Yang Dibahas: Suhaimi sampaikan tawaran Rp150 juta tiga terdakwa ke Abdul Rahim

Suhaimi sampaikan tawaran Rp150 juta tiga terdakwa ke Abdul Rahim

Mataram, Senin malam

Mataram menjadi tempat pertemuan antara Suhaimi, anggota Komisi I DPRD Nusa Tenggara Barat, dengan Abdul Rahim, seorang legislator dari fraksi PDIP yang sama. Dalam kesaksian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Suhaimi mengungkapkan adanya penawaran uang senilai Rp150 juta dari tiga tersangka gratifikasi. “Kalau yakin atau tidak, obrolan tersebut muncul dari tiga terdakwa ini, bahwa ada dana Rp150 juta,” ujarnya.

“Jadi, yang saya sampaikan kepada Bram adalah bahwa program ini tidak dalam bentuk biasa. Mereka menunjuk rekanan layaknya dana pokok pikiran, tetapi tidak ada nilai kegiatan. Bentuknya diganti uang, masing-masing Rp150 juta,”

Menurut Suhaimi, tawaran tersebut disampaikan saat pertemuan kedua dengan Abdul Rahim, yang dikenal dengan sapaan Bram, di rumahnya di Kota Mataram. Kesempatan itu terjadi setelah rapat paripurna DPRD NTB. Ia mengakui Bram menolak tawaran tersebut. “Enggak mau uang, maunya pekerjaan. Kalau mau pekerjaan, saya nggak bisa jelaskan ke kamu, saya nggak bisa negosiasi saat itu,” tambahnya.

Setelah Bram menolak, Suhaimi menyarankan agar legislator tersebut berkomunikasi kembali dengan Hamdan Kasim, salah satu terdakwa dalam kasus ini. “Karena Bram satu komisi dengan Hamdan Kasim, saya menyarankan begitu,” katanya. Pada malam itu pula, Bram meminta Suhaimi menghubungi Hamdan Kasim langsung via telepon.

“Bram bilang, coba dah telepon dulu. Saya telepon Pak Hamdan beberapa kali, nggak angkat, sampai akhirnya diangkat dan beliau bilang masih ada acara keagamaan di Lombok Timur,”

Suhaimi menjelaskan, setelah informasi itu disampaikan, ia menyarankan Bram berdiskusi dengan Hamdan Kasim saat kunjungan kerja DPRD NTB ke luar daerah. “Di situ akan kemungkinan ketemu, saya minta untuk ketemu sekalian,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dirinya tidak menerima uang dari penawaran Rp150 juta tersebut.

Suhaimi juga menyatakan hanya menghubungi Bram karena masih berada dalam satu fraksi. “Karena satu partai dan kenal lama dengan Bram, jadi saya cuma ke Bram saja, nggak ada yang lain,” pungkasnya.