Bisnis

Special Plan: PTPN I perkuat produksi tembakau premium penuhi pasar cerutu dunia

k Penuhi Pasar Cerutu Global Special Plan - Dari Jakarta, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I melanjutkan upaya memperkuat produksi tembakau premium guna

Desk Bisnis
Published June 27, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

PTPN I Perkuat Produksi Tembakau Premium untuk Penuhi Pasar Cerutu Global

Special Plan – Dari Jakarta, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I melanjutkan upaya memperkuat produksi tembakau premium guna menjawab permintaan industri cerutu internasional. Perusahaan mengungkapkan peningkatan kualitas, produktivitas, serta pengembangan area tanam menjadi strategi utama untuk memastikan ketersediaan bahan baku yang memenuhi standar pasar global. Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas menyampaikan bahwa dua varietas tembakau premium, yaitu Tembakau Besuki Bawah Naungan (TBBN) dan Tembakau Deli, menjadi incaran produsen cerutu dunia. Dalam wawancara dengan ANTARA, Teddy mengungkapkan, “Tembakau Besuki Bawah Naungan dan Tembakau Deli telah lama diakui secara global sebagai bahan baku pembungkus atau wrapper cerutu premium terbaik di dunia.”

Keunggulan Karakteristik Tembakau Premium Indonesia

Kedua jenis tembakau ini dikenal memiliki sifat daun yang elastis, tekstur halus, serta stabilitas bakar yang baik. Selain itu, warna yang menarik dan aroma khas menjadikan produk PTPN I diminati oleh pasar global. Teddy menjelaskan bahwa sifat-sifat unggulan tersebut mendorong minat pembeli dari Eropa, Amerika Latin, hingga wilayah lainnya. “Karakteristik khusus ini memperkuat daya saing tembakau premium Indonesia di pangsa pasar internasional,” tambahnya.

“Konsistensi kualitas spesifik inilah yang membuat produk PTPN I menjadi pilihan utama industri cerutu mewah dunia,” kata Teddy.

PTPN I juga berkomitmen menjaga kualitas tembakau dengan mempertahankan ciri khas yang menjadi keunggulan dibandingkan produk negara lain. Dalam beberapa tahun terakhir, transaksi ekspor tembakau premium meningkat signifikan. Dari 2021 hingga 2025, volume produksi mencapai 748.638 kg, kemudian turun menjadi 729.544 kg pada 2022. Namun, angka tersebut kembali naik ke 932.837 kg pada 2023, 974.489 kg di 2024, dan mencapai 972.243 kg pada 2025. Pertumbuhan ini berjalan sejalan dengan peningkatan produktivitas lahan secara konsisten. Dari 1.238 kg/ha pada 2021 hingga 1.090 kg/ha di 2022, produktivitas melonjak menjadi 1.372 kg/ha di 2023, 1.382 kg/ha di 2024, serta mencapai puncak 1.397 kg/ha di 2025.

Persiapan Ekspansi untuk Meningkatkan Pasokan

Merespons permintaan yang terus meningkat, PTPN I mengambil langkah strategis untuk ekspansi. Dalam musim tanam 2026, perusahaan berencana menanam tembakau hingga 500 hektare. “Langkah konkret ini diambil demi memastikan pasokan yang stabil untuk memenuhi kontrak internasional,” jelas Teddy. Ia menegaskan bahwa sektor cerutu premium memiliki peluang pasar yang menjanjikan, bahkan dalam kondisi ketatnya regulasi di tingkat global.

Menurut Teddy, permintaan pada segmen produk mewah, gaya hidup premium, pasar kolektor, serta sektor perhotelan kelas atas terus tumbuh. Tren global saat ini juga semakin mengedepankan produk dengan identitas asal yang kuat, seperti tembakau yang berasal dari Indonesia. “Ini diyakini membuka peluang yang lebih luas bagi Tembakau Besuki dan Deli,” tambahnya.

Strategi Mitigasi untuk Jaga Mutu

Kendati begitu, PTPN I tetap waspada terhadap tantangan perubahan iklim yang mengancam sektor agribisnis, terutama komoditas tembakau yang bersifat semusim. Untuk memastikan konsistensi kualitas, manajemen menerapkan strategi mitigasi dari hulu ke hilir. Langkah ini meliputi adaptasi agroklimat melalui penyesuaian kalender tanam dan penguatan sistem pemantauan cuaca real-time.

Dalam aspek pertanian, perusahaan mengandalkan penggunaan varietas tahan banting serta penerapan praktik budidaya berkelanjutan. “Terakhir, dari segi jaminan mutu, manajemen memperketat kontrol kualitas dan menerapkan sistem ketertelusuran yang ketat dari fase pembibitan hingga pascapanen,” ujarnya. Strategi ini diharapkan bisa menjaga kualitas produk meski menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

Potensi Pertumbuhan di Pasar Global

PTPN I optimis bahwa tembakau premium Indonesia akan terus menempati posisi strategis di tingkat internasional. Ia menilai sektor ini tidak hanya mampu bertahan dalam krisis ekonomi tetapi juga tetap menarik minat konsumen. “Tembakau premium Indonesia merupakan produk eksklusif yang memiliki ketahanan tinggi terhadap gejolak pasar global,” katanya. Dengan adanya permintaan yang stabil, PTPN I berkomitmen untuk menjaga kualitas dan meningkatkan produksi guna memenuhi kebutuhan pasar ekspor.

Pertumbuhan volume produksi ini diiringi oleh perluasan area tanam dan penerapan teknologi pertanian modern. Menurut Teddy, pengembangan lahan yang terencana membantu menjaga stabilitas pasokan. “Dengan mengoptimalkan produktivitas per hektare, PTPN I bisa menghasilkan kuantitas yang lebih besar tanpa mengorbankan kualitas,” jelasnya. Konsistensi mutu yang dijaga ketat juga menjadi faktor kunci dalam mempertahankan reputasi sebagai supplier tembakau premium.

Segmen cerutu premium dinilai memiliki daya tahan yang tinggi terhadap fluktuasi ekonomi. Teddy menilai bahwa permintaan pada jenis cerutu ini tidak hanya tetap stabil tetapi juga meningkat, terutama dari pasar Eropa dan negara-negara dengan konsumsi tinggi. “Ini menunjukkan bahwa produk Indonesia memiliki daya tarik yang berkelanjutan di tingkat global,” katanya.

PTPN I juga berupaya memperkuat sinergi antar unit usaha untuk memastikan dukungan seluruh aspek produksi. Dari persiapan benih hingga distribusi akhir, perusahaan mengupayakan integrasi yang efisien. “Dengan pendekatan terpadu, kami bisa memastikan keberlanjutan kualitas dan kuantitas produksi,” tutur Teddy. Langkah-langkah ini dihar

Leave a Comment