What Happened During: Pemprov Babel Lestarikan Durian Lokal
What Happened During – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus memperkuat upaya pelestarian plasma nutfah durian lokal melalui mekanisme kontes yang berkelanjutan. Langkah strategis ini tidak hanya bertujuan melestarikan keanekaragaman genetik, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani buah di kawasan tersebut. Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel, Kurniawan, acara yang digelar di Desa Pelangas, Bangka Barat, pada hari Kamis ini menunjukkan komitmen nyata pemerintah daerah dalam menjaga warisan alam.
What Happened During – Kontes ini menjadi instrumen penting dalam memperkenalkan durian lokal ke kancah yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Selama bertahun-tahun, banyak varietas durian lokal yang tersebar di berbagai pelosok desa memiliki potensi besar untuk menjadi durian unggul, namun belum sempat mendapatkan panggung yang layak. Melalui mekanisme kontes ini, pemerintah berusaha memastikan bahwa setiap varietas potensial mendapatkan kesempatan untuk dikenal masyarakat luas, sehingga nilai ekonominya pun meningkat signifikan.
Mekanisme dan Peserta Kompetisi
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel melalui UPTD Pengawasan Verifikasi Mutu Benih ini menunjukkan keseriusan Pemprov Babel bersama seluruh kabupaten untuk menyelamatkan kekayaan plasma nutfah buah-buahan lokal. Fokus utama pada pelestarian durian sangat penting mengingat potensi ekonomi dari sektor perkebunan harus tetap terjaga dan tidak hilang atau bahkan diklaim oleh daerah lain.
Pada edisi kali ini, sebanyak 52 peserta atau varietas durian dari berbagai kabupaten dan kota di Babel berpartisipasi aktif. Untuk memastikan penilaian yang adil, panitia mendatangkan juri profesional dan independen yang terdiri dari kalangan akademisi, peneliti dari BRIN, praktisi durian nasional, serta ahli pengawas benih tanaman dari UPTD Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang. Kurniawan menjelaskan bahwa dua varietas unggul nasional asal Babel, yaitu durian Namlung dan Klamunot, sengaja tidak diikutsertakan dalam kompetisi ini.
“Dua varietas unggul nasional dari Babel, yaitu durian Namlung dan Klamunot, tidak diikutkan untuk memberikan kesempatan agar varietas baru bisa muncul menjadi juara,” jelasnya.
Prospek Pengembangan dan Pendaftaran Nasional
What Happened During – Lebih lanjut, Kurniawan menambahkan bahwa pemerintah selama ini juga telah melakukan upaya identifikasi dan eksplorasi terhadap pohon induk durian lokal baru yang sebelumnya belum banyak terekspos ke publik. Kontes ini berfungsi sebagai salah satu cara strategis untuk menyiapkan calon varietas unggul lokal agar dapat didaftarkan menjadi varietas unggul nasional. Status sebagai varietas unggul nasional tentu akan mendongkrak nilai jual buah tersebut secara signifikan, sehingga pendapatan petani bertambah lebih besar.
Selain aspek pelestarian dan ekonomi, penyelenggaraan kontes secara rutin di berbagai desa yang selama ini menjadi sentra penghasil durian juga akan membantu masyarakat untuk mengembangkan agrowisata. Hal ini membuka peluang baru bagi masyarakat lokal untuk menarik wisatawan yang tertarik melihat langsung keindahan dan keunikan durian-durian khas Bangka Belitung.
“Kontes ini juga salah satu cara kita menyiapkan calon varietas unggul lokal untuk didaftarkan menjadi varietas unggul nasional, karena dengan menjadi varietas unggul nasional tentunya mendongkrak nilai jual buah tersebut sehingga pendapatan petani bertambah,” katanya.
What Happened During – Setelah proses kontes selesai dilaksanakan, durian yang menjadi nominasi akan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Langkah observasi dan perlindungan hak kekayaan terhadap pohon induk pemenang kontes akan segera dilakukan. Kurniawan menegaskan bahwa lima durian unggul terpilih akan didaftarkan ke Kementerian Pertanian melalui Dirjen Hortikultura agar bisa terdata secara nasional dan pohon induknya dapat dikembangkan lebih lanjut.
“Lima durian unggul terpilih akan kita daftarkan ke Kementerian Pertanian melalui Dirjen Hortikultura agar bisa terdata di nasional dan pohon induk bisa dikembangkan,” pungkasnya.
Upaya pelestarian plasma nutfah durian lokal ini merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan sektor perkebunan di Bangka Belitung. Dengan menjaga keanekaragaman genetik durian lokal, provinsi ini tidak hanya melindungi warisan alamnya, tetapi juga memastikan bahwa potensi ekonomi yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan berkembang untuk generasi mendatang.
