Agenda Utama: Beijing soroti perubahan penilaian Jepang terhadap China

Beijing Riset Respon Terhadap Perubahan Evaluasi Jepang

Pemerintah Tiongkok mengambil perhatian terhadap revisi pandangan Jepang dalam Buku Biru Diplomatik terbaru, yang mencerminkan pergeseran dalam penjelasan hubungan bilateral kedua negara. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, menyatakan bahwa ketegangan saat ini bermula dari pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengenai Taiwan. “Penyebab utama situasi saat ini dalam hubungan Tiongkok-Jepang adalah kesalahan pernyataan PM Takaichi tentang Taiwan,” ujarnya di Beijing, Jumat (10/4).

Perubahan dalam Penjelasan Hubungan

Dalam Buku Biru Diplomatik 2026, Jepang memperbarui penjelasan hubungan dengan Tiongkok. Sebelumnya, hubungan itu dinyatakan sebagai “salah satu hubungan bilateral terpenting,” kini diubah menjadi “negara tetangga yang penting.” Hal ini dilaporkan oleh Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, saat rapat kabinet. Dokumen tersebut juga menuding Tiongkok meningkatkan kritik dan tindakan keras terhadap Jepang.

“Akar penyebab situasi saat ini dalam hubungan China-Jepang adalah pernyataan keliru Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi tentang Taiwan,”

Mao Ning menambahkan bahwa pernyataan itu merusak komitmen Jepang terhadap kerja sama bilateral. Di sisi lain, Jepang menekankan perlunya dukungan internasional untuk posisinya dalam isu Taiwan.

Ketegangan Akibat Pernyataan Militer

Ketegangan antara Tiongkok dan Jepang memuncak setelah pernyataan Takaichi pada 7 November 2025 yang dianggap sebagai indikasi kemungkinan bantuan militer Jepang terhadap Taiwan. Sebagai tanggapan, Tiongkok mengambil langkah-langkah seperti membatasi impor produk laut dari Jepang dan menghentikan pertemuan pejabat tinggi. Pemerintah Tiongkok juga mengancam akan merespons secara tegas jika Jepang terlibat langsung dalam konflik tersebut.

Pada 6 Desember 2025, dua jet tempur Tiongkok dilaporkan mengunci radar pesawat Jepang di dekat Okinawa. Insiden ini memicu protes dari pemerintah Jepang. Meski begitu, Jepang masih berupaya mempertahankan hubungan strategis dan dialog dengan Tiongkok.