Berita Hari Ini: Gunung Semeru empat kali erupsi pada Kamis
Gunung Semeru empat kali erupsi pada Kamis
Lumajang, Jawa Timur
Gunung Semeru, yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami serangkaian letusan pada Kamis. Dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, petugas pos pengamatan menjelaskan bahwa erupsi terjadi empat kali dengan tinggi kolom abu mencapai antara 800 meter hingga satu kilometer di atas puncak.
“Pertama kali, erupsi tercatat pukul 00.21 WIB dengan tinggi letusan sekitar 900 meter. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu, mengalir ke arah timur laut dengan intensitas tebal,” ungkap Sigit Rian Alfian, petugas pos pengamatan.
Erupsi kedua terjadi sekitar tiga jam kemudian, pukul 03.27 WIB, dengan kolom abu teramati mencapai satu kilometer di atas puncak. Kondisi abu tetap berwarna putih hingga kelabu, mengarah ke timur laut. Data seismograf menunjukkan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 160 detik.
Erupsi ketiga berlangsung pada 04.30 WIB dengan letusan mencapai 800 meter. Sigit menyebutkan bahwa abu kembali teramati berwarna putih hingga kelabu, bergerak ke arah timur laut. Seismograf merekam amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 112 detik.
“Erupsi keempat terjadi pukul 06.10 WIB, dengan tinggi letusan mencapai satu kilometer. Kolom abu berwarna kelabu, mengalir ke barat laut dengan intensitas tebal. Amplitudo maksimum mencapai 22 mm dan durasi 169 detik,” tambah Sigit.
Sigit menjelaskan bahwa Gunung Semeru berada dalam status Level III (Siaga). PVMBG memberikan rekomendasi untuk masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara, sepanjang Besuk Kobokan, hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Di luar area tersebut, aktivitas dilarang dalam 500 meter dari tepi sungai, terutama di wilayah Besuk Kobokan, karena risiko awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer.
“Penduduk juga dianjurkan menghindari area dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak, karena berpotensi terkena lontaran batu panas,” terangnya.
Menurut Sigit, masyarakat harus mewaspadai ancaman awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di wilayah lembah atau sungai yang bermuara di puncak Gunung Semeru. Area rentan mencakup Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai kecil dari Besuk Kobokan.
