Kebakaran TPSA Ciniru Kuningan: Penyelidikan Dimulai, Api Masih Dipadamkan
Fukushimask.com – Sebagian kawasan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPSA) Ciniru di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dilahap api hingga menghanguskan area seluas hampir lima hektare. Peristiwa yang terjadi pada Kamis itu memicu respons gabungan dari TNI, kepolisian, dan pemerintah daerah. Kepulan asap tebal masih terlihat membubung dari titik-titik yang belum sepenuhnya padam, sementara tim lapangan terus bekerja untuk mencegah bara api menjalar ke lahan di sekelilingnya.
TPSA Ciniru merupakan salah satu titik pembuangan akhir sampah utama bagi warga Kuningan. Kebakaran di fasilitas semacam ini bukan sekadar insiden lokal; ia mengancam kesehatan lingkungan, memicu emisi gas rumah kaca dari pembakaran terbuka, dan berpotensi merambat ke permukiman atau lahan pertanian di sekitarnya. Skala kerusakan yang mendekati lima hektare menunjukkan bahwa material organik di dalam tumpukan sampah telah menjadi bahan bakar yang sulit dikendalikan tanpa peralatan khusus.
Polres Kuningan Buka Penyelidikan Penyebab
Setelah kondisi di lapangan berangsur stabil dan proses pendinginan memasuki tahap lanjutan, Kepolisian Resor Kuningan resmi membuka penyelidikan untuk mengungkap akar penyebab kebakaran. Kapolres AKBP Bellen Anggara Pratama menegaskan bahwa tim penyidik sedang mendalami apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian yang memicu percikan api pertama.
“Saat ini kita dalam tahap pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui apakah ada faktor kesengajaan maupun kelalaian,” kata Bellen di Kuningan, Kamis.
Ia menjelaskan bahwa langkah investigasi sengaja dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu operasi pemadaman yang masih berlangsung. Prioritas utama seluruh personel di lapangan tetap pada pengendalian api, bukan pada pengumpulan bukti forensik.
“Kita fokusnya sama-sama memadamkan, ini tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Bellen memastikan bahwa api yang tersisa di kawasan TPSA Ciniru telah berada dalam kendali dan tidak lagi berisiko menyebar secara masif ke wilayah sekitar. Namun, kepulan asap yang masih muncul menjadi pengingat bahwa bara di dalam tumpukan sampah dapat menyala kembali jika tidak ditangani secara menyeluruh.
Operasi Pemadaman dan Pendinginan Berlangsung di Tiga Sisi
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu, menyampaikan bahwa tim gabungan masih aktif melakukan pemadaman dan pendinginan pada sisi selatan, utara, dan timur TPSA. Tujuannya adalah menekan titik panas yang tersisa serta mengurangi emisi asap yang dapat mengganggu kualitas udara di lingkungan sekitar.
“Titik api mulai berkurang, proses pendinginan sedang dilakukan,” kata Indra.
Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan kebakaran di TPSA adalah bahwa material yang terbakar bukan hanya permukaan, melainkan juga lapisan dalam tumpukan sampah yang mengandung gas metana dan bahan kimia dari limbah rumah tangga. Pendinginan yang tidak merata dapat meninggalkan bara tersembunyi yang kemudian memicu kebakaran ulang dalam hitungan jam.
Api Merembet ke Kebun Bambu Warga
Di luar batas resmi TPSA, percikan api sempat merembet ke kebun bambu milik warga yang berdekatan dengan kawasan pembuangan. Tim gabungan segera menangani rembesan tersebut agar kebakaran tidak meluas ke lahan produktif masyarakat. Insiden ini mengingatkan bahwa jarak antara fasilitas pembuangan sampah dan permukiman atau kebun warga di Kuningan relatif terbatas, sehingga setiap kebakaran di TPSA membawa risiko langsung bagi aset dan mata pencaharian penduduk sekitar.
Koordinasi Teknologi dan Dukungan Lintas Daerah
Untuk memetakan secara akurat lokasi titik panas yang belum padam, BPBD Kabupaten Kuningan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Cirebon guna memperoleh citra dari drone thermal. Data termal tersebut menjadi dasar pengambilan keputusan dalam menentukan prioritas operasi pemadaman berikutnya, terutama pada area yang tidak terlihat dari permukaan karena tertutup asap atau tumpukan sampah.
Dukungan logistik penanganan kebakaran mencakup kendaraan pemadam, sejumlah tangki air, dua unit ekskavator untuk membalik dan menyebar material yang masih membara, serta empat unit alat pemadam sprinkler tripod yang dipinjamkan dari BPBD Provinsi Jawa Barat. Ekskavator berperan penting karena memungkinkan petugas menggali dan memisahkan lapisan sampah yang masih menyimpan panas internal.
Untuk menjaga stamina personel yang bekerja dalam shift panjang, dapur umum dan layanan kesehatan telah disiapkan di sekitar lokasi. Kondisi cuaca panas dan paparan asap berjam-jam membuat dukungan medis menjadi kebutuhan operasional, bukan sekadar fasilitas tambahan.
Implikasi dan Langkah ke Depan
Hasil penyelidikan Polres Kuningan akan menentukan apakah terdapat pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban atas kebakaran ini. Jika terbukti ada kelalaian dalam pengelolaan TPSA—misalnya kegagalan mengendalikan gas metana, penumpukan sampah tanpa pemisahan, atau kelalaian dalam pemantauan suhu tumpukan—maka langkah perbaikan struktural perlu segera dilakukan. Sebaliknya, bila unsur kesengajaan ditemukan, proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi masyarakat Kuningan, kebakaran ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah akhir bukan hanya urusan teknis pemerintah daerah, melainkan juga menyangkut keselamatan lingkungan dan kesehatan publik. Dengan skala kerusakan hampir lima hektare dan potensi emisi yang signifikan, pemulihan kawasan TPSA Ciniru memerlukan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit. Sementara itu, warga di sekitar lokasi diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan kepulan asap dan bau menyengat hingga seluruh titik panas dinyatakan padam secara total.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Polres Kuningan selidiki penyebab kebakaran TPSA?
Polres Kuningan selidiki penyebab kebakaran TPSA is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Polres Kuningan selidiki penyebab kebakaran TPSA matter?
Polres Kuningan selidiki penyebab kebakaran TPSA matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

