Strategi Penting: Angkutan Barang Dibatasi di Periode Mudik, Ini Skema Operasional PTP
Angkutan Barang Dibatasi di Periode Mudik, Ini Skema Operasional PTP
Dalam rangka mengoptimalkan distribusi barang selama masa liburan, pemerintah memberlakukan pembatasan pada operasional angkutan barang. Pembatasan ini berlangsung pada periode 13 hingga 29 Maret 2026, saat arus mudik mencapai puncaknya. Fokus utama pemerintah adalah menjaga kelancaran logistik untuk komoditas vital seperti bahan bakar, gas, pupuk, hewan ternak, serta bantuan bencana alam.
PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) menjamin bahwa seluruh aktivitas pelabuhan tetap berjalan optimal. Sebagai operator terminal nonpetikemas, perusahaan ini menangani bongkar muat kargo curah cair, curah kering, general cargo, dan lainnya. Direktur Komersial serta Pelaksana Tugas Direktur Operasi PTP Nonpetikemas, Dwi Rahmad Toto S, menjelaskan bahwa operasional pelabuhan di wilayah kerja mereka berjalan 24 jam sepanjang masa Ramadhan hingga Lebaran.
Kami memastikan seluruh aktivitas kepelabuhanan di wilayah kerja PTP Nonpetikemas tetap berjalan optimal 24/7 selama periode Ramadhan hingga Lebaran,” kata Toto, Minggu (15/3/2026).
Toto menambahkan, kegiatan bongkar muat kapal tetap dilaksanakan untuk memastikan distribusi logistik nasional tidak terganggu. Perusahaan telah menyiapkan sumber daya manusia, peralatan, serta sistem pendukung layanan di seluruh cabang yang beroperasi di 11 pelabuhan di Indonesia.
“Operasional bongkar muat kapal tetap berlangsung untuk menjaga kelancaran arus barang serta memastikan distribusi logistik nasional tetap terjaga,” ujarnya.
Kelancaran operasional pelabuhan di masa liburan juga didukung oleh peningkatan aktivitas distribusi logistik yang diprediksi akan meningkat, terutama sebelum dan setelah masa arus balik. Untuk mengantisipasi peningkatan ini, PTP Nonpetikemas memperkuat koordinasi dengan otoritas pelabuhan, aparat keamanan, dan mitra kerja.
Senior Manager Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas, Fiona Sari Utami, menyatakan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta kepatuhan terhadap prosedur operasional tetap menjadi prioritas utama. “Kelancaran operasional pelabuhan tidak dapat dicapai tanpa koordinasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, kami terus memperkuat sinergi dengan stakeholder agar pengaturan lalu lintas dan aktivitas kepelabuhanan berjalan optimal,” tuturnya.
Di periode mudik Lebaran, PTP Nonpetikemas kembali menyesuaikan fungsi Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, menjadi jalur alternatif untuk kendaraan sepeda motor dan truk logistik yang menuju Sumatra. Perusahaan menyiapkan tiga dermaga kapal Ro-Ro serta area penyangga untuk mengurangi kepadatan di Pelabuhan Merak.
Sementara itu, PTP Nonpetikemas Cabang Panjang, Lampung, mengubah fungsi Pelabuhan Panjang sebagai jalur penerimaan pemudik sepeda motor dari Jakarta. Cabang ini tetap menjalankan tugas utamanya dalam menangani distribusi komoditas strategis.
