Topics Covered: Lewat Tradisi Bakaba, Pemkot Solok berupaya perkuat pelestarian budaya

0ab089da-8597-4d0d-af4b-d469acdd5eb9-0

Pemkot Solok Revitalisasi Budaya Minangkabau melalui Tradisi Bakaba

Topics Covered – Kota Solok, Sumatera Barat, menjadi perhatian utama dalam upaya mengembangkan seni budaya Minangkabau. Pemerintah Kota (Pemkot) Solok terus memperkuat warisan budaya lokal dengan berbagai inisiatif kreatif, salah satunya melalui pelaksanaan lokakarya tentang olah tubuh dan keaktoran dalam konteks pertunjukan seni Minangkabau. Tradisi “Baka dan Tutua Bakaba (tutur berkabar)” menjadi fokus utama, dengan tujuan memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda agar tetap dijaga dan dikembangkan.

Pelaksanaan Lokakarya sebagai Sarana Revitalisasi Budaya

Dalam rangkaian kegiatan revitalisasi budaya, Topics Covered ini dianggap penting untuk menjaga keberlanjutan seni tradisional di tengah perubahan zaman yang cepat. Wakil Wali Kota Solok Suryadi Nurdal memberikan apresiasi terhadap Yayasan Zona Cakrawala Solok yang menjadi penyelenggara. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya menghadirkan wawasan seni, tetapi juga menjadi sarana untuk menghidupkan kembali tradisi yang kini mulai terpinggirkan.

“Revitalisasi budaya melalui pelibatan generasi muda adalah langkah strategis di tengah arus modernisasi yang semakin pesat,” ujar Suryadi. “Pertunjukan seni budaya Minangkabau tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga membawa pesan moral dan identitas masyarakat.”

Tradisi Bakaba, yang merupakan bagian dari kehidupan budaya Minangkabau, memegang peran vital dalam menjaga hubungan antarmanusia, adat istiadat, serta kearifan lokal. Lokakarya ini bertujuan memperkenalkan teknik pengucapan berita atau pesan melalui tata rias dan gerak tubuh, sekaligus mengajarkan cara menyesuaikan ekspresi seni dengan konteks sosial dan budaya saat ini.

Modernisasi dan kemajuan teknologi, menurut Suryadi, menjadi tantangan bagi seni tradisional. Ia menyatakan bahwa budaya luar sering kali menggeser perhatian masyarakat terhadap nilai-nilai tradisional. Namun, melalui Topics Covered ini, Pemkot Solok berharap menciptakan keseimbangan antara warisan luhur dan kreativitas kontemporer. “Seni pertunjukan adalah cara untuk melestarikan nilai-nilai kehidupan, seperti kebersamaan, etika, dan keterbukaan,” tambahnya.

Komitmen dalam Pelestarian Budaya Lokal

Pemkot Solok berkomitmen mendukung inisiatif yang mampu menghidupkan seni lokal. Lokakarya Bakaba dianggap sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk membentuk generasi muda yang percaya diri dan mampu menjadi pelaku utama dalam pelestarian budaya. Suryadi menekankan bahwa kegiatan ini juga menjadi wadah untuk melatih kemampuan ekspresi dan keterampilan berkomunikasi melalui seni.

Kepedulian terhadap seni budaya tidak hanya terlihat dari partisipasi peserta, tetapi juga dari lingkungan pendukung yang menyediakan sumber daya. Pemkot Solok berencana terus berkolaborasi dengan lembaga dan komunitas lokal untuk memperkuat keberlanjutan tradisi. “Keberlanjutan budaya Minangkabau tidak hanya tergantung pada pertunjukan, tetapi juga pada kesadaran kolektif masyarakat,” ujarnya.