UGM adakan bimtek budi daya kambing dan domba bagi 585 peternak DIY

UGM adakan bimtek budi daya kambing dan domba bagi 585 peternak DIY

Di Yogyakarta, Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) menggelar pelatihan teknis tentang budidaya dan pengembangan ternak kambing serta domba bagi 585 peternak dari berbagai kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dengan peserta yang kemudian menjalani program latihan intensif selama sebulan di masing-masing kelas.

“Dekan Fakultas Peternakan UGM, Budi Guntoro, menyatakan bahwa bimtek ini bertujuan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan dengan kondisi lokal serta kebutuhan para peternak DIY,” sambutannya saat membuka pelatihan kambing dan domba di Yogyakarta, Sabtu.

Pelatihan ini menjadi wujud komitmen Fapet UGM dalam mendukung pengembangan sub-sektor peternakan. “Saya yakin, kerja sama ini tidak hanya berdampak di DIY, tetapi juga memperkuat sinergi dengan daerah-daerah lain di Indonesia,” tambahnya.

“Menurut Budi, kambing dan domba tidak hanya berperan sebagai penghasil daging atau protein hewani, tetapi juga menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat peternak DIY. “Mereka memiliki nilai sosial, budaya, dan ekonomi yang signifikan,” ujarnya.”

Dalam rangka meningkatkan kualitas SDM peternak, bimtek ini bertujuan memperbaiki kapasitas dalam mengelola kesehatan ternak, kesejahteraan hewan, serta produktivitas usaha. “Ini menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya saing peternakan kambing dan domba, serta menghadapi persaingan produksi ternak di sekitar wilayah,” katanya.

“Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pendekatan peternakan berkelanjutan, yang tidak hanya fokus pada produksi atau keuntungan ekonomis, tetapi juga menjaga kesejahteraan hewan dan dampak lingkungan. “Kesejahteraan ternak harus diutamakan, agar hewan tidak hanya dimanfaatkan untuk produksi, tetapi juga diperlakukan secara humanis sesuai prinsip perikehewanan,” katanya.”

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Aris Eko Nugroho, menambahkan bahwa banyak pengunjung dari luar daerah tertarik pada produk olahan domba dan kambing sebagai bagian dari kuliner khas Yogyakarta. “Kerja sama dengan Fapet UGM diharapkan mampu mensejahterakan masyarakat melalui pengembangan ternak ini,” imbuhnya.