Kebijakan Baru: BGN diminta investigasi menyeluruh temukan penyebab keracunan massal

BGN diminta investigasi menyeluruh temukan penyebab keracunan massal

Jakarta, Selasa (2/4) – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengajukan permintaan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menjalankan investigasi secara transparan dan cepat. Dalam upaya itu, BGN diminta segera merilis hasil uji laboratorium yang relevan terkait penyebab kejadian keracunan massal di program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Timur.

“BGN harus melakukan investigasi menyeluruh secara transparan dan segera mengumumkan hasil uji laboratorium terkait penyebab keracunan,” ujar Jasra Putra, Wakil Ketua KPAI, saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Sejumlah pihak juga meminta BGN memastikan bahwa seluruh pengobatan dan biaya medis anak-anak yang terkena dampak dijamin dan sepenuhnya ditanggung. Selain itu, KPAI mengharapkan evaluasi menyeluruh terhadap sistem tata kelola, rantai pasok, serta standar penyimpanan makanan di setiap Sekolah Penggerak Pemulihan Gizi (SPPG) agar kejadian serupa tidak terulang.

“BGN perlu mendengarkan suara serta kekhawatiran anak dan orang tua. Pemulihan program harus dimulai dengan melibatkan perspektif penerima manfaat,” kata Jasra Putra.

Setelah kasus keracunan massal MBG terungkap di sejumlah sekolah Jakarta Timur pada Kamis (2/4), KPAI melakukan inspeksi langsung ke SMUN 91 dan berkunjung ke anak-anak korban di RS Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur, Selasa. Insiden ini mengakibatkan 72 siswa dari empat lembaga sekolah, yaitu SMAN 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, dan SDN Pondok Kelapa 07, menjadi korban.

Saat ini, puluhan siswa yang terkena keracunan sedang menjalani perawatan intensif di RSKD Duren Sawit, RSKD Pondok Kopi, serta RS Harum.