DSLNG memperkuat kolaborasi kampus dan industri untuk dukung NZE

11 hours ago  ·  4 min read
By Daniel Johnson - fukushimask.com
WhatsApp-Image-2026-09-16-at-14.46.12_1

DSLNG dan Untad Perluas Ruang Belajar Industri Menuju Net Zero Emission

Fukushimask.com – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tadulako di Palu mendapat kesempatan mendalami keterkaitan antara teknologi industri, efisiensi operasional, dan pengelolaan lingkungan melalui program DSLNG Goes to Campus (DGTC). Kegiatan yang berlangsung pada Rabu itu menjadi ruang dialog antara dunia akademik dan PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) mengenai kesiapan tenaga profesional menghadapi agenda Net Zero Emission (NZE).

Kerja sama kampus dan industri dinilai penting karena mahasiswa tidak hanya memerlukan pemahaman teoritis dari perkuliahan. Mereka juga perlu melihat bagaimana ilmu teknik digunakan dalam aktivitas operasional, termasuk saat perusahaan mengambil keputusan yang berkaitan dengan keberlanjutan dan pengendalian dampak lingkungan.

Program DGTC di Universitas Tadulako atau Untad menekankan bahwa transisi menuju emisi nol bersih membutuhkan keterhubungan berbagai unsur. Teknologi, penghematan energi, pengelolaan emisi, penggunaan sumber daya secara tepat, serta peningkatan kemampuan sumber daya manusia menjadi bagian dari proses yang saling mendukung.

Teknologi sebagai bagian dari pengelolaan emisi

Environment Analyst DSLNG, Dwi Fitri Lestari, menjelaskan bahwa kebutuhan industri saat ini berkembang melampaui pemenuhan kewajiban kepatuhan. Perusahaan juga perlu mencari cara untuk memperbaiki capaian lingkungan melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan sehari-hari.

“Industri saat ini tidak hanya dituntut untuk memenuhi kepatuhan, tetapi juga terus mencari peluang untuk meningkatkan kinerja lingkungan melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi,” kata Dwi.

Di fasilitas pengolahan LNG, integrasi teknologi memiliki peran dalam usaha pengurangan emisi. Teknologi dan inovasi memungkinkan proses operasi dipantau secara lebih baik serta disesuaikan agar berjalan optimal. Dengan demikian, energi maupun sumber daya dapat digunakan secara lebih efisien tanpa mengabaikan kebutuhan operasional.

Bagi mahasiswa teknik, pembahasan tersebut memberi gambaran bahwa pekerjaan di sektor industri kelak tidak berhenti pada kemampuan menjalankan sistem atau merancang infrastruktur. Mereka juga akan berhadapan dengan tuntutan untuk memahami dampak lingkungan dari sebuah proses, menilai peluang perbaikan, dan ikut membangun langkah yang lebih berkelanjutan.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri seperti ini memberikan perspektif praktis kepada mahasiswa. Tidak hanya mengenai teknologi yang digunakan di industri, tetapi juga bagaimana aspek keberlanjutan menjadi bagian dari pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan operasional,” kata Dwi Fitri Lestari.

Pengalaman praktis bagi mahasiswa

Ketua Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Untad, Sriyati Ramadhani, menyambut pelaksanaan kembali DGTC di lingkungan kampus. Keterlibatan langsung pelaku industri dipandang dapat membantu mahasiswa menghubungkan materi akademik dengan kondisi nyata dalam kegiatan perusahaan.

Interaksi semacam ini memberi nilai tambah karena dunia kerja memiliki dinamika yang terus berubah. Penguasaan dasar keilmuan tetap penting, tetapi pemahaman atas cara ilmu tersebut diterapkan dalam operasi industri dapat membantu mahasiswa membangun kesiapan yang lebih relevan. Hal itu terutama berlaku bagi calon profesional teknik yang akan memasuki bidang dengan kebutuhan tinggi terhadap inovasi, keselamatan, efisiensi, dan pengelolaan lingkungan.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri seperti ini memberikan perspektif praktis kepada mahasiswa. Tidak hanya mengenai teknologi yang digunakan di industri, tetapi juga bagaimana aspek keberlanjutan menjadi bagian dari pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan operasional,” katanya.

Peserta dari beragam program studi di Fakultas Teknik Untad juga mengikuti sesi diskusi interaktif. Dalam forum tersebut, mahasiswa mengajukan pertanyaan dan menyampaikan pandangan mengenai hambatan penerapan teknologi, pendekatan perusahaan dalam menjalankan prinsip beyond compliance, serta kontribusi yang dapat dilakukan sektor industri untuk mendukung pencapaian NZE.

Menghubungkan pembelajaran dan kebutuhan masa depan

Konsep beyond compliance menggambarkan upaya yang tidak sekadar berhenti pada pemenuhan standar atau ketentuan yang berlaku. Dalam konteks keberlanjutan, pendekatan ini mendorong pencarian perbaikan yang berkelanjutan melalui inovasi, efisiensi, dan penguatan praktik operasional.

Agenda NZE sendiri tidak dapat dipahami sebagai satu tindakan tunggal. Pengurangan emisi membutuhkan perencanaan dan pelaksanaan yang mencakup banyak aspek, dari teknologi yang digunakan hingga kapasitas orang-orang yang mengoperasikannya. Karena itu, pengembangan kompetensi generasi muda menjadi unsur penting dalam perjalanan menuju tujuan tersebut.

Melalui DGTC, DSLNG membuka kesempatan berbagi pengetahuan serta pengalaman praktis dengan lingkungan akademik. Kegiatan ini juga memperkuat dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia di Sulawesi Tengah, khususnya mahasiswa yang sedang mempersiapkan diri untuk berkontribusi di dunia profesional.

Bagi kampus, dialog bersama industri dapat memperluas pemahaman mahasiswa mengenai tantangan aktual yang muncul di lapangan. Bagi industri, keterlibatan dengan perguruan tinggi menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kebutuhan kompetensi masa depan dan mendorong lahirnya tenaga kerja yang memahami hubungan antara kemajuan teknologi dan tanggung jawab lingkungan.

Frequently Asked Questions

What is DSLNG memperkuat kolaborasi kampus dan industri?

DSLNG memperkuat kolaborasi kampus dan industri is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does DSLNG memperkuat kolaborasi kampus dan industri matter?

DSLNG memperkuat kolaborasi kampus dan industri matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *