Perpusnas: Dukungan DPR jadi energi perkuat literasi nasional

5 hours ago  ·  3 min read
By David Garcia
khrisna-edit-1784301663-7ebced2e90

Perpusnas Menerima Energi Positif dari Dukungan DPR di Tengah Penyesuaian Anggaran 2026

Komitmen Memperkuat Literasi Nasional

Perpusnas – Jakarta – Kepala Perpustakaan Nasional, E. Aminudin Aziz, menyampaikan bahwa dukungan yang diberikan oleh Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menjadi sumber motivasi penting bagi institusinya. Dukungan tersebut memungkinkan Perpusnas untuk terus melaksanakan tugas-tugas utamanya dalam memperkuat budaya literasi di seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan meskipun institusi tersebut harus menghadapi penyesuaian anggaran yang cukup berarti pada tahun 2026 mendatang.

Menurut Aminudin, salah satu kekuatan utama yang dimiliki Perpusnas adalah empati yang ditunjukkan oleh para anggota Komisi X. Selain itu, semangat dari masyarakat pengguna perpustakaan juga terus mengalami peningkatan. Para pegiat literasi dan pelestari naskah pun menunjukkan kegigihan yang tidak pernah surut. Kombinasi faktor-faktor inilah yang membuat Perpusnas tetap bersemangat meskipun terjadi penurunan anggaran yang cukup signifikan.

“Bagaimanapun, salah satu kekuatan kami adalah empati yang ditunjukkan bapak dan ibu di Komisi X. Kami juga melihat semangat publik dan pengguna Perpusnas yang justru terus meningkat, serta kegigihan para pegiat literasi dan pelestari naskah yang tidak surut. Itulah yang membuat kami tetap semangat meskipun anggaran Perpusnas turun cukup signifikan,” ujar Aminudin dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Realisasi Anggaran 2025 yang Memuaskan

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat yang diselenggarakan bersama Komisi X DPR RI di Jakarta pada hari Kamis, tanggal 16 Juli. Dalam kesempatan tersebut, Aminudin menjelaskan bahwa Perpusnas berhasil merealisasikan anggaran tahun 2025 sebesar Rp583,26 miliar. Angka ini mewakili 98,93 persen dari pagu efektif setelah adanya pemblokiran sebesar Rp589,59 miliar.

Menurutnya, seluruh unit kerja di lingkungan Perpusnas mampu menjaga kualitas pengelolaan anggaran dengan tingkat penyerapan yang berada di atas 98 persen. Pencapaian ini menunjukkan efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan dana yang dialokasikan untuk berbagai program dan kegiatan perpustakaan nasional. Dengan realisasi yang mendekati sempurna, institusi ini membuktikan bahwa pengelolaan keuangan berjalan dengan baik meskipun menghadapi tantangan eksternal.

Dampak Penyesuaian Anggaran terhadap Program Prioritas

Aminudin mengakui bahwa penyesuaian anggaran pada tahun 2026 akan berdampak terhadap sejumlah program prioritas yang selama ini dijalankan. Program-program tersebut antara lain bantuan bacaan bermutu bagi perpustakaan desa, taman bacaan masyarakat, lembaga pemasyarakatan, dan puskesmas. Selain itu, penyaluran Dana Alokasi Khusus Fisik untuk pembangunan dan penguatan sarana perpustakaan di daerah juga akan mengalami penyesuaian.

Meskipun demikian, ia memastikan bahwa Perpusnas tetap berkomitmen untuk menjaga target pembangunan literasi nasional. Hal ini akan dilakukan melalui penyesuaian target kinerja bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas. Penguatan pendampingan penyusunan data Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat juga akan terus dilakukan. Pengembangan program Relawan Literasi Masyarakat atau Relima pun akan tetap menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia.

Kolaborasi untuk Memastikan Kelancaran Program

Untuk memastikan berbagai program tetap berjalan optimal, Perpusnas memperluas kolaborasi pendanaan dengan berbagai pihak. Kementerian Kebudayaan, komunitas pelestari naskah, lembaga filantropi, dan mitra internasional menjadi mitra strategis dalam upaya ini. Kolaborasi ini diharapkan dapat弥补 kekurangan anggaran dan memastikan keberlanjutan program-program literasi. Melalui sinergi yang lebih luas, institusi ini berupaya menjaga kualitas layanan meskipun sumber daya keuangan mengalami perubahan.

“Perpusnas tetap mampu menunjukkan dedikasi, inovasi, dan menjaga kualitas layanan di tengah keterbatasan anggaran. Dampak pengurangan anggaran terhadap capaian pembangunan literasi perlu menjadi perhatian dalam pembahasan anggaran berikutnya,” ujar Hetifah.

Perhatian Khusus dari Komisi X DPR RI

Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyampaikan bahwa pengurangan anggaran berpotensi memengaruhi pembangunan literasi. Oleh karena itu, hal ini perlu menjadi perhatian serius dalam pembahasan anggaran pada tahun-tahun mendatang. Hetifah menilai bahwa Perpusnas tetap mampu menunjukkan dedikasi, inovasi, dan menjaga kualitas layanan di tengah keterbatasan anggaran yang ada.

Dampak pengurangan anggaran terhadap capaian pembangunan literasi perlu menjadi perhatian dalam pembahasan anggaran berikutnya. Hal ini penting untuk memastikan bahwa program-program literasi nasional tidak terganggu dan dapat terus memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Indonesia. Dengan dukungan penuh dari DPR, Perpusnas optimis dapat melewati masa penyesuaian ini dengan tetap mempertahankan visi besar dalam meningkatkan literasi bangsa.

MORE FROM THIS CATEGORY