Visit Agenda: PPIH Medan sebut Kloter 13 gelombang pertama pemberangkatan terakhir

Visit Agenda: PPIH Medan Umumkan Kloter 13 sebagai Gelombang Terakhir

Visit Agenda – Kota Medan, Sumatera Utara, menjadi salah satu pusat keberangkatan jamaah calon haji yang terdaftar dalam Visit Agenda. Dalam pengumuman resmi, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan mengungkap bahwa Kloter 13 merupakan gelombang pertama pemberangkatan terakhir. “Hari ini, kami umumkan bahwa Kloter 13 adalah bagian akhir dari gelombang pertama, yang berangkat ke Madinah untuk mengarah ke Makkah,” jelas Ketua PPIH Medan, Zulkifli Sitorus, seusai menyambut para jamaah di Asrama Haji Medan, Selasa (5/5). Menurutnya, pengaturan ini bertujuan mengoptimalkan alur keberangkatan dan memudahkan pengelolaan seluruh jamaah.

Pemberangkatan Kloter 13 dan Pengaturan Jadwal

Pemberangkatan Kloter 13 dilakukan dari Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang menuju Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz di Madinah. Setelah sampai di sana, jamaah akan berlanjut ke Bandara King Abdulaziz di Jeddah untuk melanjutkan perjalanan ke Makkah. “Besok (Rabu, 6/5), masuk gelombang kedua. Jadi, jamaah Kloter 13 hari ini berangkat ke Madinah, sementara kloter 14 akan langsung menuju Makkah dari Medan,” terang Zulkifli. Ia menekankan bahwa pengaturan ini memastikan kelancaran penerbangan dan mengurangi risiko kepadatan di bandara.

Dalam Visit Agenda, PPIH Medan menyatakan bahwa kloter kedua akan diberangkatkan setelah selesai proses Kloter 13. Penggunaan dua gelombang ini diatur oleh Kementerian Haji dan Umrah RI untuk memudahkan pengawasan dan pelayanan kepada jamaah. “Dengan membagi jamaah menjadi dua gelombang, semua proses bisa dijaga keberlangsungan dan keamanannya,” tambah Zulkifli. Ia menjelaskan bahwa hal ini juga menjaga kenyamanan jamaah dalam menjalani ibadah haji di Tanah Suci.

Persiapan Kloter 14 dan Kebijakan Terbaru

Kementerian Haji dan Umrah RI telah menerbitkan kebijakan baru yang berlaku bagi jamaah gelombang kedua. Dalam Visit Agenda, Zulkifli menyebut bahwa jamaah Kloter 14 diwajibkan mengenakan kain ihram sejak tiba di Medan, sehingga lebih mudah saat mengambil miqat di lokasi yang ditentukan. “Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menjadikan ibadah haji lebih rapi dan efisien,” kata pria yang juga sebagai petugas haji.

Edaran baru ini juga mengatur pembatasan barang bawaan jamaah. Zulkifli menjelaskan bahwa aturan ini diterapkan untuk memastikan keberangkatan lancar dan tidak mengganggu proses ibadah. “Jamaah dari Kloter 14 hanya membawa barang sesuai ketentuan, agar tidak menyulitkan manasik dan pelaksanaan ibadah,” tambahnya. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini memperkuat kesiapan jamaah sebelum berangkat, khususnya dalam Visit Agenda yang mencakup seluruh tahapan.

Statistik Pemberangkatan dan Progres Hingga Kloter 12

PPIH Medan melaporkan total 5.990 jamaah calon haji yang telah diberangkatkan hingga Kloter 12. Dari jumlah tersebut, sebanyak 68 petugas haji berasal dari Sumatera Utara. Pemberangkatan dilakukan sejak 22 April hingga 11 Mei 2026, dengan tujuan mengatur alur secara bertahap. “Hingga hari ini, 4.305 jamaah telah tiba di Arab Saudi, termasuk 48 petugas haji yang sudah memulai tugas di Tanah Suci,” papar Zulkifli.

Zulkifli juga menyebutkan bahwa pemberangkatan Kloter 13 menunjukkan peningkatan jumlah dibandingkan gelombang sebelumnya. “Kloter 13 mengumpulkan 359 jamaah yang siap mengikuti Visit Agenda ke Makkah. Dengan pengaturan ini, keberangkatan menjadi lebih terorganisir dan meminimalkan risiko keterlambatan,” katanya. Ia menambahkan bahwa seluruh kloter diawasi secara ketat untuk memastikan keberangkatan berjalan lancar.

Kesiapan Jamaah dan Teknologi Dukung

Kloter 13 menjadi bagian dari Visit Agenda yang memanfaatkan teknologi digital untuk pemantauan dan koordinasi. Sistem ini mendukung pengelolaan keberangkatan dengan lebih efisien, terutama dalam mengatur alur jamaah dan memastikan semua aspek terpenuhi. “Kami bekerja sama dengan maskapai penerbangan serta instansi terkait agar semua proses berjalan optimal,” kata Zulkifli. Ia menekankan bahwa persiapan jamaah tetap menjadi prioritas utama dalam menghadapi perjalanan ke Tanah Suci.

Dalam Visit Agenda ini, PPIH Medan juga terus memantau kondisi jamaah sebelum dan sesudah berangkat. “Pemantauan dilakukan untuk memastikan kesiapan mereka menjalani ibadah haji dengan nyaman dan aman,” ujarnya. Zulkifli berharap kebijakan penggunaan dua gelombang bisa menjadi contoh terbaik dalam penyelenggaraan ibadah haji di tahun ini, terutama dalam mengoptimalkan keberangkatan berdasarkan kebutuhan jamaah.