Tatalogam Lestari bawa inovasi baru di Danantara Housing Expo 2026

16 hours ago  ·  4 min read
By Joseph Wilson - fukushimask.com

Domus Fastrack: Sistem Baja Ringan yang Menjanjikan Percepatan Pembangunan Hunian di Indonesia

Fukushimask.com – Pameran properti berskala nasional kembali digelar di kawasan NICE PIK 2, Tangerang, Banten, dengan menghadirkan lebih dari 130 pengembang dari sektor BUMN maupun swasta. Danantara Housing Expo 2026, yang berlangsung hingga 30 Agustus, memamerkan total lebih dari 120.000 unit hunian dengan rentang harga beragam dan menargetkan kunjungan lebih dari 50.000 orang. Di tengah ribuan stan dan ribuan unit yang ditawarkan, satu inovasi konstruksi menarik perhatian para pelaku industri: sistem Domus Fastrack milik PT Tatalogam Lestari (Tatalogam Group).

Inovasi ini berbasis teknologi Light Gauge Steel Frame (LGSF), yakni metode konstruksi modern yang memanfaatkan baja ringan sebagai elemen struktural utama bangunan. Alih-alih mengandalkan beton bertulang konvensional yang membutuhkan waktu pengecoran dan pengeringan berhari-hari, pendekatan baja ringan memungkinkan perakitan modul bangunan secara presisi di pabrik lalu dirakit di lokasi proyek. Bagi sektor perumahan Indonesia yang masih bergulat dengan backlog jutaan unit, pendekatan semacam ini menawarkan jalan pintas yang secara teknis layak.

Desain hingga Berdiri: Hanya 12 Hari

Christi Pramudianti Wihardjono, Business Development Manager Tatalogam Lestari, menjelaskan bahwa sistem Domus Fastrack telah diuji secara nyata selama pameran. Enam unit contoh—mencakup rumah tapin dan apartemen—dibangun sepenuhnya menggunakan metode ini di area expo.

“Dari mulai masuk desain hingga berdiri, pembangunan konstruksi keenam show unit ini hanya membutuhkan waktu 12 hari.”

Angka tersebut mencakup seluruh tahapan: perancangan arsitektur, pemodelan struktur digital, analisis kekuatan dan kestabilan struktur, produksi komponen di pabrik Cikarang, Kabupaten Bekasi, serta perakitan akhir di lokasi. Setiap tahap dirancang agar tidak ada waktu terbuang pada proses menunggu material atau menunggu pengeringan campuran beton.

“Sistem ini dirancang agar proses pembangunan rumah atau gedung menjadi jauh lebih cepat, presisi dan efisien.”

Mengapa Kecepatan Konstruksi Menjadi Isu Strategis

Indonesia menghadapi salah satu tantangan perumahan terbesar di Asia Tenggara. Program pemerintah yang menargetkan pembangunan tiga juta unit rumah dalam beberapa tahun ke depan menuntut percepatan signifikan pada sisi penawaran. Salah satu penghambat utama adalah durasi konstruksi konvensional yang panjang. Setiap hari tambahan dalam siklus pembangunan berarti biaya tenaga kerja yang membengkak, biaya sewa alat yang meningkat, dan pada akhirnya harga jual yang lebih tinggi bagi konsumen akhir.

Christi menilai bahwa backlog perumahan—yakni kesenjangan antara kebutuhan hunian dan ketersediaan unit—berakar pada sebagian besar pada lamanya proses konstruksi tradisional. Dengan memindahkan sebagian besar pekerjaan ke lingkungan pabrik yang terkontrol, Domus Fastrack memangkas waktu siklus secara drastis sekaligus menurunkan variabilitas kualitas antar unit.

“Dengan sistem Domus Fastrack, proses konstruksi lebih cepat karena materialnya diproduksi sesuai dengan kebutuhan di pabrik. Proses pengiriman juga jadi lebih murah karena material yang kami gunakan lebih ringan.”

Aspek logistik turut berperan. Komponen baja ringan memiliki rasio kekuatan-terhadap-berat yang jauh lebih tinggi dibanding elemen beton atau baja berat. Artinya, volume pengiriman per unit bangunan lebih kecil, biaya transportasi per unit lebih rendah, dan risiko kerusakan material selama transit berkurang. Penghematan pada rantai pasok ini, menurut Christi, pada akhirnya diterjemahkan menjadi harga jual yang lebih terjangkau.

“Dengan begitu banyak sudah banyak pengeluaran yang bisa dipangkas sehingga nantinya tak hanya pembangunan jadi lebih cepat, harga rumah bisa jadi lebih terjangkau untuk semua kalangan.”

Konteks Teknologi LGSF di Pasar Global dan Lokal

Baja ringan sebagai elemen struktural bukanlah konsep baru secara global. Di Amerika Utara, Jepang, dan beberapa negara Eropa, metode LGSF telah lama digunakan untuk bangunan residensial satu hingga dua lantai serta struktur komersial ringan. Keunggulan utamanya terletak pada konsistensi dimensi yang dijamin oleh proses fabrikasi presisi, ketahanan terhadap korosi yang lebih baik dibanding baja karbon konvensional, serta kemudahan integrasi dengan sistem utilitas (listrik, pipa, data) karena rongga profil baja memungkinkan penempatan kabel tanpa perlu pengeboran tambahan.

Di Indonesia, adopsi LGSF masih relatif terbatas dan terkonsentrasi pada segmen tertentu. Masuknya sistem seperti Domus Fastrack ke dalam pameran berskala nasional menandai upaya memperluas penerimaan teknologi ini ke pasar perumahan massal, di mana harga dan kecepatan adalah dua variabel penentu bagi pembeli kelas menengah ke bawah.

Danantara Housing Expo 2026: Skala dan Akses Pembiayaan

Di luar satu stan inovasi, Danantara Housing Expo 2026 berfungsi sebagai titik temu antara jutaan calon pembeli dan ribuan unit hunian. Pameran ini tidak hanya menampilkan produk fisik, tetapi juga membuka jalur pembiayaan melalui bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Bagi masyarakat yang selama ini terkendala akses kredit perumahan, kehadiran lembaga keuangan milik negara di satu lokasi pameran menurunkan hambatan administratif dan informasi secara signifikan.

Target kunjungan lebih dari 50.000 orang mencerminkan skala permintaan yang ingin direspons oleh para pengembang. Dengan lebih dari 120.000 unit yang ditawarkan dalam satu acara, pameran ini menjadi salah satu kanal distribusi terbesar bagi sektor perumahan nasional dalam beberapa tahun terakhir.

Bagi Tatalogam Lestari, kehadiran di expo ini sekaligus menjadi validasi pasar: jika enam show unit dapat berdiri dalam 12 hari di hadapan ribuan pengunjung, maka replikasi model tersebut ke proyek berskala ratusan atau ribuan unit menjadi pertanyaan teknis yang dapat dijawab dengan memperluas kapasitas produksi di Cikarang. Tantangan sesungguhnya bukan lagi pada kelayakan teknis, melainkan pada kecepatan adopsi oleh pengembang, regulator, dan konsumen yang selama ini terbiasa dengan paradigma konstruksi beton.

Frequently Asked Questions

What is Tatalogam Lestari bawa inovasi baru di Danantara?

Tatalogam Lestari bawa inovasi baru di Danantara is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Tatalogam Lestari bawa inovasi baru di Danantara matter?

Tatalogam Lestari bawa inovasi baru di Danantara matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category