Key Discussion: Sheila On 7 bahas kebutuhan dan keinginan dalam lagu barunya

Sheila On 7 Refleksikan Kebutuhan dan Keinginan dalam Lagu Terbaru

Key Discussion –

Dari Jakarta, band musik berasal Yogyakarta, Sheila On 7, menjelaskan konsep kebutuhan dan keinginan yang terkandung dalam single barunya berjudul “Sederhana”. Dalam sebuah wawancara, Duta Modjo, vokalis grup ini, membagikan pengalaman masa kecil anggotanya yang sering menuruti apa yang mereka sukai. “Semasa muda, kami selalu mengutamakan keinginan pribadi, karena hidup adalah proses belajar,” katanya. “Keberuntungan kami tidak hanya datang dari usaha, tapi juga lingkungan yang mendukung. Karena itu, kami bisa menjalani kehidupan musik dengan lebih bebas,” tambahnya.

Kebutuhan dan Keinginan dalam Karya Musik

Duta menjelaskan bahwa saat merilis album Pejantan Tangguh pada tahun 2004, Sheila On 7 lebih fokus pada keinginan untuk mengekspresikan diri sebagai musisi. “Album itu cukup sukses secara pencapaian, tapi kurang dalam hal penjualan,” katanya. “Kami memprioritaskan kesenian, sehingga mungkin terkesan egois karena tidak mempertimbangkan audiens secara penuh,” ujarnya.

Kisah Erros Candra: Egoisme dalam Perjalanan Musikal

Dalam sesi wawancara yang sama, Erros Candra, gitaris Sheila On 7, membagikan perspektifnya tentang keinginan dan kebutuhan dalam perjalanan musik. “Saya, misalnya, tidak terlalu perhatian pada pakaian, tapi kalau gitar, harganya bisa cukup mahal,” katanya. “Karena saya adalah seorang gitaris, pasti ingin memberikan yang terbaik untuk fans. Maka, saya terus menggali potensi suara gitar, membeli alat baru—itu mungkin kebutuhan untuk berkarya,” ia menjelaskan.

Inspirasi dari Kondisi Pandemi

Erros mengungkapkan bahwa lagu “Sederhana” terinspirasi oleh situasi di masa pandemi COVID-19. “Kondisi ini membuat kami tidak bisa menampilakan diri secara langsung di depan penggemar,” katanya. “Di tengah pembatasan, saya menyadari bahwa beberapa peralatan musik yang saya beli hanyalah ikut tren,” tambahnya. “Namun, ada juga barang yang tetap bernilai, baik untuk kerja maupun sebagai investasi jangka panjang,” ia menambahkan.

Pelajaran dalam Menyeimbangkan Kebutuhan dan Keinginan

Menurut Erros, masa pandemi jadi momen penting untuk merefleksikan kebutuhan versus keinginan. “Saya berpikir, apa yang kita butuhkan dan apa yang kita inginkan bisa terlihat jelas selama situasi ini,” katanya. “Banyak hal yang dulu dianggap penting, sekarang terasa lebih sederhana. Sementara itu, beberapa keinginan yang sebelumnya diabaikan ternyata bisa memicu pertumbuhan kreativitas,” ujarnya.

Keseimbangan Hidup dalam Musik

Duta menyetujui pandangan Erros. “Kami belajar bahwa hidup musik bukan hanya tentang mengejar impian, tapi juga mengatur porsi antara kebutuhan dan keinginan,” katanya. “Terkadang, keinginan bisa membawa kita ke jalur yang berbeda, tetapi kebutuhan tetap menjadi fondasi agar bisa bertahan.”

Pandangan tentang Kebutuhan dan Keinginan

Dalam penjelasannya, Duta menggarisbawahi pentingnya mengenali dua hal ini. “Kebutuhan adalah hal yang mendasar, seperti kebutuhan untuk bertahan hidup atau memenuhi tanggung jawab musik,” katanya. “Sementara keinginan, meski terkadang mengganggu, bisa menjadi pemicu untuk berkembang.”

Proses Kreatif di Tengah Tantangan

Erros mengatakan bahwa lagu “Sederhana” lahir dari keinginan untuk menyampaikan pesan tentang kesederhanaan. “Di masa pandemi, kami merasa kreativitas terbatas, tapi itu justru membuat kami lebih kritis,” katanya. “Sebelumnya, mungkin terlalu fokus pada keinginan untuk mengikuti trend musik, tapi kini kami lebih sadar bahwa kebutuhan seperti konsistensi dan kualitas justru lebih penting,” tambahnya.

Kebutuhan sebagai Bentuk Investasi

Duta juga menyoroti kebutuhan sebagai aspek yang tidak bisa diabaikan. “Meski keinginan bisa membuat kita merasa lebih hidup, kebutuhan tetap menjadi dasar,” katanya. “Contoh kecilnya, seperti membeli alat musik atau mengejar kualitas, bisa berdampak besar di jangka panjang.”

Refleksi dalam Lagu

Menurut Duta, lagu “Sederhana” tidak hanya menceritakan pengalaman pribadi, tetapi juga keinginan dan kebutuhan yang universal. “Lagu ini ingin menyampaikan bahwa keinginan bisa menjadi cara untuk mengekspresikan diri, tapi kita harus sadar bahwa kebutuhan juga tetap berharga,” katanya. “Dengan menyeimbangkan keduanya, kita bisa hidup dengan lebih bahagia,” ia menutup.

Perubahan Persepsi dalam Musik

Erros mengatakan bahwa single ini memberikan kesadaran baru tentang arti sebenar dari hidup musik. “Kami merasa bahwa keinginan selama ini mungkin terlalu dominan, tapi kebutuhan justru bisa membawa kepuasan lebih jauh,” katanya. “Sederhana itu bukan hanya tentang musik, tapi juga kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Keseimbangan sebagai Kunci Kepuasan

Dalam kesimpulan, Duta dan Erros sepakat bahwa keseimbangan antara kebutuhan dan keinginan adalah inti dari karya musik mereka. “Kebutuhan mengarahkan kita ke arah yang lebih realistis, sedangkan keinginan memberi warna dan semangat,” katanya. “Dengan memahami keduanya, kami bisa menyajikan lagu yang lebih bermakna,” ia menutup.

Kebutuhan dan keinginan dalam konteks musik Sheila On 7 tidak hanya tentang alat bantu atau kesenian, tapi juga tentang bagaimana kita membangun identitas dan kepuasan hidup. Lagu “Sederhana” dianggap sebagai cermin dari perjalanan mereka, yang membawa pesan bahwa keinginan bisa menjadi pelopor, tapi kebutuhan tetap menjadi akar.