Indonesia Perkuat Posisi di Forum Penerbangan Sipil Global
Fukushimask.com – Komitmen Indonesia dalam menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan mendapat perhatian di Markas Besar Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau ICAO di Montreal, Kanada. Presiden Dewan ICAO Toshiyuki Onuma menilai Indonesia telah memperlihatkan kinerja yang konsisten, sekaligus aktif mendukung penguatan kemampuan aviasi negara-negara berkembang.
Penilaian tersebut disampaikan dalam Resepsi Diplomatik memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung pada Kamis, 8 Oktober, di kantor pusat ICAO. Kegiatan itu dihadiri sekitar 200 tamu dari berbagai negara anggota organisasi penerbangan sipil dunia tersebut.
“Indonesia secara konsisten menunjukkan standar keselamatan dan keamanan di atas rata-rata global, yang mencerminkan komitmennya terhadap standar tertinggi,” kata Toshiyuki Onuma.
Apresiasi itu menjadi penting ketika Indonesia tengah mencalonkan diri sebagai anggota Dewan ICAO untuk masa bakti 2026–2028. Pengumuman hasil pemilihan direncanakan berlangsung dalam Sidang ke-43 Majelis Luar Biasa ICAO pada 19–20 November 2026.
Peluang Baru di Dewan ICAO
Perluasan jumlah negara dalam Dewan ICAO dari 36 menjadi 40 anggota membuka ruang yang lebih besar bagi Indonesia untuk kembali mengambil peran dalam pembahasan arah penerbangan sipil internasional. Keanggotaan dewan memberi kesempatan bagi suatu negara untuk ikut terlibat dalam pengambilan kebijakan dan penguatan kerja sama di sektor aviasi global.
Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam organisasi tersebut. ICAO dibentuk pada 1947, sementara Indonesia telah menjadi anggota sejak 1950. Dalam rentang 1962 hingga 2001, Indonesia pernah menduduki kursi Dewan ICAO selama 12 periode.
Keterlibatan itu juga diperkuat dengan pembukaan Kantor Kepentingan Indonesia pada ICAO atau KKIP ICAO di Montreal pada 2012. Kehadiran kantor tersebut ditujukan untuk mempererat kerja sama, menjaga komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta memastikan Indonesia dapat berpartisipasi aktif dalam forum dan pertemuan yang digelar di kantor pusat ICAO.
Rekam Keselamatan Melampaui Rata-rata Global
Catatan keselamatan penerbangan Indonesia menjadi salah satu dasar penting bagi penguatan peran tersebut. Audit ICAO melalui Universal Safety Oversight Audit Programme atau USOAP mencatat effective implementation Indonesia mencapai 78,85 persen. Angka itu berada di atas rerata global yang mencapai 70,6 persen dan rata-rata kawasan Asia Pasifik sebesar 69,6 persen.
Hasil serupa terlihat pada bidang keamanan penerbangan. Dalam audit keamanan ICAO USOAP, Indonesia memperoleh capaian 88,53 persen. Nilai tersebut melampaui target global 75 persen.
Indikator itu menggambarkan pelaksanaan pengawasan yang selaras dengan standar keselamatan dan keamanan penerbangan internasional. Bagi negara kepulauan seperti Indonesia, aspek tersebut memiliki arti luas karena perjalanan udara bukan hanya melayani mobilitas penumpang, tetapi juga menjaga keterhubungan antardaerah yang dipisahkan laut dan jarak geografis.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI Lukman F. Laisa menegaskan bahwa fungsi penerbangan di Indonesia tidak dapat dipandang sebatas kegiatan bisnis transportasi.
“Sebagai negara kepulauan, Indonesia tidak melihat penerbangan sipil hanya sebagai industri, tetapi juga sebagai cara hidup yang menghubungkan komunitas,” kata Lukman.
Konektivitas udara juga berperan sebagai penghubung antarwilayah dan salah satu penggerak kegiatan ekonomi. Layanan penerbangan memungkinkan masyarakat, barang, dan aktivitas usaha menjangkau daerah yang tidak selalu mudah diakses melalui moda transportasi lain.
Skala Layanan Penerbangan Nasional
Hingga semester pertama 2026, sektor penerbangan Indonesia melayani 24,9 juta penumpang domestik serta 18,5 juta penumpang internasional. Pergerakan tersebut didukung oleh 257 bandara di seluruh Indonesia.
Jaringan penerbangan nasional mencakup 297 rute domestik dan 160 rute internasional. Operasionalnya ditangani 14 maskapai nasional bersama 59 maskapai asing. Besarnya jaringan ini memperlihatkan kebutuhan akan pengawasan keselamatan, keamanan, serta koordinasi penerbangan yang terus berjalan di berbagai titik layanan.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Kanada sekaligus Wakil Tetap RI untuk ICAO, Muhsin Syihab, menyampaikan bahwa kemajuan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari perkembangan aviasi. Penerbangan sipil telah membantu menghubungkan Indonesia dengan dunia, sekaligus memperluas kesempatan bagi masyarakat dan berbagai daerah.
Dukungan untuk Negara Berkembang
Selain membangun kapasitas di dalam negeri, Indonesia juga menjalankan peran internasional melalui Indonesia Developing Countries Training Program atau DCTP. Sejak bergabung dengan ICAO pada 1950, Indonesia telah membagikan keahlian kepada lebih dari 60 negara melalui program tersebut.
Dalam satu tahun terakhir, dukungan bagi negara berkembang juga diwujudkan melalui pelatihan, pertukaran kepakaran, dan bantuan finansial untuk meningkatkan kapasitas aviasi. Langkah ini mencerminkan kepentingan Indonesia untuk mendorong kemajuan penerbangan yang lebih merata, terutama bagi negara yang masih memperkuat sistem dan sumber daya di sektor tersebut.
Dengan rekam keselamatan yang berada di atas rata-rata global, jaringan penerbangan yang luas, serta keterlibatan dalam pengembangan kapasitas internasional, Indonesia membawa modal yang kuat dalam pencalonannya untuk Dewan ICAO periode 2026–2028. Peran di tingkat global diharapkan dapat memperluas kontribusi Indonesia dalam membangun penerbangan sipil yang aman, terlindungi, dan mampu menghubungkan lebih banyak komunitas.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Presiden ICAO apresiasi rekam jejak keselamatan?
Presiden ICAO apresiasi rekam jejak keselamatan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Presiden ICAO apresiasi rekam jejak keselamatan matter?
Presiden ICAO apresiasi rekam jejak keselamatan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

