Fukushimask.com – Pertamina bekali pelaku UMKM dengan pelatihan ekspor untuk memperkuat kesiapan usaha mitra binaan memasuki pasar internasional. Program ini ditujukan bagi pelaku usaha yang akan berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, sehingga mereka dapat memanfaatkan pameran tersebut sebagai ruang untuk mengenalkan produk, membangun relasi, dan membuka peluang kerja sama bisnis.
PT Pertamina (Persero) menyelenggarakan Pelatihan Ekspor dan Teknik Promosi Produk Ekspor bersama Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementerian Perdagangan. Pelatihan tersebut menjadi salah satu bentuk pendampingan Pertamina kepada UMKM mitra program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Pertamina Group.
Pelatihan ekspor untuk kesiapan UMKM menuju TEI 2026
VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan pelatihan ini disiapkan sebagai bekal agar peserta dapat mengoptimalkan peluang bisnis dalam Trade Expo Indonesia 2026. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai ekspor dan promosi, pelaku usaha diharapkan lebih siap menghadapi calon pembeli dari berbagai negara.
“Pelatihan ini menjadi bekal bagi peserta untuk mengoptimalkan peluang bisnis dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026,” ujar Muhammad Baron.
Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada 8–10 Oktober 2026 dan diikuti oleh 28 peserta. Mereka merupakan UMKM mitra TJSL Pertamina Group yang direncanakan berpartisipasi dalam TEI 2026. Tahap kedua dijadwalkan berlangsung setelah pameran tersebut selesai digelar.
Pembagian kegiatan menjadi dua tahap memberi ruang bagi peserta untuk mempersiapkan strategi sebelum pameran, lalu mengevaluasi pengalaman serta peluang yang diperoleh setelah TEI 2026. Pendekatan ini diharapkan membantu UMKM tidak hanya hadir dalam pameran, tetapi juga mampu menindaklanjuti komunikasi bisnis dengan calon pembeli.
Pertamina bekali pelaku UMKM melalui program UMK Go Global
Pertamina bekali pelaku UMKM melalui program UMK Go Global yang telah dijalankan secara rutin selama tiga tahun terakhir. Program ini berfokus pada penguatan kapasitas usaha melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan, agar produk lokal memiliki kesiapan yang lebih baik untuk bersaing di pasar global.
Penguatan kemampuan ekspor menjadi penting karena pelaku usaha perlu memahami cara memperkenalkan keunggulan produknya kepada pasar yang lebih luas. Selain kualitas produk, UMKM juga memerlukan strategi promosi yang jelas, kemampuan membaca peluang pasar, serta kesiapan membangun komunikasi dengan mitra bisnis internasional.
Kepala PPEJP Kementerian Perdagangan Abu Amar menekankan bahwa pelatihan perlu diteruskan dengan rencana aksi promosi yang konkret. Rencana tersebut dapat menjadi panduan bagi peserta dalam menentukan langkah setelah mendapatkan pengetahuan selama pelatihan, termasuk ketika bertemu calon pembeli pada pameran dagang.
“Saya berharap setelah pelatihan ini, para peserta mampu membuat rencana aksi promosi yang nyata dan siap untuk segera diimplementasikan. Semoga semua sukses menjadi eksportir-eksportir tangguh yang dapat membuka pintu-pintu pasar baru bagi Indonesia,” kata Abu Amar.
Promosi yang terarah membuka peluang pasar baru
Rencana promosi yang terukur dapat membantu UMKM mengenalkan nilai dan keunggulan produk secara lebih efektif. Pelaku usaha juga dapat mengidentifikasi peluang pasar yang sesuai serta membangun hubungan awal dengan calon pembeli. Dalam konteks pameran internasional, persiapan tersebut penting agar setiap pertemuan bisnis dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Baron menyampaikan bahwa penguatan kapasitas merupakan bagian penting dalam pembinaan UMKM. Pertamina mendorong mitra binaannya untuk terus meningkatkan kualitas usaha dan memanfaatkan peluang pasar, termasuk dengan mengembangkan akses menuju pasar internasional.
Keikutsertaan dalam TEI 2026 diharapkan tidak berhenti pada kegiatan promosi semata. Peserta juga diharapkan mampu menindaklanjuti peluang yang muncul, menjaga komunikasi dengan calon pembeli, dan mengubah kontak bisnis menjadi kontrak kerja sama yang berkelanjutan.
Pertanyaan umum tentang pelatihan ekspor UMKM
Siapa peserta pelatihan ekspor ini?
Peserta tahap pertama berjumlah 28 orang dari UMKM mitra program TJSL Pertamina Group yang akan mengikuti Trade Expo Indonesia 2026.
Apa tujuan pelatihan yang diberikan?
Pelatihan bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai ekspor dan teknik promosi produk ekspor, sekaligus membantu mereka menyusun rencana aksi promosi yang dapat diterapkan saat mencari peluang bisnis internasional.
Mengapa UMKM perlu menyiapkan rencana promosi?
Rencana promosi membantu pelaku usaha memperkenalkan produk secara lebih terarah, mengenali peluang pasar, menjalin relasi dengan calon pembeli, dan menindaklanjuti peluang setelah pameran berlangsung.
Melalui pelatihan ini, Pertamina bekali pelaku UMKM agar semakin siap memanfaatkan TEI 2026 dan agenda perluasan pasar lainnya. Bekal pengetahuan ekspor serta teknik promosi diharapkan dapat mendukung peserta dalam memperluas jejaring, menemukan calon pembeli, dan mengembangkan peluang usaha di pasar global.

