Program Terbaru: BEI siap tuntaskan evaluasi sistem perdagangan FCA di kuartal II 2026

BEI Optimis Selesaikan Evaluasi Sistem Perdagangan FCA di Kuartal II 2026

Jakarta – Pjs Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa lembaga tersebut berharap dapat menyelesaikan evaluasi terhadap mekanisme perdagangan saham dengan skema full call auction (FCA) pada kuartal II 2026. “Ya, kami optimistis bisa menyelesaikannya di kuartal kedua,” tutur Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin.

Menurut Jeffrey, proses evaluasi FCA baru saja dimulai dan masih dalam tahap pemeriksaan oleh otoritas pasar modal Indonesia. “Saat ini, evaluasi sistem tersebut sedang dalam tahap awal, dan akan dilanjutkan hingga selesai di kuartal II 2026,” jelasnya.

“Ini merupakan bagian dari agenda reformasi pasar modal Indonesia. Kami melakukan tinjauan berkala terhadap berbagai kebijakan, termasuk FCA,” ujar Jeffrey. Ia menambahkan bahwa evaluasi ini bertujuan untuk menilai apakah terdapat ruang penyesuaian atau perbaikan dalam sistem tersebut.

Jeffrey menyebutkan bahwa peningkatan transparansi data, seperti granularitas kepemilikan saham, serta penyesuaian aturan free float hingga 15 persen, mungkin akan memengaruhi kriteria penempatan emiten di papan pemantauan khusus. “Dengan transparansi yang lebih tinggi, dampaknya signifikan. Perlu dilihat lagi apakah sebagian atau seluruh kriteria itu tetap diperlukan,” tambahnya.

Menurut Jeffrey, arah perbaikan sistem FCA akan lebih condong pada penyederhanaan, bukan penambahan aturan. “Paling mungkin ada pengurangan, bukan penambahan,” ungkapnya. FCA menjadi mekanisme perdagangan khusus di BEI, dirancang untuk saham yang ditempatkan di papan pemantauan khusus.

Dalam sistem ini, pesanan beli dan jual dikumpulkan selama periode tertentu, lalu dieksekusi secara bersamaan pada satu harga yang ditentukan. Harga tersebut didasarkan pada titik keseimbangan antara permintaan dan penawaran pasar.