkatnya investasi, dan terbukanya peluang baru bagi warga desa,” tutur Soni dalam kesempatan yang sama.

Kemajuan ekonomi yang tercatat pada 2026 menunjukkan bahwa program ini telah berhasil mengubah dinamika wilayah. Selain mendorong pertumbuhan produktivitas, akses yang lebih baik juga memperkuat interaksi antarwilayah, baik dalam perdagangan maupun kerja sama pengembangan. Pemerintah provinsi terus mengoptimalkan anggaran untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai target, dengan pengawasan yang ketat terhadap kualitas dan kesesuaian proyek.

Keberhasilan pembangunan jalan desa juga diakui oleh masyarakat. Banyak warga desa melaporkan peningkatan akses ke pasar, sehingga mengurangi ketergantungan pada pasar lokal yang terbatas. Dengan infrastruktur yang lebih baik, masyarakat mampu mengakses layanan keuangan, pendidikan, dan kesehatan dengan lebih mudah. Selain itu, pariwisata dan ekonomi kerakyatan juga diharapkan bisa tumbuh secara signifikan karena akses yang lebih cepat.

Dengan data yang terus meningkat, Pemprov Banten menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan adalah kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Kebijakan ini menunjukkan komitmen untuk memberdayakan desa melal

Leave a Comment