Pemkot Depok Dorong Perkembangan Produk Fesyen IKM melalui Kurasi dan Pembinaan
Special Plan – Kota Depok terus berupaya meningkatkan kualitas produk industri kecil dan menengah (IKM) di bidang fesyen melalui program pendampingan dan kurasi yang digencarkan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda). Upaya ini bertujuan untuk membantu pelaku usaha lokal meningkatkan daya saing dan memperluas peluang pasar, baik secara regional, nasional, maupun internasional. Dalam pelaksanaannya, Pemkot Depok memadukan strategi penguatan kapasitas dengan pendekatan kreatif untuk menciptakan produk yang lebih inovatif dan menarik bagi konsumen.
Pelatihan dan Kursus untuk Penguatan Daya Saing
Menurut Kepala Disdagin Kota Depok, Widyati Riyandani, program yang dijalankan adalah lanjutan dari inisiatif tahun sebelumnya yang menjangkau ratusan produk IKM dari sektor fesyen dan kerajinan tangan. Ia menjelaskan bahwa pembinaan ini mencakup berbagai aspek, seperti penguatan mental, perbaikan manajemen usaha, serta penerapan strategi pemasaran yang lebih efektif. “Tujuan utama kami adalah membimbing pelaku IKM naik kelas, dari kategori pemula hingga mencapai tingkat utama melalui proses evaluasi dan pembinaan berkelanjutan,” kata Widyati dalam wawancara di Alun-alun Timur, Senin.
“Pelaku usaha IKM Kota Depok perlu memperkuat diri, baik secara teknis maupun mental, agar mampu bersaing di pasar yang semakin dinamis,” ujarnya.
Kurasi produk menjadi bagian penting dalam program ini. Dengan menggali potensi inovasi dan kualitas desain, Disdagin dan Dekranasda mencoba memastikan produk lokal tidak hanya diminati di dalam negeri, tetapi juga memiliki peluang menembus pasar ekspor. Selain itu, pihaknya juga fokus pada pemasaran digital dan penerapan standar kualitas yang lebih ketat untuk membangun reputasi produk IKM Depok di tingkat nasional.
Pelaksanaan Seminar Inspiratif dan Workshop Teknis
Pelaksanaan program ini diwujudkan melalui kegiatan seminar inspiratif dan workshop teknis yang bertujuan meningkatkan keterampilan serta kreativitas para pelaku IKM. Seminar dan workshop tersebut menghadirkan narasumber ahli, termasuk praktisi pemasaran, desainer fesyen, dan pengusaha sukses, yang berbagi pengalaman dan wawasan tentang cara membangun merek, mengoptimalkan media sosial, serta menghadapi tantangan kompetisi.
“Kami ingin produk fesyen Kota Depok tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki identitas yang kuat dan daya tarik bagi berbagai segmen pasar,” tambah Widyati.
Salah satu kegiatan utama dalam program ini adalah seminar bertajuk “Depok Ruang Kreasi”, yang berlangsung pada 21 dan 22 Juni 2026 di Alun-alun Timur Kota Depok. Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta, termasuk pengusaha IKM, karyawan, serta masyarakat umum yang tertarik dengan dunia kreatif. Selama dua hari, peserta mendapatkan pelatihan praktis tentang desain, produksi, serta strategi pemasaran yang bisa diterapkan dalam bisnis mereka.
Widyati menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga memberikan pemahaman langsung tentang bagaimana mengembangkan kreativitas menjadi nilai jual. “Kami berharap program ini menjadi jembatan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk IKM, sekaligus membangun ekosistem usaha yang lebih solid,” jelasnya.
Kemitraan dan Kolaborasi untuk Penguatan Industri
Kemitraan antara Disdagin dan Dekranasda menjadi kunci sukses dalam program pendampingan ini. Kedua instansi tersebut berperan sebagai pelaku pengelolaan dan pengarahan, sementara masyarakat ikut berpartisipasi sebagai penentu keberhasilan. Widyati menyebutkan bahwa kerja sama ini memungkinkan berbagi sumber daya, seperti fasilitas pelatihan, akses pasar, dan peningkatan kualitas produk.
Dalam rangka meningkatkan kualitas, program juga melibatkan inspeksi berkala terhadap produk IKM untuk memastikan standar keselamatan, kebersihan, dan kualitas desain. Selain itu, pihaknya mendorong penggunaan bahan baku lokal dan berkelanjutan, seperti bahan alami atau daur ulang, untuk menciptakan produk yang ramah lingkungan sekaligus menarik secara estetika.
“Kami berharap produk IKM Kota Depok bisa berkembang secara signifikan, sehingga mampu menarik minat konsumen dan pelaku bisnis di luar kota,” kata Widyati.
Menurutnya, upaya ini juga berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama pengusaha muda yang memiliki potensi untuk berkembang. “Dengan mendukung IKM, kami tidak hanya memperkuat ekonomi lokal, tetapi juga menciptakan lapangan kerja yang lebih beragam dan bermakna,” jelasnya.
Pelaksanaan program ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan swasta, lembaga pendidikan, dan komunitas kreatif. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mendorong ekosistem IKM Depok menjadi lebih kuat dan inovatif. Dengan adanya pendampingan yang terstruktur dan kurasi produk yang terukur, Pemkot Depok optimis bahwa industri fesyen lokal akan berkembang pesat dalam beberapa tahun ke depan.
Langkah-Langkah untuk Membuka Peluang Ekspor
Sebagai bagian dari strategi penguatan daya saing, Pemkot Depok juga berencana membangun kemitraan dengan para pengusaha nasional dan internasional untuk memperluas pasar ekspor. “Kami ingin produk fesyen IKM Depok bisa dikenal di luar negeri, khususnya pasar yang memiliki permintaan tinggi terhadap produk unik dan berbasis budaya,” ujar Widyati.
Pelaku IKM juga diundang untuk berpartisipasi dalam pameran virtual dan offline yang akan digelar secara berkala. Hal ini dimaksudkan agar produk mereka lebih mudah dikenal oleh pelaku industri dan konsumen di berbagai wilayah. “Pameran ini menjadi sarana untuk membangun jaringan dan menarik perhatian calon pembeli, baik lokal maupun internasional,” tambahnya.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Pemkot Depok berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas produk fesyen IKM. Langkah-langkah yang diambil diharapkan mampu menciptakan industri yang berkelanjutan, tangguh, dan mampu bersaing di pasar global. “Kami yakin, dengan berbagai dukungan ini, produk lokal Depok akan mampu menembus pasar nasional dan internasional,” pungkas Widyati.
