PBB: Kurangnya tanggung jawab Israel picu serangan di Gaza

20 hours ago  ·  3 min read
By Robert Davis - fukushimask.com
thumbs_b_c_93824c0a725e9188480b361c6c4eff50

PBB Soroti Kurangnya Akuntabilitas Israel di Gaza

Fukushimask.com – PBB menyatakan kurangnya pertanggungjawaban Israel atas berbagai dugaan pelanggaran di Palestina menjadi salah satu faktor yang terus memicu kekerasan di Jalur Gaza. Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR), Ravina Shamdasani, ketika menanggapi pertanyaan wartawan mengenai kondisi kemanusiaan dan pelanggaran hak asasi manusia di Gaza serta Tepi Barat yang diduduki.

Menurut Shamdasani, situasi kemanusiaan di kedua wilayah itu telah mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Permusuhan Israel yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah menimbulkan dampak besar bagi warga Palestina, termasuk korban jiwa, kelaparan, kerusakan kehidupan sipil, dan tekanan terhadap akses bantuan kemanusiaan.

Ia mengatakan lebih dari 70.000 orang telah tewas sejak Oktober 2023. Selain itu, lebih dari 1.400 orang dilaporkan meninggal sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober tahun lalu. PBB memandang angka tersebut sebagai gambaran seriusnya krisis yang masih berlangsung, bahkan ketika terdapat upaya penghentian permusuhan.

Krisis Kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat

Shamdasani menggambarkan kondisi di Jalur Gaza sebagai situasi yang sangat memprihatinkan. PBB mencatat adanya kematian akibat kelaparan, dugaan kejahatan perang, serta potensi kejahatan terhadap kemanusiaan. Di saat yang sama, bantuan kemanusiaan disebut masih menghadapi hambatan, sehingga kebutuhan dasar warga sipil semakin sulit dipenuhi.

Krisis tersebut tidak hanya terjadi di Gaza. PBB juga menyoroti perluasan penyitaan lahan di Tepi Barat yang diduduki. Situasi ini disertai meningkatnya jumlah warga Palestina yang tewas setiap hari serta laporan mengenai perlakuan buruk terhadap tahanan Palestina di pusat-pusat penahanan.

Menurut PBB, persoalan akuntabilitas telah ada bahkan sebelum Oktober 2023. Shamdasani menilai tidak adanya pertanggungjawaban yang berkelanjutan atas pelanggaran di Palestina membuat keadaan semakin memburuk setelah pecahnya konflik dalam skala lebih luas.

PBB menekankan bahwa perlindungan warga sipil, akses bantuan kemanusiaan, dan penghormatan terhadap hukum internasional harus menjadi perhatian utama semua pihak.

Seruan PBB untuk Menghentikan Dukungan yang Memicu Perang

Juru bicara PBB itu menegaskan pentingnya menghentikan pasokan senjata serta dukungan diplomatik dan finansial kepada Israel yang dinilai berkontribusi terhadap berlanjutnya perang. Ia menyebut langkah tersebut bukan sekadar pilihan politik, melainkan bagian dari kewajiban hukum internasional yang harus diperhatikan seluruh negara anggota.

PBB juga menilai bahwa upaya mengakhiri kekerasan tidak dapat dipisahkan dari tuntutan pertanggungjawaban atas pelanggaran yang terjadi. Tanpa mekanisme akuntabilitas yang jelas, risiko serangan baru, korban sipil tambahan, dan memburuknya krisis kemanusiaan di Gaza akan tetap besar.

FAQ: Pernyataan PBB tentang Gaza

Apa yang disoroti PBB terkait situasi di Gaza?

PBB menyoroti kurangnya pertanggungjawaban Israel atas dugaan pelanggaran di Palestina, tingginya jumlah korban jiwa, hambatan bantuan kemanusiaan, kematian akibat kelaparan, serta kemungkinan terjadinya kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Apakah situasi hanya terjadi di Jalur Gaza?

Tidak. PBB juga menyampaikan kekhawatiran mengenai kondisi di Tepi Barat yang diduduki, termasuk perluasan penyitaan lahan, meningkatnya korban warga Palestina, dan laporan perlakuan buruk terhadap tahanan Palestina.

Apa seruan utama PBB kepada negara-negara anggota?

PBB menyerukan penghentian pasokan senjata serta dukungan diplomatik dan finansial yang dapat memperpanjang konflik. Organisasi itu menekankan bahwa semua negara memiliki kewajiban untuk mematuhi hukum internasional dan mendorong perlindungan warga sipil.

More from this category

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *