AS berupaya hindari tuduhan kejahatan perang dalam serangan ke Iran
AS berupaya hindari tuduhan kejahatan perang dalam serangan ke Iran
Pemerintah Amerika Serikat sedang berupaya untuk mengurangi kritik terkait pelanggaran hukum internasional akibat serangan yang dilancarkan terhadap infrastruktur Iran, seperti dilaporkan oleh Politico. Dalam laporan tersebut, dua pejabat Pentagon tanpa menyebutkan nama mereka menyoroti upaya AS untuk menegaskan bahwa serangan tersebut tidak melanggar aturan internasional.
Moskow menjadi tempat perdebatan sengit di Pentagon mengenai batasan antara target militer dan sipil. Laporan menyebutkan bahwa beberapa fasilitas energi Iran sedang dievaluasi kembali, termasuk yang juga digunakan oleh angkatan bersenjata. Misalnya, pabrik desalinasi air jadi perdebatan karena militer membutuhkan pasokan air minum, menurut sumber yang sama.
“Serangan terhadap fasilitas sipil di Iran, seperti jembatan dan pembangkit listrik, akan melanggar hukum internasional,” kata Juru Bicara PBB Stephanie Dujarric pada Senin.
Sebelumnya, pada 30 Maret, Presiden Donald Trump mengancam akan menghancurkan sepenuhnya pembangkit listrik, sumur minyak, Pulau Kharg, dan pabrik desalinasi Iran jika kesepakatan damai belum tercapai dan Selat Hormuz belum dibuka kembali. Ia juga memperingatkan Iran tentang “Hari Pembangkit Listrik” dan “Hari Jembatan” yang akan terjadi pada 7 April, kecuali jika negara itu membuka kembali jalur lalu lintas di Selat tersebut.
Serangan militer AS dan Israel terhadap Iran terjadi pada 28 Februari, mengakibatkan kerusakan dan korban sipil. Kota Teheran menjadi salah satu sasaran utama. Dalam balasannya, Iran menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai respons atas tindakan AS.
Tanggal 30 Maret menjadi momentum penting, di mana Trump menyatakan keputusannya untuk “meledakkan” seluruh fasilitas energi Iran jika kondisi tidak membaik. Sementara itu, ancaman terhadap Selat Hormuz dan pembangkit listrik terus menjadi fokus perdebatan antara Washington dan Teheran.
