Yang Terjadi Saat: Paulo Ricardo tekankan pentingnya fokus di setiap pertandingan

Paulo Ricardo tekankan pentingnya fokus di setiap pertandingan

Jakarta – Bek Persija Jakarta Paulo Ricardo menegaskan bahwa konsentrasi dalam setiap pertandingan sangat krusial, setelah timnya mengalami kekalahan 2-3 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC. Hasil ini membuat Persija kini berada di posisi yang semakin jauh dari persaingan juara BRI Super League 2025/2026, dengan selisih sembilan poin dari Persib Bandung yang memimpin klasemen.

“Kami masih memiliki kesempatan untuk meraih gelar, terutama dengan delapan pertandingan tersisa. Namun, yang terpenting adalah memperhatikan fokus dari satu laga ke laga berikutnya, agar target bisa tercapai,” ujar Paulo saat jumpa pers pra-laga melawan Persebaya Surabaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat.

Kekalahan melawan Bhayangkara mencerminkan tiga pertandingan terakhir Macan Kemayoran yang berakhir tanpa kemenangan. Kondisi ini membuat Persija tak mampu mendekati Persib yang berada di puncak, serta Borneo yang kini tertinggal lima poin. Misi menang dalam laga melawan Persebaya pada Sabtu (11/4) pukul 19.00 WIB menjadi prioritas utama tim.

Meski demikian, Persija menghadapi tantangan besar karena kehilangan sejumlah pemain kunci. Jordi Amat tak bisa bermain karena sanksi kartu merah, sementara Thales Lira terpaksa absen akibat akumulasi kartu kuning. Shayne Pattynama juga batal tampil karena cedera, dan Mauro Zijlstra masih menepi akibat luka.

“Meski ada sejumlah pemain yang tidak bisa bermain, itu justru menunjukkan bahwa kami memiliki skuad yang solid dan beragam pemain berkualitas. Bahkan pemain yang jarang tampil pun siap untuk bersaing,” kata pemain yang pernah memperkuat tim di Liga Konferensi Eropa.

Sejak bergabung di putaran kedua, Paulo hanya bermain tiga kali, dengan satu pertandingan sebagai starter. Kali terakhir ia memulai laga adalah saat Persija kalah 2-3 dari Bhayangkara. Dengan demikian, Persija menjadi klub kesembilan yang dibela oleh pemain asal Brasil tersebut, sementara Indonesia adalah negara keenam dalam karier sepak bola internasionalnya setelah Brasil, Swiss, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Finlandia.

“Perbedaan utama mungkin terletak pada strategi taktis, tetapi sepak bola di mana pun sama-sama menantang. Di Indonesia, menang tidak selalu mudah, meski tidak seberapa keras,” tutur Paulo tentang perbandingan antara sepak bola di Indonesia dan negara lainnya.