Pendaftaran JFP dan JIPCon di JAFF Market 2026 buka hingga 1 September

2 months ago  ·  4 min read
By Sandra Jones - fukushimask.com
JAFF-Content-Market-2025

Program JFP dan JIPCon JAFF Market 2026 Resmi Dibuka untuk Para Kreator

Fukushimask.com – Industri perfilman Indonesia kembali menyambut momentum penting dengan diresmikannya masa pendaftaran untuk dua program unggulan Jogja-NETPAC Asian Film Festival. Program Future Project atau JFP serta JAFF IP Connection atau JIPCon kini menerima pengajuan berkas film dan kekayaan intelektual nonfilm untuk penyelenggaraan tahun 2026. Pendaftaran resmi telah dibuka sejak 31 Juli dan akan ditutup pada 1 September 2026, dengan informasi lengkap tersedia melalui portal digital jaff-market.com.

Transformasi signifikan terjadi pada JIPCon yang sebelumnya dikenal dengan nama JAFF Content Market (JCM). Perubahan identitas ini bukan sekadar pergantian label, melainkan strategi untuk memperjelas akses bagi para kreator yang ingin mengembangkan karya di luar ranah perfilman konvensional. Sekarini Seruni, Business Director JAFF Market, menekankan bahwa banyak narasi potensial belum tersentuh oleh industri film mainstream.

Banyak cerita dengan potensi layar yang kuat berada di luar jalur film. Melalui JIPCon, kami ingin membuat pintu masuknya lebih jelas dan mempertemukan pemilik IP dengan pihak yang mempunyai kapasitas untuk mengembangkan, membiayai, dan membawa cerita tersebut kepada penonton atau penikmat karya. Perubahan nama ini mencerminkan fokus kami pada koneksi yang menghasilkan tindak lanjut nyata.

Ekspansi Kapasitas untuk Film Asia Pasifik

Program JFP tahun ini menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan sinema regional. Kuota ruang pendampingan meningkat menjadi 12 film panjang dari kawasan Asia Pasifik, naik dari batas 10 karya yang tersedia pada tahun sebelumnya. Prioritas utama tetap diberikan kepada proyek-proyek yang mengandung unsur Indonesia, sejalan dengan misi festival sebagai jembatan budaya.

Linda Gozali, Market Director JAFF Market, menjelaskan bahwa visi program melampaui sekadar forum presentasi. Jalur pengembangan yang dibangun dirancang berkelanjutan, mulai dari pematangan konsep proyek, pencarian pendanaan, tahap produksi, hingga perluasan akses ke pasar internasional. Fokus khusus diberikan pada segmen pasar yang memiliki potensi besar namun belum banyak dieksplorasi oleh industri perfilman Indonesia.

Pada pelaksanaan tahun ini, penambahan 12 proyek diharapkan memberi ruang lebih banyak cerita dari Indonesia dan Asia Pasifik untuk bertemu dengan mitra yang tepat. Yang ingin kami bangun bukan hanya forum presentasi, melainkan jalur pengembangan yang berlanjut, dari pematangan proyek, pendanaan, produksi, hingga akses yang lebih luas ke pasar internasional, khususnya yang berpotensi namun belum tereksplorasi.

Jejak Prestasi Alumnus di Panggung Global

Rekam jejak program JAFF Market menunjukkan konsistensi dalam melahirkan karya-karya berkualitas internasional. Portofolio alumnus mencakup film “Pangku” garapan Reza Rahadian yang tampil di Cannes dan Busan International Film Festival tahun 2025. Karya “A Life Full of Holes” karya Loeloe Hendra Komara juga berhasil menembus Hong Kong Asia Film Financing Forum pada tahun 2026.

Selain itu, film “My Mother” karya Eddie Cahyono serta “Our Son” ciptaan Luhki Herwanayogi turut mempersembahkan nama Indonesia di Bangkok International Content Market tahun 2026. Pencapaian-pencapaian ini membuktikan bahwa program pendampingan JAFF Market mampu menjadi katalisator bagi kreator lokal untuk menjangkau audiens global.

Adaptasi Karya Nonfilm Menuju Layar Lebar

Sektor adaptasi kekayaan intelektual nonfilm juga menunjukkan perkembangan menarik. Beberapa karya literatur dan konten digital telah memasuki tahap pengembangan menjadi film panjang. “Bandits of Batavia” yang diproduksi oleh Imajinari bersama sutradara Ernest Prakasa menjadi salah satu contoh menonjol. Proyek “Locust” dikerjakan oleh Aftersun Pictures dengan arahan Sidharta Tata, sementara “Tikam Samurai” hadir melalui kolaborasi Bushi Bros Films bersama Cornelio Sunny.

Pendaftaran JIPCon terbuka bagi para pemilik materi kreatif dalam berbagai format. Buku, novel, komik, lagu, gim video, konten digital, hingga karya ilmiah dapat diajukan untuk dipertemukan dengan investor dan produser internasional. Acara networking dijadwalkan berlangsung pada 28 hingga 30 November 2026 di Jogja Expo Center, Yogyakarta, menjadi wadah strategis bagi para pemegang hak cipta untuk menemukan mitra pengembangan yang sesuai.

Akses Profesional untuk Pelaku Industri

Bagi para profesional industri yang ingin berjejaring langsung dengan kreator proyek terpilih, pembelian Badge Akreditasi JAFF Market 2026 kini dapat dilakukan melalui situs resmi. Harga khusus Early Bird tersedia hingga batas akhir 31 Oktober 2026, memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan akses dengan biaya lebih efisien. Kehadiran badge ini memungkinkan pelaku industri untuk terlibat penuh dalam berbagai sesi presentasi, diskusi panel, dan pertemuan bisnis yang akan berlangsung selama festival.

Kemunculan program-program ini menandai fase baru dalam ekosistem perfilman Indonesia. Dengan kombinasi antara pengembangan film panjang dan adaptasi kekayaan intelektual nonfilm, JAFF Market 2026 berpotensi menjadi katalisator pertumbuhan industri kreatif nasional. Kolaborasi antara kreator lokal dengan mitra internasional diharapkan dapat menghasilkan karya-karya yang tidak hanya berkualitas secara artistik, tetapi juga kompetitif di kancah global.

Frequently Asked Questions

What is Pendaftaran JFP dan JIPCon di JAFF?

Pendaftaran JFP dan JIPCon di JAFF is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pendaftaran JFP dan JIPCon di JAFF matter?

Pendaftaran JFP dan JIPCon di JAFF matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *